Papua Harus Dibangun Lebih Cepat!

JAYAPURA-Anggota Komisi I DPR Papua, Yonas Alfons Nusi berpendapat bahwa dari penetapan jadwal disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Otonomi Baru (DOB), diriya sebagai wakil rakyat sekaligus dari organisasi pejuang, sepatutnya ini ditanggapi dengan rasa syukur.

Pasalnya karena ada rencana besar yang disiapkan pemerintah untuk bisa menyamakan Papua dengan daerah lain yang lebih berkembang. Dengan luasan Papua yang tiga kali lebih besar dari pulau Jawa, Yonas melihat akan sangat sulit jika harus dihandel oleh dua provinsi. Karenanya tidak salah jika pemerintah memberikan pemekaran provinsi.

Bahkan menurutnya seharusnya bisa lebih, mengingat  perjuangan untuk wilayah Saireri hingga kini belum berhenti. Iapun mengimbau agar rakyat melihat ini sebagai bagian dari komitmen pemerintah terhadap rakyat Papua dalam upaya percepatan pembangunan.

Baca Juga :  Papua Belum Merasakan Dampak dari Anjloknya Harga Beras Dunia

“Dari apa yang menjadi polemik dan aspirasi, saya pikir pemerintah sudah menerima dan mempertimbangkan sehingga ditetapkan tanggal 30 nanti,” jelas Yonas saat ditemui di Jayapura, Kamis (23/6).

Iapun berharap pimpinan adat, paguyuban, tokoh adat dan tokoh masyarakat memberikan informasi yang baik kepada masyarakat, warga jemaat untuk menerima keputusan DPR RI nanti dalam rangka percepatan pembangunan di Papua.

Yonas melihat pembangunan di Papua terbilang cukup terlambat sebab hanya dengan dua provinsi tapi harus melayani wilayah yang hampir empat kali pulau Jawa.

“Papua harus dibangun lebih cepat dan penetapan DOB  sebaiknya dilihat dari hal positif. Pandangan iman saya, ini anugerah yang diberikan oleh Tuhan untuk Papua. Soal dinamika yang ada sudah kita lewati bersama dan kita tinggal menerima,” tutupnya.(ade/nat)

Baca Juga :  Formasi CPNS bagi guru Tetap Ada

JAYAPURA-Anggota Komisi I DPR Papua, Yonas Alfons Nusi berpendapat bahwa dari penetapan jadwal disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Otonomi Baru (DOB), diriya sebagai wakil rakyat sekaligus dari organisasi pejuang, sepatutnya ini ditanggapi dengan rasa syukur.

Pasalnya karena ada rencana besar yang disiapkan pemerintah untuk bisa menyamakan Papua dengan daerah lain yang lebih berkembang. Dengan luasan Papua yang tiga kali lebih besar dari pulau Jawa, Yonas melihat akan sangat sulit jika harus dihandel oleh dua provinsi. Karenanya tidak salah jika pemerintah memberikan pemekaran provinsi.

Bahkan menurutnya seharusnya bisa lebih, mengingat  perjuangan untuk wilayah Saireri hingga kini belum berhenti. Iapun mengimbau agar rakyat melihat ini sebagai bagian dari komitmen pemerintah terhadap rakyat Papua dalam upaya percepatan pembangunan.

Baca Juga :  Tahun ini, PD Irian Bhakti Kembali  Distribusikan Beras ASN

“Dari apa yang menjadi polemik dan aspirasi, saya pikir pemerintah sudah menerima dan mempertimbangkan sehingga ditetapkan tanggal 30 nanti,” jelas Yonas saat ditemui di Jayapura, Kamis (23/6).

Iapun berharap pimpinan adat, paguyuban, tokoh adat dan tokoh masyarakat memberikan informasi yang baik kepada masyarakat, warga jemaat untuk menerima keputusan DPR RI nanti dalam rangka percepatan pembangunan di Papua.

Yonas melihat pembangunan di Papua terbilang cukup terlambat sebab hanya dengan dua provinsi tapi harus melayani wilayah yang hampir empat kali pulau Jawa.

“Papua harus dibangun lebih cepat dan penetapan DOB  sebaiknya dilihat dari hal positif. Pandangan iman saya, ini anugerah yang diberikan oleh Tuhan untuk Papua. Soal dinamika yang ada sudah kita lewati bersama dan kita tinggal menerima,” tutupnya.(ade/nat)

Baca Juga :  3.980 Polisi Akan Disebar ke Papua Tengah dan Papua Pegunungan

Berita Terbaru

Artikel Lainnya