10.074 Ekor Satwa Liar Berhasil Diselamatkan, Ajak Semua Pihak Terlibat

Dalam pemaparannya, Kepala BKSDA Papua itu menyebut setidaknya pada tahun 2023 dan 2024 pihaknya telah menyelamatkan setidaknya 10.074 ekor satwa liar, berikut rinciannya:

Pertama, Reptil pada 2023 sebanyak (5.445) ekor diamankan, sementara pada 2024 alami penurunan sebanyak 4.386 ekor. Kedua, Aves atau burung, 2023 sebanyak (190) ekor yang diamankan, sementara pada 2024 menurun sebanyak (38) ekor.

Kemudian, Mamalia, berdasarkan data pada tahun 2023 tidak ada atau (0) yang diamankan, sementara pada 2024 sebanyak (20) ekor yang berhasil diamankan BKSDA Papua.

Di satu sisi kepala BKSDA itu menyebut dampak dari kerusakan tumbuh di Papua selam ini mengakibatkan kerugian ekologis dan ekonomi bagi masyarakat setempat maupun negara.

Baca Juga :  Dua Perusahaan Menunggak PKB, Bappenda Sipkan Langkah Tegas

Menurutnya, perdagangan ilegal satwa liar ini mengancam keanekaragaman hayati beserta ekosistemnya. Ungkapnya upaya untuk melestarikan keanekaragaman hayati di Papua tindak bisa hanya dilakukan BKSDA semata melainkan diperlukannya kerja sama, kolaborasi dari semua pihak.

Jhoni menyatakan harapannya agar dari hasil pertemuan tersebut menjadi sarana membangun sinergi kuat antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha dalam upaya konservasi satwa, khususnya burung Cenderawasih yang merupakan salah satu kekayaan hayati Indonesia terutama di Papua.

“Untuk itu, kami mengajak semua pihak berperan aktif dalam konservasi dan bersama-sama menjaga kelestarian satwa liar melalui tindakan preventif dan represif dalam pengendalian peredaran tumbuhan dan satwa liar di Papua,” tuturnya.

Baca Juga :  Jumlah Pemilih Generasi Z Capai 40 %, Dinilai Berpengaruh pada Perolehan Suara

Dalam pemaparannya, Kepala BKSDA Papua itu menyebut setidaknya pada tahun 2023 dan 2024 pihaknya telah menyelamatkan setidaknya 10.074 ekor satwa liar, berikut rinciannya:

Pertama, Reptil pada 2023 sebanyak (5.445) ekor diamankan, sementara pada 2024 alami penurunan sebanyak 4.386 ekor. Kedua, Aves atau burung, 2023 sebanyak (190) ekor yang diamankan, sementara pada 2024 menurun sebanyak (38) ekor.

Kemudian, Mamalia, berdasarkan data pada tahun 2023 tidak ada atau (0) yang diamankan, sementara pada 2024 sebanyak (20) ekor yang berhasil diamankan BKSDA Papua.

Di satu sisi kepala BKSDA itu menyebut dampak dari kerusakan tumbuh di Papua selam ini mengakibatkan kerugian ekologis dan ekonomi bagi masyarakat setempat maupun negara.

Baca Juga :  Masyarakat Bisa Pantau Hasil Pemilu di TPS Lewat Aplikasi Sirekap Mobile

Menurutnya, perdagangan ilegal satwa liar ini mengancam keanekaragaman hayati beserta ekosistemnya. Ungkapnya upaya untuk melestarikan keanekaragaman hayati di Papua tindak bisa hanya dilakukan BKSDA semata melainkan diperlukannya kerja sama, kolaborasi dari semua pihak.

Jhoni menyatakan harapannya agar dari hasil pertemuan tersebut menjadi sarana membangun sinergi kuat antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha dalam upaya konservasi satwa, khususnya burung Cenderawasih yang merupakan salah satu kekayaan hayati Indonesia terutama di Papua.

“Untuk itu, kami mengajak semua pihak berperan aktif dalam konservasi dan bersama-sama menjaga kelestarian satwa liar melalui tindakan preventif dan represif dalam pengendalian peredaran tumbuhan dan satwa liar di Papua,” tuturnya.

Baca Juga :  Mendagri Lantik Penjabat Gubernur Papua dan Papua Selatan

Berita Terbaru

Artikel Lainnya