Saturday, November 29, 2025
28.5 C
Jayapura

Yahukimo Tegang, Seorang Pelajar Dilaporkan Tewas Terkena Serpihan Bom

JAYAPURA – Mahasiswa asal Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan yang sedang menempuh studi di Kota Jayapura mengecam kejadian yang terjadi pada, 25 November 2025, dimana aparat keamanan diduga melepaskan bom saat melakukan pengejaran terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Dan akibatnya dua orang menjadi korban dimana satunya bernama Listin Atis Sam yang berstatus pelajar meninggal dunia sedangkan satunya lagi dalam kondisi kritis.

“Aparat itu telah menyalahgunakan senjata api di daerah konflik yang mengakibatkan warga sipil tewas,” kata Yoti Loho Ketua BEM FKM Uncen kepada Cenderawasih Pos Kamis (27/11).

Dikatakan perwakilan mahasiswa ini tindakan sewenang-wenang ini itu bukan hal tetapi sering terjadi. Karena itu pihaknya mengecam keras atas tindakan aparat itu dan meminta pemerintah setempat untuk segera menghentikan penyisiran.

Baca Juga :  Komnas HAM Pastikan Tak Ada Konspirasi

“Kami mahasiswa Yahukimo mendesak Kapolres dan Kodim 1715 Yahukimo segera menghentikan penyisiran dan penangkapan liar terhadap rakyat Yahukimo. Kami kasih peringatan, hentikan penangkapan dan interogasi terhadap warga yang tidak memiliki KTP,” tegas Yoti Loho.

Lanjut Ketua BEM FKM Uncen itu meminta pemerintah untuk segera mengusut tuntas pelaku penembakan dan pemboman terhadap masyarakat sipil di wilayah tersebut. Sebut Yoti kondisi saat ini di kabupaten Yahukimo telah terjadi darurat kemanusiaan. Selain nyawa melayang, kekerasan yang terjadi saat ini di Yahukimo juga menyiksakan trauma mendalam, kecemasan, dan ketakutan berkepanjangan bagi para korban.

JAYAPURA – Mahasiswa asal Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan yang sedang menempuh studi di Kota Jayapura mengecam kejadian yang terjadi pada, 25 November 2025, dimana aparat keamanan diduga melepaskan bom saat melakukan pengejaran terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Dan akibatnya dua orang menjadi korban dimana satunya bernama Listin Atis Sam yang berstatus pelajar meninggal dunia sedangkan satunya lagi dalam kondisi kritis.

“Aparat itu telah menyalahgunakan senjata api di daerah konflik yang mengakibatkan warga sipil tewas,” kata Yoti Loho Ketua BEM FKM Uncen kepada Cenderawasih Pos Kamis (27/11).

Dikatakan perwakilan mahasiswa ini tindakan sewenang-wenang ini itu bukan hal tetapi sering terjadi. Karena itu pihaknya mengecam keras atas tindakan aparat itu dan meminta pemerintah setempat untuk segera menghentikan penyisiran.

Baca Juga :  Simpatisan KKB Kembali Berulah

“Kami mahasiswa Yahukimo mendesak Kapolres dan Kodim 1715 Yahukimo segera menghentikan penyisiran dan penangkapan liar terhadap rakyat Yahukimo. Kami kasih peringatan, hentikan penangkapan dan interogasi terhadap warga yang tidak memiliki KTP,” tegas Yoti Loho.

Lanjut Ketua BEM FKM Uncen itu meminta pemerintah untuk segera mengusut tuntas pelaku penembakan dan pemboman terhadap masyarakat sipil di wilayah tersebut. Sebut Yoti kondisi saat ini di kabupaten Yahukimo telah terjadi darurat kemanusiaan. Selain nyawa melayang, kekerasan yang terjadi saat ini di Yahukimo juga menyiksakan trauma mendalam, kecemasan, dan ketakutan berkepanjangan bagi para korban.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya