Pasukan Khusus Diturunkan ke Lokasi Penambangan

Satgas ODC Sebut Ancaman TPN OPM Bukan Hal Baru

JAYAPURA–Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz (ODC) menegaskan ancaman Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menyatakan akan menembak pesawat pengangkut aparat ke Papua merupakan pola lama yang kerap dilakukan untuk menebar teror dan menunjukkan eksistensi.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan ancaman tersebut tidak perlu ditanggapi secara berlebihan karena sudah sering dilakukan oleh kelompok tersebut. “Teror-teror seperti itu sudah biasa. Abaikan saja, tidak usah ditanggapi berlebihan. Mereka memang selalu mengancam untuk menebar ketakutan di masyarakat,” ujar Yusuf kepada wartawan, Senin (25/5)

Selain menanggapi ancaman KKB, Yusuf juga menjelaskan perkembangan proses evakuasi para pendulang emas yang menjadi korban penyerangan KKB di wilayah Kabupaten Boven Digoel. Menurutnya, saat ini sekitar 100 personel telah dikerahkan menuju lokasi guna melakukan evakuasi serta mengantisipasi kemungkinan adanya serangan susulan.

Baca Juga :  Cepos dan Pemkab Keerom Siap Gelar Pelatihan Jurnalistik

“Personel sudah dikerahkan ke sana sekitar 100 orang. Kami juga mengantisipasi kemungkinan aksi lanjutan di wilayah pendulangan,” katanya. Adapun Proses evakuasi, aparat kepolisian sementara menggunakan jalur sungai dengan perahu. Sedangkan keterlibatan helikopter masih menunggu koordinasi lebih lanjut dengan pihak TNI.

“Sementara kami menggunakan perahu untuk evakuasi. Kalau dari TNI kami belum tahu,” katanya. Dalam proses evakuasi aparat menghadapi berbagai kendala salah satunya kondisi geografis dan jarak tempuh menuju lokasi yang sangat sulit. “Geografisnya berat, hutan lebat dan jaraknya juga sangat jauh, itu yang menjadi kendala utama,” katanya.

Aparat keamanan tidak memiliki pos maupun personel tetap di lokasi kejadian karena medan yang berat dan berada di tengah hutan lebat. “Disana memang tidak ada anggota yang berjaga karena lokasinya sangat jauh di tengah hutan,” ujarnya. Meski demikian, koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Boven Digoel terus dilakukan, termasuk dalam penanganan para korban yang berhasil dievakuasi.

Baca Juga :  Numbuk Kembali Menanduk, 2 Prajurit TNI Gugur

Satgas ODC Sebut Ancaman TPN OPM Bukan Hal Baru

JAYAPURA–Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz (ODC) menegaskan ancaman Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menyatakan akan menembak pesawat pengangkut aparat ke Papua merupakan pola lama yang kerap dilakukan untuk menebar teror dan menunjukkan eksistensi.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan ancaman tersebut tidak perlu ditanggapi secara berlebihan karena sudah sering dilakukan oleh kelompok tersebut. “Teror-teror seperti itu sudah biasa. Abaikan saja, tidak usah ditanggapi berlebihan. Mereka memang selalu mengancam untuk menebar ketakutan di masyarakat,” ujar Yusuf kepada wartawan, Senin (25/5)

Selain menanggapi ancaman KKB, Yusuf juga menjelaskan perkembangan proses evakuasi para pendulang emas yang menjadi korban penyerangan KKB di wilayah Kabupaten Boven Digoel. Menurutnya, saat ini sekitar 100 personel telah dikerahkan menuju lokasi guna melakukan evakuasi serta mengantisipasi kemungkinan adanya serangan susulan.

Baca Juga :  BEM Uncen: Stop Tutup Ruang Demokrasi dan Kriminalisasi Aktivis dan Mahasiswa

“Personel sudah dikerahkan ke sana sekitar 100 orang. Kami juga mengantisipasi kemungkinan aksi lanjutan di wilayah pendulangan,” katanya. Adapun Proses evakuasi, aparat kepolisian sementara menggunakan jalur sungai dengan perahu. Sedangkan keterlibatan helikopter masih menunggu koordinasi lebih lanjut dengan pihak TNI.

“Sementara kami menggunakan perahu untuk evakuasi. Kalau dari TNI kami belum tahu,” katanya. Dalam proses evakuasi aparat menghadapi berbagai kendala salah satunya kondisi geografis dan jarak tempuh menuju lokasi yang sangat sulit. “Geografisnya berat, hutan lebat dan jaraknya juga sangat jauh, itu yang menjadi kendala utama,” katanya.

Aparat keamanan tidak memiliki pos maupun personel tetap di lokasi kejadian karena medan yang berat dan berada di tengah hutan lebat. “Disana memang tidak ada anggota yang berjaga karena lokasinya sangat jauh di tengah hutan,” ujarnya. Meski demikian, koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Boven Digoel terus dilakukan, termasuk dalam penanganan para korban yang berhasil dievakuasi.

Baca Juga :  10 Mahasiswa Indonesia Asal Papua di AS Lulus Kuliah di Tengah Pandemi

Berita Terbaru

Artikel Lainnya