Sunday, January 4, 2026
26.4 C
Jayapura

Berlanjut ke Proses Hukum

Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Aaron Rumainum

Sementara Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Aaron Rumainum menjelaskan, sebelum kejadian, kondisi pasien terpantau stabil. Sekira pukul 02.30 WIT, tekanan darah ibu dalam kondisi baik, demikian pula dengan kondisi janin yang menunjukkan detak jantung normal.

ā€œPada saat itu kondisi ibu baik, tensi normal, dan detak jantung janin juga bagus. Namun ada kondisi tertentu yang tidak bisa diprediksi dan kasus ini tergolong langka,ā€ ujar Aaron, saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Senin (29/12).

Ia menegaskan bahwa dalam penanganan pasien tidak terjadi penolakan oleh pihak rumah sakit. ā€œDokter kandungan ada dan selalu siaga. Pasien tetap ditangani sesuai prosedur medis,ā€ katanya.

Menurut dr Aaron, kasus ini berbeda dengan kasus kematian ibu hamil atas nama Irene Sokoy. Dalam kasus di RS Marthen Indey, tenaga medis lengkap berada di lokasi, pasien dalam penanganan dokter dan bidan, serta suami pasien selalu mendampingi.

Baca Juga :  Rangkaian Uji Klinis Vaksin Baru Selesai Mei 2021

ā€œDari hasil penilaian Dinas Kesehatan, tidak ditemukan kesalahan dalam penanganan oleh pihak rumah sakit,ā€ jelasnya.

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat kekurangan pada sistem pelayanan kesehatan di Papua, khususnya belum optimalnya pelaksanaan Audit Maternal Perinatal dan Surveilans Respon (AMP-SR) pada setiap kasus kematian ibu melahirkan. Rumainum menjelaskan, AMP-SR merupakan kegiatan penting dalam upaya menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).

Audit ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam penyebab kematian serta merumuskan rekomendasi perbaikan sistem pelayanan.

ā€œAudit ini tidak bersifat menghakimi dan tidak menyalahkan individu. Fokusnya adalah perbaikan sistem, dan ini yang selama ini belum berjalan optimal di Papua,ā€ tegasnya.

Baca Juga :  Operasi Kanker Payudara, RSUD Jayapura Gunakan Metode VABB

Ia berharap, melalui kasus ini, pelaksanaan AMP-SR dapat diperkuat dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk rumah sakit, Dinas Kesehatan, dan organisasi profesi, khususnya Persatuan Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan.

ā€œAMP-SR harus dilakukan pada setiap kasus kematian ibu melahirkan agar menjadi pembelajaran bersama,ā€ ujarnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Aaron Rumainum

Sementara Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Aaron Rumainum menjelaskan, sebelum kejadian, kondisi pasien terpantau stabil. Sekira pukul 02.30 WIT, tekanan darah ibu dalam kondisi baik, demikian pula dengan kondisi janin yang menunjukkan detak jantung normal.

ā€œPada saat itu kondisi ibu baik, tensi normal, dan detak jantung janin juga bagus. Namun ada kondisi tertentu yang tidak bisa diprediksi dan kasus ini tergolong langka,ā€ ujar Aaron, saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Senin (29/12).

Ia menegaskan bahwa dalam penanganan pasien tidak terjadi penolakan oleh pihak rumah sakit. ā€œDokter kandungan ada dan selalu siaga. Pasien tetap ditangani sesuai prosedur medis,ā€ katanya.

Menurut dr Aaron, kasus ini berbeda dengan kasus kematian ibu hamil atas nama Irene Sokoy. Dalam kasus di RS Marthen Indey, tenaga medis lengkap berada di lokasi, pasien dalam penanganan dokter dan bidan, serta suami pasien selalu mendampingi.

Baca Juga :  SMAN 4 Jayapura Ajak Anak Panti Asuhan Rayakan Natal Bersama

ā€œDari hasil penilaian Dinas Kesehatan, tidak ditemukan kesalahan dalam penanganan oleh pihak rumah sakit,ā€ jelasnya.

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat kekurangan pada sistem pelayanan kesehatan di Papua, khususnya belum optimalnya pelaksanaan Audit Maternal Perinatal dan Surveilans Respon (AMP-SR) pada setiap kasus kematian ibu melahirkan. Rumainum menjelaskan, AMP-SR merupakan kegiatan penting dalam upaya menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).

Audit ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam penyebab kematian serta merumuskan rekomendasi perbaikan sistem pelayanan.

ā€œAudit ini tidak bersifat menghakimi dan tidak menyalahkan individu. Fokusnya adalah perbaikan sistem, dan ini yang selama ini belum berjalan optimal di Papua,ā€ tegasnya.

Baca Juga :  Nakes Merasa Dianaktirikan

Ia berharap, melalui kasus ini, pelaksanaan AMP-SR dapat diperkuat dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk rumah sakit, Dinas Kesehatan, dan organisasi profesi, khususnya Persatuan Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan.

ā€œAMP-SR harus dilakukan pada setiap kasus kematian ibu melahirkan agar menjadi pembelajaran bersama,ā€ ujarnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya