Thursday, April 18, 2024
25.7 C
Jayapura

Dibangun Buruh Pelabuhan saat Belanda Berkuasa, Rutin Digelar Pengajian-Kultum

Melihat Aktifitas di Masjid Tertua di Jayapura yang Tetap Pertahankan Tradisi di bulan Ramadan

Mungkin tak banyak yang tahu, salah satu Mesjid tertua yang ada di Kota Jayapura, yakni Mesjid Jami  yang berada di Jalan Percetakan Negara 126, Kelurahan Gurabesi, Distrik Jayapura Utara. Lantas seperti apa kondisi dan aktifitas di masjid ini selama Ramadan?

Laporan: Elfira_Jayapura

Lantunan ayat ayat suci Alquran sahut sahutan dari mulut anak-anak selepas salat azar di Masjid Jami, saat Cenderawasih Pos menyambangi masjid ini,  Kamis (14/3) lalu.

   Masjid Jami dikenal sebagai  masjid tertua di Jayapura yang didirikan pendatang asal Maluku dan Sulawesi yang bekerja sebagai buruh pelabuhan di Hollandia (sebutan lama Kota Jayapura) pada tahun 1943 silam.

Baca Juga :  Dukung Aksi Jalan Sehat,  Astra Edukasi Tekan Angka Kecelakaan

   Sebelum jauh berbicara terkait latar belakang proses pembangunan masjid tertua di Jayapura. Selama ramadan, Masjid yang terletak di kaki perbukitan Jayapura kawasan APO ini kerap diisi dengan kultum dan pengajian. Umat muslim di sekitar masjid ini, dengan suka rela silih berganti datang mengantarkan takjil untuk berbuka puasa.

   “Ada saja orang-orang yang datang mengantar takjil ke masjid ini,” ucap Ketua Pengurus Masjid Jami Kota Jayapura, H M Syaiful

   Kata Syaiful, selain diadakannya pengajian juga kultum selama ramadan. Untuk jumlah rakaat salat sebanyak 23 rakaat, terdiri dari 20 rakaat salat tarawih dan tiga rakaat sholat witir.

“Tidak ada yang berubah di masjid ini dari ramadan ke ramadan, sudah menjadi tradisi sejak dahulu hingga kini. Kita mempertahankan salat 23 rakaat selama ramadan dengan menggunakan bacaan surat surat pendek,” ujarnya.

Baca Juga :  BPBD Siagakan TRC Sampai Distrik

Melihat Aktifitas di Masjid Tertua di Jayapura yang Tetap Pertahankan Tradisi di bulan Ramadan

Mungkin tak banyak yang tahu, salah satu Mesjid tertua yang ada di Kota Jayapura, yakni Mesjid Jami  yang berada di Jalan Percetakan Negara 126, Kelurahan Gurabesi, Distrik Jayapura Utara. Lantas seperti apa kondisi dan aktifitas di masjid ini selama Ramadan?

Laporan: Elfira_Jayapura

Lantunan ayat ayat suci Alquran sahut sahutan dari mulut anak-anak selepas salat azar di Masjid Jami, saat Cenderawasih Pos menyambangi masjid ini,  Kamis (14/3) lalu.

   Masjid Jami dikenal sebagai  masjid tertua di Jayapura yang didirikan pendatang asal Maluku dan Sulawesi yang bekerja sebagai buruh pelabuhan di Hollandia (sebutan lama Kota Jayapura) pada tahun 1943 silam.

Baca Juga :  BPBD Siagakan TRC Sampai Distrik

   Sebelum jauh berbicara terkait latar belakang proses pembangunan masjid tertua di Jayapura. Selama ramadan, Masjid yang terletak di kaki perbukitan Jayapura kawasan APO ini kerap diisi dengan kultum dan pengajian. Umat muslim di sekitar masjid ini, dengan suka rela silih berganti datang mengantarkan takjil untuk berbuka puasa.

   “Ada saja orang-orang yang datang mengantar takjil ke masjid ini,” ucap Ketua Pengurus Masjid Jami Kota Jayapura, H M Syaiful

   Kata Syaiful, selain diadakannya pengajian juga kultum selama ramadan. Untuk jumlah rakaat salat sebanyak 23 rakaat, terdiri dari 20 rakaat salat tarawih dan tiga rakaat sholat witir.

“Tidak ada yang berubah di masjid ini dari ramadan ke ramadan, sudah menjadi tradisi sejak dahulu hingga kini. Kita mempertahankan salat 23 rakaat selama ramadan dengan menggunakan bacaan surat surat pendek,” ujarnya.

Baca Juga :  Dua Kasus Narkoba dengan Berat 7 Kg, Ganja Banyak Disuplai dari PNG   

Berita Terbaru

Artikel Lainnya