Sementara, dari pihak mahasiswa setidaknya sembilan (9) orang yang mengalami luka-luka. Tak dijelaskan secara detail sembilan orang mahasiswa tersebut mengalami luka, namun yang pasti kondisi telah baik-baik saja.
“Data yang kita dapat ada sembilan orang yang mengalami luka, tapi blm pasti mereka mengalami luka-luka, kondisi baik-baik saja,” singkat Ronal Mirna, salah satu korlap dalam aksi tersebut kepada Cenderawasih Pos, Senin (27/4).
Lebih lanjut kata Kapolresta pihaknya tidak melarang aksi penyampaian pendapat, namun melarang longmarch karena dinilai mengganggu ketertiban umum.
“Pada dasarnya kami tidak melarang untuk menyampaikan pendapat, namun yang kami larang adalah melakukan longmarch. Kita tahu bersama bahwa Kota Jayapura memiliki riwayat kelam terkait aksi longmarch,” ujarnya
.
Kapolresta juga membantah terkait dengan video beredar di Media sosial yang memperlihatkan satu unit mobil taksi dibakar oleh masa aksi. Jelasnya, kondisi itu terjadi karena ketidak sengajaan masa aksi saat melakukan perlawanan kepada aparat dengan melempar batu yang menyasar ke mobil.
”Tidak ada kendaraan yang terbakar,” pungkasnya. (jim)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Sementara, dari pihak mahasiswa setidaknya sembilan (9) orang yang mengalami luka-luka. Tak dijelaskan secara detail sembilan orang mahasiswa tersebut mengalami luka, namun yang pasti kondisi telah baik-baik saja.
“Data yang kita dapat ada sembilan orang yang mengalami luka, tapi blm pasti mereka mengalami luka-luka, kondisi baik-baik saja,” singkat Ronal Mirna, salah satu korlap dalam aksi tersebut kepada Cenderawasih Pos, Senin (27/4).
Lebih lanjut kata Kapolresta pihaknya tidak melarang aksi penyampaian pendapat, namun melarang longmarch karena dinilai mengganggu ketertiban umum.
“Pada dasarnya kami tidak melarang untuk menyampaikan pendapat, namun yang kami larang adalah melakukan longmarch. Kita tahu bersama bahwa Kota Jayapura memiliki riwayat kelam terkait aksi longmarch,” ujarnya
.
Kapolresta juga membantah terkait dengan video beredar di Media sosial yang memperlihatkan satu unit mobil taksi dibakar oleh masa aksi. Jelasnya, kondisi itu terjadi karena ketidak sengajaan masa aksi saat melakukan perlawanan kepada aparat dengan melempar batu yang menyasar ke mobil.
”Tidak ada kendaraan yang terbakar,” pungkasnya. (jim)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q