Bangun Kepercayaan Masyarakat Papua Lewat Pendekatan Budaya, Agama dan Kesetaraan

Memimpin di Papua bukan hal baru bagi perwira yang telah berpengalaman di berbagai wilayah perbatasan ini. Sebelumnya, ia pernah bertugas di wilayah dengan karakter serupa seperti NTT dan Kalimantan Barat.

Menurutnya, setiap daerah memiliki tantangan yang berbeda, sehingga pendekatan yang digunakan tidak bisa disamaratakan. “Yang paling penting adalah memahami budaya setempat. Kalau kita paham budaya, kita tahu bagaimana bersikap dan bertindak agar bisa diterima masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan tiga pendekatan utama dalam menjalankan tugas di Papua, yakni: Pendekatan budaya, Pendekatan agama dan Pendekatan kesetaraan. Pendekatan ini dinilai efektif dalam membangun komunikasi dan kepercayaan dengan masyarakat.

Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini, Papua memiliki tantangan tersendiri dalam aspek keamanan. Namun, Mayjen Febriel menilai kondisi di perbatasan RI-PNG saat ini relatif kondusif. Aktivitas masyarakat berjalan baik, termasuk akses lintas batas Jayapura–Vanimo yang semakin terbuka.

Baca Juga :  Rela Kehilangan Masa Sekolah demi Harumkan Bangsa

TNI, kata dia, terus mengoptimalkan pengamanan melalui Satgas di perbatasan serta mendukung pembangunan infrastruktur sebagai kunci membuka keterisolasian wilayah. “Infrastruktur itu kunci. Dengan akses yang baik, pelayanan pemerintah dan aktivitas ekonomi bisa berjalan lebih optimal,” jelasnya.

Papua dikenal dengan medan geografis yang berat hutan lebat, pegunungan tinggi, serta cuaca yang sulit diprediksi. Kondisi ini menjadi tantangan besar, tidak hanya bagi TNI, tetapi juga pemerintah daerah.

Untuk mengatasinya, TNI mengedepankan sinergi lintas sektor serta pemanfaatan teknologi seperti drone dan sistem komunikasi modern guna menjangkau wilayah terpencil.

“Yang tidak kalah penting adalah mentalitas prajurit. Mereka harus kuat, mampu beradaptasi, dan tetap hadir di tengah masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga :  Pejabat Siap Maju Pilkada Harusnya Tahu Etika dan Dewasa dalam Berpolitik

Memimpin di Papua bukan hal baru bagi perwira yang telah berpengalaman di berbagai wilayah perbatasan ini. Sebelumnya, ia pernah bertugas di wilayah dengan karakter serupa seperti NTT dan Kalimantan Barat.

Menurutnya, setiap daerah memiliki tantangan yang berbeda, sehingga pendekatan yang digunakan tidak bisa disamaratakan. “Yang paling penting adalah memahami budaya setempat. Kalau kita paham budaya, kita tahu bagaimana bersikap dan bertindak agar bisa diterima masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan tiga pendekatan utama dalam menjalankan tugas di Papua, yakni: Pendekatan budaya, Pendekatan agama dan Pendekatan kesetaraan. Pendekatan ini dinilai efektif dalam membangun komunikasi dan kepercayaan dengan masyarakat.

Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini, Papua memiliki tantangan tersendiri dalam aspek keamanan. Namun, Mayjen Febriel menilai kondisi di perbatasan RI-PNG saat ini relatif kondusif. Aktivitas masyarakat berjalan baik, termasuk akses lintas batas Jayapura–Vanimo yang semakin terbuka.

Baca Juga :  Mereka yang Bekerja Untuk Fasilitas Publik di Papua Harus Dilindungi

TNI, kata dia, terus mengoptimalkan pengamanan melalui Satgas di perbatasan serta mendukung pembangunan infrastruktur sebagai kunci membuka keterisolasian wilayah. “Infrastruktur itu kunci. Dengan akses yang baik, pelayanan pemerintah dan aktivitas ekonomi bisa berjalan lebih optimal,” jelasnya.

Papua dikenal dengan medan geografis yang berat hutan lebat, pegunungan tinggi, serta cuaca yang sulit diprediksi. Kondisi ini menjadi tantangan besar, tidak hanya bagi TNI, tetapi juga pemerintah daerah.

Untuk mengatasinya, TNI mengedepankan sinergi lintas sektor serta pemanfaatan teknologi seperti drone dan sistem komunikasi modern guna menjangkau wilayah terpencil.

“Yang tidak kalah penting adalah mentalitas prajurit. Mereka harus kuat, mampu beradaptasi, dan tetap hadir di tengah masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga :  Papua Street Carnival Ajang Tumbuhnya Bakat Baru

Berita Terbaru

Artikel Lainnya