TPNPB Bertanggungjawab Atas Pembakaran Fasilitas Umum

JAYAPURA–Manajemen Markas Pusat Komnas Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengklaim telah melakukan pembakaran terhadap fasilitas yang disebut sebagai Terminal 88 milik aparat dan agen intelijen pemerintah Indonesia di pusat Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo. Aksi tersebut diklaim terjadi dalam operasi yang berlangsung pada 24–25 Mei 2026.

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, dalam keterangannya pada Senin (25/5), menyatakan bahwa pihaknya juga bertanggung jawab atas sejumlah aksi pembakaran sekolah serta penyerangan yang disebut menewaskan lebih dari 10 orang yang dituduh sebagai agen intelijen militer yang menyamar sebagai pendulang emas ilegal.

Sebby mengatakan operasi tersebut dipimpin oleh sejumlah pimpinan TPNPB Kodap XVI Yahukimo, yakni Mayor Kopitua Heluka, Mayor Kumis Passe, Mayor Dejang Heluka, dan Lampion Heluka. “Kami siap bertanggung jawab penuh atas kerusakan fasilitas umum di Tanah Papua,” ujar Sebby Sambom.

Baca Juga :  Tetap Demo, Mahasiswa Minta Polisi Tidak Batasi Hak Demokrasi

TPNPB Kodap XVI Yahukimo juga lanjut Sebby mengancam akan terus melakukan patroli dan operasi terhadap aparat keamanan serta pihak yang mereka sebut sebagai agen intelijen di wilayah Yahukimo. Selain itu, kelompok tersebut menyatakan penolakan terhadap seluruh pembangunan infrastruktur pemerintah di Papua, termasuk jalan, jembatan, perumahan, dan fasilitas pendidikan.

JAYAPURA–Manajemen Markas Pusat Komnas Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengklaim telah melakukan pembakaran terhadap fasilitas yang disebut sebagai Terminal 88 milik aparat dan agen intelijen pemerintah Indonesia di pusat Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo. Aksi tersebut diklaim terjadi dalam operasi yang berlangsung pada 24–25 Mei 2026.

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, dalam keterangannya pada Senin (25/5), menyatakan bahwa pihaknya juga bertanggung jawab atas sejumlah aksi pembakaran sekolah serta penyerangan yang disebut menewaskan lebih dari 10 orang yang dituduh sebagai agen intelijen militer yang menyamar sebagai pendulang emas ilegal.

Sebby mengatakan operasi tersebut dipimpin oleh sejumlah pimpinan TPNPB Kodap XVI Yahukimo, yakni Mayor Kopitua Heluka, Mayor Kumis Passe, Mayor Dejang Heluka, dan Lampion Heluka. “Kami siap bertanggung jawab penuh atas kerusakan fasilitas umum di Tanah Papua,” ujar Sebby Sambom.

Baca Juga :  Datangkan Sabu dan Ganja, Seorang Pria Diciduk Polisi di Entrop

TPNPB Kodap XVI Yahukimo juga lanjut Sebby mengancam akan terus melakukan patroli dan operasi terhadap aparat keamanan serta pihak yang mereka sebut sebagai agen intelijen di wilayah Yahukimo. Selain itu, kelompok tersebut menyatakan penolakan terhadap seluruh pembangunan infrastruktur pemerintah di Papua, termasuk jalan, jembatan, perumahan, dan fasilitas pendidikan.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya