Air Danau Naik, Bukan Berarti Pendidikan Berhenti

“Anak-anak ini butuh pendidikan. Kalau kita mau mencerdaskan generasi emas, pasti ada harga yang harus dibayar.”katanya dengan penuh semangat.

Dulu, ia menggunakan speedboat untuk menjemput para siswa. Namun sebuah musibah membuat perahu mesin itu tenggelam. Kini, hanya dengan perahu dayung sederhana, ia tetap menjalankan tugasnya tanpa keluh.

Di PAUD itu, terdapat 36 anak usia 2 hingga 4 tahun. Sebelum adanya program makan bergizi gratis, kegiatan belajar hanya berlangsung tiga kali dalam seminggu. Kini, anak-anak masuk sekolah lima hari penuh.

Meski air danau terus meninggi selama lebih dari dua minggu terakhir, proses belajar mengajar tetap berjalan. Bahkan program makan bergizi gratis tetap diberikan kepada anak-anak.

Baca Juga :  Pelatihan Komputer Gratis, Berkat Besar bagi Jemaat

Di dalam ruang sederhana itu, para guru mengajar dengan penuh kesabaran. Mereka tidak hanya mengajarkan huruf dan angka, tetapi juga menghadirkan rasa aman di tengah kondisi yang tidak menentu. Sementara di luar, air danau masih perlahan naik.

Kebahagiaan dan keceriaan anak-anak sekolah yang tak memandang Tetang naik turunnya air danau, memberikan motivasi besar bagi dunia pendidikan bahwa apapun yang terjadi pendidikan harus tetap berjalan.

Ungkapan yang sama dilontarkan oleh Bupati Jayapura, Yunus Wonda saat mengantarkan bantuan sembako kepada kampung-kampung yang terdampak naiknya air Danau Sentani.

“Yang bisa merubah dunia adalah pendidikan, apapun yang terjadi pendidikan itu sangat penting,” katanya.

Menurut Yunus, semua orang sukses yang ada di dunia ini, tidak lepas dari pendidikan, maka itu untuk seluruh masyarakat di Kabupaten Jayapura, harus bersama memperhatikan dunia pendidikan. (*/wen)

Baca Juga :  Wabup Jayapura Minta Petugas Sensus Ekonomi Jaga Integritas dan Akurasi Data

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

“Anak-anak ini butuh pendidikan. Kalau kita mau mencerdaskan generasi emas, pasti ada harga yang harus dibayar.”katanya dengan penuh semangat.

Dulu, ia menggunakan speedboat untuk menjemput para siswa. Namun sebuah musibah membuat perahu mesin itu tenggelam. Kini, hanya dengan perahu dayung sederhana, ia tetap menjalankan tugasnya tanpa keluh.

Di PAUD itu, terdapat 36 anak usia 2 hingga 4 tahun. Sebelum adanya program makan bergizi gratis, kegiatan belajar hanya berlangsung tiga kali dalam seminggu. Kini, anak-anak masuk sekolah lima hari penuh.

Meski air danau terus meninggi selama lebih dari dua minggu terakhir, proses belajar mengajar tetap berjalan. Bahkan program makan bergizi gratis tetap diberikan kepada anak-anak.

Baca Juga :  Aset  Milik Pemkot yang Tak Terurus, Ada Praktik Jual Beli dan Sewa

Di dalam ruang sederhana itu, para guru mengajar dengan penuh kesabaran. Mereka tidak hanya mengajarkan huruf dan angka, tetapi juga menghadirkan rasa aman di tengah kondisi yang tidak menentu. Sementara di luar, air danau masih perlahan naik.

Kebahagiaan dan keceriaan anak-anak sekolah yang tak memandang Tetang naik turunnya air danau, memberikan motivasi besar bagi dunia pendidikan bahwa apapun yang terjadi pendidikan harus tetap berjalan.

Ungkapan yang sama dilontarkan oleh Bupati Jayapura, Yunus Wonda saat mengantarkan bantuan sembako kepada kampung-kampung yang terdampak naiknya air Danau Sentani.

“Yang bisa merubah dunia adalah pendidikan, apapun yang terjadi pendidikan itu sangat penting,” katanya.

Menurut Yunus, semua orang sukses yang ada di dunia ini, tidak lepas dari pendidikan, maka itu untuk seluruh masyarakat di Kabupaten Jayapura, harus bersama memperhatikan dunia pendidikan. (*/wen)

Baca Juga :  Tak Bisa Dibaca oleh AI, Pernah Dimintai Pendapat Oleh HRD

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya