Tanpa Penonton, Persipura Kembali ke Mandala

Daftarkan Satu Stadion di Pulau Jawa

JAYAPURA – Manajer Persipura Jayapura, Owen Rahadiyan mengaku sudah memiliki rencana jika banding mereka ditolak oleh Komite Banding PSSI.
Persipura masih melakukan banding atas sanksi tanpa penonton dalam laga kandang selama satu musim penuh. Persipura berharap ada keringan dari sanksi tersebut.

Namun jika banding mereka ditolak, Persipura sudah memiliki opsi lain. Bermarkas di luar Papua dinilai sebuah pilihan yang paling realistis.
Jika tanpa penonton, Persipura tentu dirugikan dari sisi pendapatan klub. Sebab musim lalu, Persipura mendapatkan keuntungan besar dari penjualan karcis penonton.

Selain itu, Persipura juga akan kehilangan dukungan pemain ke-12 mereka. Secara mental tentu berdampak terhadap permainan tim di lapangan yang selama ini mendapatkan dukungan penuh dari para suporter.

Baca Juga :  Fisik, Taktik dan Teknik Digabung

Jika bermain di luar atau di Pulau Jawa, setidaknya menghemat finansial klub dari pengeluaran pulang-pergi. Sebab bermain di Papua dan di Pulau Jawa rasanya tetap sama karena tanpa penonton.

Sehingga Owen akan mendaftar dua stadion home untuk musim depan. Satu di Papua dan satunya di Pulau Jawa. “Tapi saya masih belum tahu di lapangan mana yang kita daftarkan, tapi yang pasti satu di Jawa dan satu di Papua,” ungkap Owen, Selasa (26/5).

Tapi Owen juga memastikan bahwa tidak semua pertandingan kandang akan mereka gelar di Jawa. Beberapa pertandingan nantinya tetap dilaksanakan di Papua.

“Walaupun sampai ketentuan harus tidak ada penonton, tidak mungkin 100 persen di Jawa juga. Karena bagaimanapun saya harus membawa anak-anak main di Papua juga,” ujarnya.

Baca Juga :  Rizky Putra Tak Menyangka Jadi Kiper Utama

Daftarkan Satu Stadion di Pulau Jawa

JAYAPURA – Manajer Persipura Jayapura, Owen Rahadiyan mengaku sudah memiliki rencana jika banding mereka ditolak oleh Komite Banding PSSI.
Persipura masih melakukan banding atas sanksi tanpa penonton dalam laga kandang selama satu musim penuh. Persipura berharap ada keringan dari sanksi tersebut.

Namun jika banding mereka ditolak, Persipura sudah memiliki opsi lain. Bermarkas di luar Papua dinilai sebuah pilihan yang paling realistis.
Jika tanpa penonton, Persipura tentu dirugikan dari sisi pendapatan klub. Sebab musim lalu, Persipura mendapatkan keuntungan besar dari penjualan karcis penonton.

Selain itu, Persipura juga akan kehilangan dukungan pemain ke-12 mereka. Secara mental tentu berdampak terhadap permainan tim di lapangan yang selama ini mendapatkan dukungan penuh dari para suporter.

Baca Juga :  KM Dobonsolo Masuk Galangan, Persiapan Layani Angkutan Lebaran

Jika bermain di luar atau di Pulau Jawa, setidaknya menghemat finansial klub dari pengeluaran pulang-pergi. Sebab bermain di Papua dan di Pulau Jawa rasanya tetap sama karena tanpa penonton.

Sehingga Owen akan mendaftar dua stadion home untuk musim depan. Satu di Papua dan satunya di Pulau Jawa. “Tapi saya masih belum tahu di lapangan mana yang kita daftarkan, tapi yang pasti satu di Jawa dan satu di Papua,” ungkap Owen, Selasa (26/5).

Tapi Owen juga memastikan bahwa tidak semua pertandingan kandang akan mereka gelar di Jawa. Beberapa pertandingan nantinya tetap dilaksanakan di Papua.

“Walaupun sampai ketentuan harus tidak ada penonton, tidak mungkin 100 persen di Jawa juga. Karena bagaimanapun saya harus membawa anak-anak main di Papua juga,” ujarnya.

Baca Juga :  Peringatan HBP Ke 60, Momen Komitmen Hadapi Tantangan ke Depan

Berita Terbaru

Artikel Lainnya