Seminggu Sang Anak Tewas, Seorang Ibu Minta Keadilan

Sempat Ramai di Tiktok Lakukan Tabur Bunga di Lokasi Kejadian

JAYAPURA – Cerita kehilangan dialami seorang ibu bernama Uly Sampe Mulyana. Sang anak tertua bernama Kevin Febrian Chen akhirnya menghembuskan nafas terakhis di RS Yowari Sentani usai mengalami kecelakaan di Jl Sentani-Abepura tepatnya disekitar Jl Dunlop.

Ia diduga disenggol mobil TNI yang ketika itu sedang berjalan beriringan menuju pada Minggu (14/6) sekira pukul 20.56 WIT. Mirisnya meski kejadian ini sudah seminggu terjadi namun ia tidak juga mengetahui siapa yang menabrak. Beberapa kali ia mencoba untuk mencari tahu namun respon yang diterima dirasa pasif. Kasus kecelakaan ini sempat ramai di media sosial Tiktok termasuk Facebook karena banyak yang mengomentari dan merepost ketika sang ibu melakukan tabur bunga di lokasi kejadian.

Hingga beberapa bukti muncul lewat CCTV dan juga pengakuan warga. “Saya hanya ingin keadilan untuk anak saya. Yang menabrak harus bertanggungjawab dan menerima sanksi hukum,” kata Uly saat ditemui di Entrop, Senin (22/6).

Ia sendiri baru saja mendatangi Kantor Pomdam di Paldam untuk menanyakan soal kasus ini namun ternyata belum mendapatkan kabar positif. Uly didampingi kuasa hukumnya, Tarsisius Hantang SH, MH bercerita bahwa malam kejadian sang anak menggunakan motor melintas di Hawai, Sentani.

Baca Juga :  Johannes Rettob: Waktu Akan Membuktikan

Kevin melaju dari arah Hawai menuju Sentani dan setibanya di TKP iring-iringan mobil TNI melintas. Dan dari CCTV terlihat jika sang anak sempat tersenggol kemudian terjatuh dan tergeletak di jalan dengan kondisi mengenaskan. Darah mengalir dari telinga dan hidung. Hanya saja mobil yang menyenggol ini terus melaju tanpa menggubris kejadian tersebut.

Selang beberapa detik kemudian beberapa mobil TNI lainnya yang berada di belakang berhenti di lokasi dan saat itu wargai mulai berkerumun. “Tapi bukan mobil yang senggol melainkan mobil yang masuk iring-iringan,” kata Uly. Setelah sang anak dilarikan ke RS Yowari ia sempat melihat beberapa personel POM berada tak jauh dari ruang jenasah namun tak satupun yang membangun komunikasi.

Malam itu sang ibu, Uly menunggu hasil visum dan akhirnya diketahui jika tangan sang anak patah kemudian lebam memanjang di bagian rusuk dan disitu ada bekas ban. Diduga jika sang anak sempat tersenggol kemudian jatuh dan terlindas.

“Kami pihak keluarga kecewa sekali. Saat di rumah sakit, hingga pemakaman dan juga setelah satu minggu kasus ini terjadi ternyata tak satupun pihak TNI yang datang untuk mengklarifikasi,” ceritanya. Ia sempat mendatangi Polsek Sentani dan akhirnya mendapat informasi jika kasus kecelakaan ini telah dilimpahkan ke Pomdam.

Baca Juga :  Pemkab Gelar Pasar Murah di 3 Distrik

“Kami sudah berupaya mengkonfirmasi langsung dan ternyata kasus ini belum ada tindakan apa-apa. Tadi bertemu Kasi Penyidik Mayor Cpm Joko namun dikatakan belum ada penyelidikan sama sekali. Katanya pihak Pomdam masih menunggu petunjuk dari komandannya yang masih di luar daerah,” jelas Tarsisius.

Pihak keluarga korban meminta ini bisa segera ditindaklanjuti mengingat kejadian sudah berlalu 1 minggu dan selama itu pula ibu korban yang harus mondar mandir menanyakan kasus kematian anaknya sementara terduga pelaku dari pihak TNI sama sekali tidak ada respon dan hanya menunggu.

“Kami minta POM ini profesional agar ada keadilan bagi keluarga korban dan satu lagi pihak keluarga tidak meminta damai sehingga harus tetap diproses hukum apalagi selama suasana duka tak ada satupun anggota TNI yang datang memberikan penjelasan terkait kejadian ini,” imbuh Tarsisius. “Terus terang kami kaget kok kasus ini lama ternyata sama sekali belum dimulai penyelidikan makanya tidak ada langkah-langkah apapun. Kami mohon kasus ini bisa segera diatensi,” tegasnya. (ade)

Sempat Ramai di Tiktok Lakukan Tabur Bunga di Lokasi Kejadian

JAYAPURA – Cerita kehilangan dialami seorang ibu bernama Uly Sampe Mulyana. Sang anak tertua bernama Kevin Febrian Chen akhirnya menghembuskan nafas terakhis di RS Yowari Sentani usai mengalami kecelakaan di Jl Sentani-Abepura tepatnya disekitar Jl Dunlop.

Ia diduga disenggol mobil TNI yang ketika itu sedang berjalan beriringan menuju pada Minggu (14/6) sekira pukul 20.56 WIT. Mirisnya meski kejadian ini sudah seminggu terjadi namun ia tidak juga mengetahui siapa yang menabrak. Beberapa kali ia mencoba untuk mencari tahu namun respon yang diterima dirasa pasif. Kasus kecelakaan ini sempat ramai di media sosial Tiktok termasuk Facebook karena banyak yang mengomentari dan merepost ketika sang ibu melakukan tabur bunga di lokasi kejadian.

Hingga beberapa bukti muncul lewat CCTV dan juga pengakuan warga. “Saya hanya ingin keadilan untuk anak saya. Yang menabrak harus bertanggungjawab dan menerima sanksi hukum,” kata Uly saat ditemui di Entrop, Senin (22/6).

Ia sendiri baru saja mendatangi Kantor Pomdam di Paldam untuk menanyakan soal kasus ini namun ternyata belum mendapatkan kabar positif. Uly didampingi kuasa hukumnya, Tarsisius Hantang SH, MH bercerita bahwa malam kejadian sang anak menggunakan motor melintas di Hawai, Sentani.

Baca Juga :  Egianus Kogoya Dimanfaatkan Untuk Kacaukan Nduga

Kevin melaju dari arah Hawai menuju Sentani dan setibanya di TKP iring-iringan mobil TNI melintas. Dan dari CCTV terlihat jika sang anak sempat tersenggol kemudian terjatuh dan tergeletak di jalan dengan kondisi mengenaskan. Darah mengalir dari telinga dan hidung. Hanya saja mobil yang menyenggol ini terus melaju tanpa menggubris kejadian tersebut.

Selang beberapa detik kemudian beberapa mobil TNI lainnya yang berada di belakang berhenti di lokasi dan saat itu wargai mulai berkerumun. “Tapi bukan mobil yang senggol melainkan mobil yang masuk iring-iringan,” kata Uly. Setelah sang anak dilarikan ke RS Yowari ia sempat melihat beberapa personel POM berada tak jauh dari ruang jenasah namun tak satupun yang membangun komunikasi.

Malam itu sang ibu, Uly menunggu hasil visum dan akhirnya diketahui jika tangan sang anak patah kemudian lebam memanjang di bagian rusuk dan disitu ada bekas ban. Diduga jika sang anak sempat tersenggol kemudian jatuh dan terlindas.

“Kami pihak keluarga kecewa sekali. Saat di rumah sakit, hingga pemakaman dan juga setelah satu minggu kasus ini terjadi ternyata tak satupun pihak TNI yang datang untuk mengklarifikasi,” ceritanya. Ia sempat mendatangi Polsek Sentani dan akhirnya mendapat informasi jika kasus kecelakaan ini telah dilimpahkan ke Pomdam.

Baca Juga :  Peran Lembaga Agama Sangat Penting dalam Pengembangan Ekonomi

“Kami sudah berupaya mengkonfirmasi langsung dan ternyata kasus ini belum ada tindakan apa-apa. Tadi bertemu Kasi Penyidik Mayor Cpm Joko namun dikatakan belum ada penyelidikan sama sekali. Katanya pihak Pomdam masih menunggu petunjuk dari komandannya yang masih di luar daerah,” jelas Tarsisius.

Pihak keluarga korban meminta ini bisa segera ditindaklanjuti mengingat kejadian sudah berlalu 1 minggu dan selama itu pula ibu korban yang harus mondar mandir menanyakan kasus kematian anaknya sementara terduga pelaku dari pihak TNI sama sekali tidak ada respon dan hanya menunggu.

“Kami minta POM ini profesional agar ada keadilan bagi keluarga korban dan satu lagi pihak keluarga tidak meminta damai sehingga harus tetap diproses hukum apalagi selama suasana duka tak ada satupun anggota TNI yang datang memberikan penjelasan terkait kejadian ini,” imbuh Tarsisius. “Terus terang kami kaget kok kasus ini lama ternyata sama sekali belum dimulai penyelidikan makanya tidak ada langkah-langkah apapun. Kami mohon kasus ini bisa segera diatensi,” tegasnya. (ade)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya