Saturday, April 5, 2025
26.7 C
Jayapura

Zonasi Vegetasi Pantai Rusak,  Bila Tak Diseriusi Abrasi Makin Merajalela    

Jadi Yehuda juga mempertanyakan kondisi Holtekamp hari ini. Apakah zonasi vegetasi tadi masih sempurna atau sebaliknya.

“Saya justru melihat bahwa sebagian besar sudah hilang sehingga tidak heran abrasi akan merajalela dan akan menumbangkan banyak pohon,” tambahnya.

   Malah ekses buruk lainnya kata Yehuda bisa saja intrusi atau abrasi ini akan  merusak sarana jalan utama di Holtekam.

“Sekali lagi solusinya bisa ditempuh dengan 2 cara yaitu mitigasi struktural dan campuran tadi  tapi mitigasi campuran bisa dibuat disetiap jetty juga ditanam kembali beragam vegetasi akar dalam sepanjang pesisir Holtekamp,” sarannya.

  Lokasi Holtekam perlu kembali ditanami pohon – pohon sesuai zonasi vegetasi untuk mengembalikan kembali bentuk awal morfologi pesisir. “Tanpa itu, saya pikir akan sia – sia apalagi jika  menggunakan kubus beton ataupun rekayasa sipil seperti saat ini. Itu  akan sia – sia dan tenggelam,” imbuhnya.

Baca Juga :  OAP Harus Miliki Kesempatan Luas Memajukan Dirinya Demi Kesejahteraan

“Contoh sudah dialami di Pantai Skouw Mabo juga di Holtekamp dekat Kali Buaya. Kubus beton akan hilang dan tenggelam,” tambahnya.

Ini kata Yehuda tak lepas dari struktur geologinya adalah pasir berlempung hasil sedimentasi. Jenis seperti ini tidak bisa menahan beban dari kubus – kubus beton tadi. Jadi Yehuda meyakini jika itu dilakukan maka tetap tidak efektif.

“Kalau mau dicarikan solusinya coba berkoordinasi dengan beberapa ahli dan jangan hanya ahli teknik sipil saja tapi  harus libatkan ahli lain terutama yang paham tipologi fisik pesisir Holtekam,”  sambungnya.

   Disini ia kembali menyampaikan bahwa kondisi pesisir Holtekam tidak akan seperti sekarang apabila vegetasi alaminya tetap terjaga.

Baca Juga :  Usia Sekolah Dihargai Rp 500 Ribu, Langsung Nego dan Ngedate

“Saya bisa katakan zonasi vegetasi juga sudah tidak sesempurna dulu. Penyebabnya tak lepas adalah dari pembangunan tempat usaha sepanjang Holtekamp.

  “Jadi akar vegetasilah  yang menahan pasir dan lempung. Bila akar itu tidak membentuk zonasi awalnya, maka garis pantai terus mundur akibat terkikis,” imbuhnya.

   Disinggung soal kondisi Ciberi dikatakan Ciberi tinggal menunggu waktu apabila tidak dilakukan penanganan menyeluruh.  “Itu (Ciberi) tunggu waktu saja jadi memang perlu segera dibuat pelindung,” tutup Yehuda. (*/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Jadi Yehuda juga mempertanyakan kondisi Holtekamp hari ini. Apakah zonasi vegetasi tadi masih sempurna atau sebaliknya.

“Saya justru melihat bahwa sebagian besar sudah hilang sehingga tidak heran abrasi akan merajalela dan akan menumbangkan banyak pohon,” tambahnya.

   Malah ekses buruk lainnya kata Yehuda bisa saja intrusi atau abrasi ini akan  merusak sarana jalan utama di Holtekam.

“Sekali lagi solusinya bisa ditempuh dengan 2 cara yaitu mitigasi struktural dan campuran tadi  tapi mitigasi campuran bisa dibuat disetiap jetty juga ditanam kembali beragam vegetasi akar dalam sepanjang pesisir Holtekamp,” sarannya.

  Lokasi Holtekam perlu kembali ditanami pohon – pohon sesuai zonasi vegetasi untuk mengembalikan kembali bentuk awal morfologi pesisir. “Tanpa itu, saya pikir akan sia – sia apalagi jika  menggunakan kubus beton ataupun rekayasa sipil seperti saat ini. Itu  akan sia – sia dan tenggelam,” imbuhnya.

Baca Juga :  Hindari Hal yang Tak Diinginkan, Pengamanan Cakada jadi Prioritas

“Contoh sudah dialami di Pantai Skouw Mabo juga di Holtekamp dekat Kali Buaya. Kubus beton akan hilang dan tenggelam,” tambahnya.

Ini kata Yehuda tak lepas dari struktur geologinya adalah pasir berlempung hasil sedimentasi. Jenis seperti ini tidak bisa menahan beban dari kubus – kubus beton tadi. Jadi Yehuda meyakini jika itu dilakukan maka tetap tidak efektif.

“Kalau mau dicarikan solusinya coba berkoordinasi dengan beberapa ahli dan jangan hanya ahli teknik sipil saja tapi  harus libatkan ahli lain terutama yang paham tipologi fisik pesisir Holtekam,”  sambungnya.

   Disini ia kembali menyampaikan bahwa kondisi pesisir Holtekam tidak akan seperti sekarang apabila vegetasi alaminya tetap terjaga.

Baca Juga :  Kepemimpinan di Bidang Pendidikan Harus Lebih Kepada Pendayagunaan Potensi 

“Saya bisa katakan zonasi vegetasi juga sudah tidak sesempurna dulu. Penyebabnya tak lepas adalah dari pembangunan tempat usaha sepanjang Holtekamp.

  “Jadi akar vegetasilah  yang menahan pasir dan lempung. Bila akar itu tidak membentuk zonasi awalnya, maka garis pantai terus mundur akibat terkikis,” imbuhnya.

   Disinggung soal kondisi Ciberi dikatakan Ciberi tinggal menunggu waktu apabila tidak dilakukan penanganan menyeluruh.  “Itu (Ciberi) tunggu waktu saja jadi memang perlu segera dibuat pelindung,” tutup Yehuda. (*/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya