Pakai Prinsip Kampung, ‘wong tekun bakal tekan’ , Kini Jadi Analis

Di balik perjalanan akademik dan profesionalnya, Afriza tidak melupakan akar tempat ia tumbuh. Sekalipun ia berasal dari keluarga yang sederhana di Desa Jinggotan. Kedua orang tuanya merupakan pendidik. Dari merekalah ia mewarisi, dengan kemauan keras dan tanggung jawab, ‘wong tekun bakal tekan.’ “Cara bertindak dan pola pikir saya sangat tercermin dari orang tua,” ujarnya sumringah.

Pendidikan dari keluarga itu pula yang membuatnya berpandangan, jika perempuan harus memiliki kemampuan untuk menentukan jalan hidupnya sendiri. Menurut Afriza, perempuan harus memiliki karier yang baik, berani memperjuangkan apa yang diyakini, mampu mengambil keputusan, dan memiliki posisi yang setara.

“Perempuan harus punya karier yang bagus, fighting, decision making sendiri. Equal, setara dengan laki-laki,” ujarnya. Dalam perjalanan kariernya, Afriza juga memiliki sosok yang menginspirasinya. Salah satunya Nicke Widyawati, mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) yang menjabat sejak 2018 hingga 2024. Dari sosok tersebut, Afriza melihat bagaimana perempuan dapat mengambil posisi penting dalam sektor energi yang selama ini jamak diisi laki-laki.Energi menjadi wadah ia menemukan kembali apa yang sejak kecil ia cari, tak lain tak bukan, pekerjaan yang membuatnya terus belajar.

Baca Juga :  Ada Peluang dan Tantangan Namun Harus Tetap Tenang Mengambil Keputusan

Ia ingin keterampilan yang dimilikinya dapat memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat. Tak henti-hentinya Afriza memperjuangkan energi terbarukan di Indonesia. Bukan hanya melalui tulisan dan riset, tetapi melalui proyek yang benar-benar dibangun dan digunakan. Dari Desa Jinggotan, perempuan cerdas dan cantik ini, menatap persoalan energi Indonesia dalam ruang yang jauh lebih luas, di kancah global.

Bukan sekadar bagaimana listrik dihasilkan, tapi energi yang sehat, terbarukan, berkelanjutan. Menjadi penopang kebutuhan energi dan penggerak perekonomian masyarakat. “Sebagai perempuan seyogianya juga dapat berdaya dan memberdayakan,” pungkasnya menitipkan pesan.(*)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Baca Juga :  Demi Formulir PPDB, Sejumlah Anak Rela Antri Depan Gerbang SMPN 2 Sejak Subuh 

Di balik perjalanan akademik dan profesionalnya, Afriza tidak melupakan akar tempat ia tumbuh. Sekalipun ia berasal dari keluarga yang sederhana di Desa Jinggotan. Kedua orang tuanya merupakan pendidik. Dari merekalah ia mewarisi, dengan kemauan keras dan tanggung jawab, ‘wong tekun bakal tekan.’ “Cara bertindak dan pola pikir saya sangat tercermin dari orang tua,” ujarnya sumringah.

Pendidikan dari keluarga itu pula yang membuatnya berpandangan, jika perempuan harus memiliki kemampuan untuk menentukan jalan hidupnya sendiri. Menurut Afriza, perempuan harus memiliki karier yang baik, berani memperjuangkan apa yang diyakini, mampu mengambil keputusan, dan memiliki posisi yang setara.

“Perempuan harus punya karier yang bagus, fighting, decision making sendiri. Equal, setara dengan laki-laki,” ujarnya. Dalam perjalanan kariernya, Afriza juga memiliki sosok yang menginspirasinya. Salah satunya Nicke Widyawati, mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) yang menjabat sejak 2018 hingga 2024. Dari sosok tersebut, Afriza melihat bagaimana perempuan dapat mengambil posisi penting dalam sektor energi yang selama ini jamak diisi laki-laki.Energi menjadi wadah ia menemukan kembali apa yang sejak kecil ia cari, tak lain tak bukan, pekerjaan yang membuatnya terus belajar.

Baca Juga :  Tahun 80-an, Reggae Mulai Menancapkan Akarnya di Bumi Cenderawasih Bawa Pesan

Ia ingin keterampilan yang dimilikinya dapat memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat. Tak henti-hentinya Afriza memperjuangkan energi terbarukan di Indonesia. Bukan hanya melalui tulisan dan riset, tetapi melalui proyek yang benar-benar dibangun dan digunakan. Dari Desa Jinggotan, perempuan cerdas dan cantik ini, menatap persoalan energi Indonesia dalam ruang yang jauh lebih luas, di kancah global.

Bukan sekadar bagaimana listrik dihasilkan, tapi energi yang sehat, terbarukan, berkelanjutan. Menjadi penopang kebutuhan energi dan penggerak perekonomian masyarakat. “Sebagai perempuan seyogianya juga dapat berdaya dan memberdayakan,” pungkasnya menitipkan pesan.(*)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Baca Juga :  Ada Peluang dan Tantangan Namun Harus Tetap Tenang Mengambil Keputusan

Berita Terbaru

Artikel Lainnya