Suasana di Sekolah Rakyat terasa hangat, aman, dan inklusif, dirancang sebagai asrama gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Pembelajaran berlangsung interaktif dengan pendekatan gotong royong, menggabungkan kurikulum nasional, pendidikan karakter, dan keterampilan praktis. Fasilitasnya lengkap, mencakup tempat tinggal, makan, dan kesehatan.
Tak terasa telah memasuki semester II tahun ajaran 2025/2026, terlihat penampilan para siswa yang dahulunya diangap biasa-biasa saja kini telah berubah dari segi penampilan dan akademik.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Sekolah Rakyat 29 Jayapura, Yanet Berotabui, S.pd, M,M.Pd kepada Cenderawasih Pos, Jumat (22/1) di sekolah tersebut.
Mantan kepsek SMAN 3 Jayapura itu mengatakan progres pelaksanaan pembelajaran di sekolah rakyat kian terus menunjukkan perkembangan yang positif. Dimana para siswanya terlibat aktif dalam sejumlah perlombaan di tingkat nasional antar sekolah rakyat. Alhasil SRMA 29 Jayapura mendapatkan peringkat III (tiga) nasional. Untuk di bidang akademik masih diperjuangkan para siswa.
Para siswa terpilih ini berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di wilayah provinsi Papua. Mereka terpilih tanpa melalui penilaian akademis. Para siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan dukungan fasilitas modern serta sistem asrama yang tertata.
Dengan percaya diri Yanet mengatakan program Sekolah Rakyat di Jayapura kini mulai dirasakan langsung manfaatnya oleh para peserta didik. Dimana para siswa merasa nyaman berada di dalam lingkungan sekolah yang notabene ketat dalam aturan, meskipun satu dua orang masih mengelu, namun seiring waktu ia optimis pasti akan berubah.
Suasana di Sekolah Rakyat terasa hangat, aman, dan inklusif, dirancang sebagai asrama gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Pembelajaran berlangsung interaktif dengan pendekatan gotong royong, menggabungkan kurikulum nasional, pendidikan karakter, dan keterampilan praktis. Fasilitasnya lengkap, mencakup tempat tinggal, makan, dan kesehatan.
Tak terasa telah memasuki semester II tahun ajaran 2025/2026, terlihat penampilan para siswa yang dahulunya diangap biasa-biasa saja kini telah berubah dari segi penampilan dan akademik.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Sekolah Rakyat 29 Jayapura, Yanet Berotabui, S.pd, M,M.Pd kepada Cenderawasih Pos, Jumat (22/1) di sekolah tersebut.
Mantan kepsek SMAN 3 Jayapura itu mengatakan progres pelaksanaan pembelajaran di sekolah rakyat kian terus menunjukkan perkembangan yang positif. Dimana para siswanya terlibat aktif dalam sejumlah perlombaan di tingkat nasional antar sekolah rakyat. Alhasil SRMA 29 Jayapura mendapatkan peringkat III (tiga) nasional. Untuk di bidang akademik masih diperjuangkan para siswa.
Para siswa terpilih ini berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di wilayah provinsi Papua. Mereka terpilih tanpa melalui penilaian akademis. Para siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan dukungan fasilitas modern serta sistem asrama yang tertata.
Dengan percaya diri Yanet mengatakan program Sekolah Rakyat di Jayapura kini mulai dirasakan langsung manfaatnya oleh para peserta didik. Dimana para siswa merasa nyaman berada di dalam lingkungan sekolah yang notabene ketat dalam aturan, meskipun satu dua orang masih mengelu, namun seiring waktu ia optimis pasti akan berubah.