Bincang-bincang dengan Kapolres Jayapura Baru AKBP Dionisius Vox Dei Paron Helan
Sebelum menjabat sebagai Kapolres Jayapura, AKBP Dion sukses dipercayakan berbagai jabatan strategis di lingkungan Polri. Apa yang akan dilakukannya selama menjadi orang nonor satu di Polres Jayapura?
Laporan: Yohana_SENTANI
Langit Kabupaten Jayapura pagi itu terasa berbeda. Kabar baru berembus dari Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia. Melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/143/I/KEP/2026 tertanggal 22 Januari 2026, satu nama resmi dipercaya memimpin jajaran Polres Jayapura: AKBP Dionisius Vox Dei Paron Helan.
Bagi sebagian anggota, nama itu sudah tidak asing. AKBP Dionisius Vox Dei Paron Helan atau yang akrab disapa Dion dikenal sebagai perwira yang matang di lapangan.
Jejak pengabdiannya terukir dari satu penugasan ke penugasan lain, membentuk karakter kepemimpinan yang tegas namun tenang.
Perjalanannya tak singkat. Saat masih berpangkat AKP, ia dipercaya menjabat sebagai Kapolsek Mimika Baru. Dari sana, tanggung jawabnya bertambah ketika menyandang pangkat Kompol dan menjabat Kabag Ops Polres Mimika.
Pengalaman operasionalnya semakin terasah ketika ia menjadi Komandan Batalyon (Danyon) B Brimob Polda Papua di Mimika, sebuah posisi strategis yang menuntut ketegasan sekaligus kecermatan dalam mengambil keputusan.
Tidak hanya di satuan lapangan, Dion juga pernah bertugas di lingkungan pengamanan internal Polri sebagai Kasubbagpam Bagpamwal Roprovos Divpropam Polri. Di sana, ia menangani pengamanan dan pengawalan pejabat serta kegiatan strategis institusi. Ragam pengalaman itu seolah menjadi bekal lengkap sebelum akhirnya ia dipercaya memimpin Polres Jayapura.
Penunjukan tersebut sekaligus menandai estafet kepemimpinan dari AKBP Umar Nasatekay, yang kini mengemban amanah baru sebagai Kabag Binkar Ro SDM Polda Papua.
Sebagai orang baru di Kabupaten Jayapura, Dion tidak ingin tergesa-gesa. Ia memilih memulai langkah dengan konsolidasi. Baginya, mengenali kekuatan internal adalah fondasi utama sebelum melangkah lebih jauh.
“Sebagai orang baru tentunya saya harus banyak berkoordinasi, baik secara internal maupun eksternal,” ujarnya dengan penuh semangat. Ia ingin mengetahui kesiapan personel, memetakan potensi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.
Dalam benaknya, kehadiran polisi bukan sekadar simbol seragam dan kewenangan. Ia ingin polisi benar-benar hadir dan dirasakan masyarakat, mampu merebut hati dan kepercayaan publik.
Prinsip itu, menurutnya sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, yang menegaskan peran polisi sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Namun Dion sadar, menciptakan keamanan bukanlah tugas satu institusi semata. Ia memandang sinergi sebagai kunci. Rencananya, koordinasi akan segera dibangun dengan unsur TNI, Pemerintah Daerah, tokoh adat, tokoh agama, serta seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Jayapura.
“Polisi tidak bisa berjalan sendiri, dukungan dan kerja sama, adalah fondasi untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,”tegasnya.
Kini, babak baru kepemimpinan di Polres Jayapura pun dimulai. Di bawah komando AKBP Dionisius Vox Dei Paron Helan, harapan akan pelayanan yang lebih humanis dan sinergi yang lebih kuat perlahan tumbuh mengiringi langkahnya menapaki tugas sebagai pelindung dan pengayom masyarakat di Bumi Khenambay Umbay. (*/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q