Hampir semuanya difasilitasi pemerintah, mulai dari biaya makan minum yang terdiri dari makan pagi, makan siang, snack siang dan makan malam. Semuanya ditanggung pemerintah. Begitu juga untuk perlengkapan sekolah, mulai dari sepatu, pakaian dan kelengkapan lainnya juga disediakan pemerintah.
‘’Untuk kelengkapan sekolah, mulai dari ujung kaki sampai rambut disediakan pemerintah. Kecuali untuk pakaian sehari-hari setelah sekolah,’’ katanya.
Budi Sutomo menjelaskan, semangat dari anak-anak tersebut untuk belajar tetap tinggi, meski ada diantara mereka yang belum lancar baca tulis. Bahkan ada yang sama sekali belum bisa membaca, sehingga anak-anak yang belum bisa baca tulis tersebut dan diberikan pelajaran khusus untuk bisa membaca dan menulis.
‘’Kemarin ada yang menagis melihat teman-temannya di daerah lainnya berprestasi. Menangis karena, dia juga ingin sama dengan teman-teman lainnya bisa berprestasis walaupun belum bisa membaca dan menulis atau belum lancer membaca,’’ katanya.
Sejak anak-anak ditampung sekitar 3 bulan di sekolah rakyat tersebut, lanjut Budi Sutomo, terjadi perubahan yang sisgnifikan terhadap anak-anak ini mulai dari pola disiplin dan kebersihan.
Budi Sutomo menjelaskan lebih lanjut, anak-anak tersebut tidak hanya soal belajar namun bakat dan minat dari setiap anak-anak tersebut difasilitasi.
‘’Kalau misalnya ada yang suka main basket, maka kita carikan pelatih yang bersertifikat. Begitu juga kalau dia suka menari, maka dicarikan pelatih yang juga bersertifikat,’’ tandasnya.
Hampir semuanya difasilitasi pemerintah, mulai dari biaya makan minum yang terdiri dari makan pagi, makan siang, snack siang dan makan malam. Semuanya ditanggung pemerintah. Begitu juga untuk perlengkapan sekolah, mulai dari sepatu, pakaian dan kelengkapan lainnya juga disediakan pemerintah.
‘’Untuk kelengkapan sekolah, mulai dari ujung kaki sampai rambut disediakan pemerintah. Kecuali untuk pakaian sehari-hari setelah sekolah,’’ katanya.
Budi Sutomo menjelaskan, semangat dari anak-anak tersebut untuk belajar tetap tinggi, meski ada diantara mereka yang belum lancar baca tulis. Bahkan ada yang sama sekali belum bisa membaca, sehingga anak-anak yang belum bisa baca tulis tersebut dan diberikan pelajaran khusus untuk bisa membaca dan menulis.
‘’Kemarin ada yang menagis melihat teman-temannya di daerah lainnya berprestasi. Menangis karena, dia juga ingin sama dengan teman-teman lainnya bisa berprestasis walaupun belum bisa membaca dan menulis atau belum lancer membaca,’’ katanya.
Sejak anak-anak ditampung sekitar 3 bulan di sekolah rakyat tersebut, lanjut Budi Sutomo, terjadi perubahan yang sisgnifikan terhadap anak-anak ini mulai dari pola disiplin dan kebersihan.
Budi Sutomo menjelaskan lebih lanjut, anak-anak tersebut tidak hanya soal belajar namun bakat dan minat dari setiap anak-anak tersebut difasilitasi.
‘’Kalau misalnya ada yang suka main basket, maka kita carikan pelatih yang bersertifikat. Begitu juga kalau dia suka menari, maka dicarikan pelatih yang juga bersertifikat,’’ tandasnya.