Bisa Jadi Investasi Jangka Panjang Dikemudian Hari

Mereka Berbicara Soal Mimpi Besar Papua Terkait Kereta Api yang Menjadi Lompatan Tinggi

Jika benar kereta api masuk ke Papua tentunya ini menjadi lompatan tinggi bagi pembangunan transportasi. Peradaban yang dulunya lebih banyak berjalan kaki membelah belantara kini dilalui oleh gerbong-gerbong besi. Akademisi dan politisi menyumbang pendapat.

Laporan: Jimi Karlodi dan Karolus Daot_Jayapura

Kereta api bakal hadir di Papua, tahap awal mulai dibahas. Kalimat ini nampaknya memberi pesan bahwa dunia transportasi di Papua bakal membawa cerita baru yang belum pernah dibayangkan sebelumnya. Jika selama ini ada kebiasaan berjalan jauh membelah lembah hingga ilalang, kini kita berani berbicara soal kereta api.

Baca Juga :  Sempat Mengira Aida Gizi Buruk karena Bobot Tak Ideal

Mimpi yang dulu dititipkan oleh (alm) Gubernur Lukas Enembe dan kini ditindaklanjuti lebih serius oleh kepemimpinan saat ini. Meski masih sulit dibayangkan namun siapa sangka jika 5 atau 10 tahun ke depan di Papua memang betul ada kereta api. Moda transportasi massa yang bisa mempercepat sektor pembangunan.

Hanya saja dari niatan ini dua sosok akademisi dan satu politisi memberikan tanggapannya terkait rencana masuknya kereta api. Ya pembangunan kereta api di Papua telah menjadi perhatian besar dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Rencana ini mencakup rute dari Kota Jayapura hingga Kabupaten Jayapura, yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan mempercepat pembangunan di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Istri dan Anak Lukas Enembe Tolak jadi Saksi Kasus Dugaan Gratifikasi

Pertemuan antara Gubernur Papua, Matius D Fakhiri, dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasydin, menjadi langkah awal dalam mewujudkan proyek ini. Tim ahli dari PT KAI dan tim khusus dari Provinsi Papua akan melakukan survei rute yang dijadikan rel kereta api pertama di provinsi tersebut.

Mereka Berbicara Soal Mimpi Besar Papua Terkait Kereta Api yang Menjadi Lompatan Tinggi

Jika benar kereta api masuk ke Papua tentunya ini menjadi lompatan tinggi bagi pembangunan transportasi. Peradaban yang dulunya lebih banyak berjalan kaki membelah belantara kini dilalui oleh gerbong-gerbong besi. Akademisi dan politisi menyumbang pendapat.

Laporan: Jimi Karlodi dan Karolus Daot_Jayapura

Kereta api bakal hadir di Papua, tahap awal mulai dibahas. Kalimat ini nampaknya memberi pesan bahwa dunia transportasi di Papua bakal membawa cerita baru yang belum pernah dibayangkan sebelumnya. Jika selama ini ada kebiasaan berjalan jauh membelah lembah hingga ilalang, kini kita berani berbicara soal kereta api.

Baca Juga :  Sampah  Tak Habis-habis, Sudah Waktunya Evaluasi Regulasi

Mimpi yang dulu dititipkan oleh (alm) Gubernur Lukas Enembe dan kini ditindaklanjuti lebih serius oleh kepemimpinan saat ini. Meski masih sulit dibayangkan namun siapa sangka jika 5 atau 10 tahun ke depan di Papua memang betul ada kereta api. Moda transportasi massa yang bisa mempercepat sektor pembangunan.

Hanya saja dari niatan ini dua sosok akademisi dan satu politisi memberikan tanggapannya terkait rencana masuknya kereta api. Ya pembangunan kereta api di Papua telah menjadi perhatian besar dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Rencana ini mencakup rute dari Kota Jayapura hingga Kabupaten Jayapura, yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan mempercepat pembangunan di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Nyaris Setengah Abad Berselang, Syarat Perekrutan Sama seperti Generasi Pertama

Pertemuan antara Gubernur Papua, Matius D Fakhiri, dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasydin, menjadi langkah awal dalam mewujudkan proyek ini. Tim ahli dari PT KAI dan tim khusus dari Provinsi Papua akan melakukan survei rute yang dijadikan rel kereta api pertama di provinsi tersebut.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya