Konflik Wouma Berakhir Damai, Dua Kelompok Patah Panah

Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Jayawijaya Herman Doga mengajak seluruh masyarakat menghentikan konflik dan kembali menjaga nilai persaudaraan serta kasih. “Konflik ini adalah perang saudara. Kita semua berharap pertikaian ini dihentikan agar masyarakat adat tetap hidup damai dan takut akan Tuhan,” ujarnya. Senada dengan itu, Ketua LMA Lanny Jaya Tias U. Kogoya berharap masyarakat dapat kembali ke rumah masing-masing dan tidak lagi terlibat dalam pertikaian. “Kami ingin setelah proses adat ini selesai, masyarakat kembali dengan aman dan Kota Wamena kembali damai,” katanya.

Dalam prosesi perdamaian tersebut, perwakilan kedua kelompok secara simbolis mematahkan panah sebagai tanda penghentian konflik. Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan surat kesepakatan damai yang berisi komitmen bersama untuk menghentikan aksi kekerasan, menjaga persaudaraan, serta menyelesaikan persoalan melalui mekanisme hukum dan adat. (rel/ade)

Baca Juga :  Hari ini, DPD Demokrat Papua Pendaftaran Cabup dan Cawabup

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Jayawijaya Herman Doga mengajak seluruh masyarakat menghentikan konflik dan kembali menjaga nilai persaudaraan serta kasih. “Konflik ini adalah perang saudara. Kita semua berharap pertikaian ini dihentikan agar masyarakat adat tetap hidup damai dan takut akan Tuhan,” ujarnya. Senada dengan itu, Ketua LMA Lanny Jaya Tias U. Kogoya berharap masyarakat dapat kembali ke rumah masing-masing dan tidak lagi terlibat dalam pertikaian. “Kami ingin setelah proses adat ini selesai, masyarakat kembali dengan aman dan Kota Wamena kembali damai,” katanya.

Dalam prosesi perdamaian tersebut, perwakilan kedua kelompok secara simbolis mematahkan panah sebagai tanda penghentian konflik. Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan surat kesepakatan damai yang berisi komitmen bersama untuk menghentikan aksi kekerasan, menjaga persaudaraan, serta menyelesaikan persoalan melalui mekanisme hukum dan adat. (rel/ade)

Baca Juga :  ULMWP Menyeruhkan Masyarakat Internasional Melihat Krisis Kemanusiaan di Papua

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya