Wednesday, February 18, 2026
26.3 C
Jayapura

Permintaan PNG dan Negara Asia Dongkrak Ekspor Jayapura, Tembus Rp92,9 Miliar

JAYAPURA-Kinerja ekspor melalui Kantor Bea Cukai Jayapura sepanjang tahun 2025 menunjukkan lonjakan signifikan. Nilai ekspor tercatat mencapai Rp92.931.169.629 atau Rp92,9 miliar, meningkat 97,75 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp46,9 miliar.

Kepala Kantor Bea Cukai Jayapura, Fungki Awaludin mengatakan peningkatan ini didorong tingginya permintaan dari sejumlah negara tujuan ekspor seperti Papua New Guinea (PNG), Jepang, Cina, dan Amerika Serikat.

“Komoditas ekspor paling dominan ke Papua New Guinea berupa makanan, minuman, dan kebutuhan rumah tangga lainnya dengan nilai mencapai sekitar Rp59 miliar,” ungkapnya, Kamis (12/2).

Menurut Fungki, kenaikan nilai ekspor tersebut terjadi karena meningkatnya permintaan berbagai komoditas, terutama bahan makanan dan suku cadang kendaraan.

Baca Juga :  Bidan di Papua Baru Terisi 52 Persen

Untuk menjaga tren positif ini, Bea Cukai Jayapura terus melakukan pendampingan kepada para pelaku usaha. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui layanan klinik ekspor, yang membantu pengusaha memahami prosedur dan persyaratan ekspor agar proses berjalan lancar tanpa kendala.

“Peluang ekspor ke PNG sangat terbuka. Selain memenuhi kebutuhan negara tersebut, produk dari Jayapura juga berpotensi menjangkau negara-negara Pasifik lainnya,” jelasnya.

JAYAPURA-Kinerja ekspor melalui Kantor Bea Cukai Jayapura sepanjang tahun 2025 menunjukkan lonjakan signifikan. Nilai ekspor tercatat mencapai Rp92.931.169.629 atau Rp92,9 miliar, meningkat 97,75 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp46,9 miliar.

Kepala Kantor Bea Cukai Jayapura, Fungki Awaludin mengatakan peningkatan ini didorong tingginya permintaan dari sejumlah negara tujuan ekspor seperti Papua New Guinea (PNG), Jepang, Cina, dan Amerika Serikat.

“Komoditas ekspor paling dominan ke Papua New Guinea berupa makanan, minuman, dan kebutuhan rumah tangga lainnya dengan nilai mencapai sekitar Rp59 miliar,” ungkapnya, Kamis (12/2).

Menurut Fungki, kenaikan nilai ekspor tersebut terjadi karena meningkatnya permintaan berbagai komoditas, terutama bahan makanan dan suku cadang kendaraan.

Baca Juga :  Satu Tukang Ojek Tewas Ditembak Penumpangnya

Untuk menjaga tren positif ini, Bea Cukai Jayapura terus melakukan pendampingan kepada para pelaku usaha. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui layanan klinik ekspor, yang membantu pengusaha memahami prosedur dan persyaratan ekspor agar proses berjalan lancar tanpa kendala.

“Peluang ekspor ke PNG sangat terbuka. Selain memenuhi kebutuhan negara tersebut, produk dari Jayapura juga berpotensi menjangkau negara-negara Pasifik lainnya,” jelasnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya