Tak Sekedar Menguasai Materi, juga Harus Menghidupi Spiritualitas Pelayanan

Dari Rekoleksi Para Guru dan Pegawai YPPK St. Fransiskus Asisi Jayapura

YPPK Kota/Kabupaten Jayapura menggelar Rekoleksi untuk Guru dan Pegawai YPPK wilayah Kotaraja, Abepura dan Waena. Lantas apa yang diharapkan bagi para peserta setelah mengikuti kegiatan ini?

Laporan: Karolus Daot – Jayapura

Tawa riang bercampur hangatnya sapaan persaudaraan terdengar di Aula SMA YPPK Teruna Bakti Waena, Rabu (20/8). Ratusan guru Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik mulai dari tingkat TK hingga SMA, datang dari Kotaraja, Abepura, hingga Waena termasuk juga para pegawai.

Bukan hanya untuk melepas rindu dengan sesama rekan pendidik, tapi ada sesuatu yang lebih dalam. Mereka datang untuk mengisi kembali semangat pelayanan melalui rekoleksi. Dengan tema Melayani dengan Rendah Hati, Mendidik dengan Kasih, Meneladani Santo Fransiskus Asisi dalam Karya Pendidikan”

Baca Juga :  Pantai Holtekamp Tiba-tiba Merah, DLH Langsung Turun Tangan

Direktur YPPK Kota/Kabupaten Jayapura, Ferdinando Lase, mengungkapkan bahwa rekoleksi ini penting dilakukan. Ia menyebut tantangan pendidikan semakin berat, terutama karena perkembangan zaman yang pesat dan kebijakan sekolah negeri gratis.

“Kami harus meningkatkan kualitas pendidikan, sementara di sisi lain juga harus memperhatikan kesejahteraan guru dengan kondisi keuangan yang terbatas. Tantangan ini nyata, apalagi minat masuk sekolah yayasan makin tergerus. Karena itu, rekoleksi ini menjadi sarana untuk menjaga semangat para guru,” jelasnya.

Lebih jauh, Ferdinando menegaskan bahwa guru YPPK dituntut untuk tetap melayani siswa dengan penuh kasih, meski kondisi tidak selalu mudah. Ia menyebut guru Katolik memiliki identitas khusus, yaitu mendidik sekaligus menjadi pelayan dengan hati yang tulus.

Baca Juga :  Ada Yang Berjuang Puluhan Tahun Mencari Pekerjaan

Selama tiga hari, kegiatan rekoleksi berlangsung bergantian di beberapa wilayah. Selasa (19/8) diadakan untuk guru Kabupaten Jayapura, Rabu (20/8) untuk Kotaraja, Abepura, dan Waena, lalu Kamis (21/8) bagi Kota Jayapura dan Muara Tami.

Dari Rekoleksi Para Guru dan Pegawai YPPK St. Fransiskus Asisi Jayapura

YPPK Kota/Kabupaten Jayapura menggelar Rekoleksi untuk Guru dan Pegawai YPPK wilayah Kotaraja, Abepura dan Waena. Lantas apa yang diharapkan bagi para peserta setelah mengikuti kegiatan ini?

Laporan: Karolus Daot – Jayapura

Tawa riang bercampur hangatnya sapaan persaudaraan terdengar di Aula SMA YPPK Teruna Bakti Waena, Rabu (20/8). Ratusan guru Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik mulai dari tingkat TK hingga SMA, datang dari Kotaraja, Abepura, hingga Waena termasuk juga para pegawai.

Bukan hanya untuk melepas rindu dengan sesama rekan pendidik, tapi ada sesuatu yang lebih dalam. Mereka datang untuk mengisi kembali semangat pelayanan melalui rekoleksi. Dengan tema Melayani dengan Rendah Hati, Mendidik dengan Kasih, Meneladani Santo Fransiskus Asisi dalam Karya Pendidikan”

Baca Juga :  Saatnya Perempuan Diberi Kesempatan dan Membuktikan Jadi Pemimpin di Papua

Direktur YPPK Kota/Kabupaten Jayapura, Ferdinando Lase, mengungkapkan bahwa rekoleksi ini penting dilakukan. Ia menyebut tantangan pendidikan semakin berat, terutama karena perkembangan zaman yang pesat dan kebijakan sekolah negeri gratis.

“Kami harus meningkatkan kualitas pendidikan, sementara di sisi lain juga harus memperhatikan kesejahteraan guru dengan kondisi keuangan yang terbatas. Tantangan ini nyata, apalagi minat masuk sekolah yayasan makin tergerus. Karena itu, rekoleksi ini menjadi sarana untuk menjaga semangat para guru,” jelasnya.

Lebih jauh, Ferdinando menegaskan bahwa guru YPPK dituntut untuk tetap melayani siswa dengan penuh kasih, meski kondisi tidak selalu mudah. Ia menyebut guru Katolik memiliki identitas khusus, yaitu mendidik sekaligus menjadi pelayan dengan hati yang tulus.

Baca Juga :  12 Pintu Hilang, Dari 204 Meja Kursi Kini Tersisa 15 Meja Kursi

Selama tiga hari, kegiatan rekoleksi berlangsung bergantian di beberapa wilayah. Selasa (19/8) diadakan untuk guru Kabupaten Jayapura, Rabu (20/8) untuk Kotaraja, Abepura, dan Waena, lalu Kamis (21/8) bagi Kota Jayapura dan Muara Tami.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya