Ia menegaskan bahwa keberadaan bandara perintis sangat vital bagi masyarakat di daerah terpencil, khususnya untuk distribusi bahan makanan dan kebutuhan pokok lainnya. “Bandara perintis itu menyangkut hajat hidup orang banyak. Distribusi bahan makanan sangat bergantung pada akses udara,” ujarnya.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Boven Digoel bersama aparat keamanan telah menyalurkan bantuan bahan makanan (Bama) ke wilayah Korowai guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama operasional bandara dihentikan sementara. Yusuf juga mengakui adanya keterbatasan personel dalam pengamanan bandara-bandara perintis di wilayah tersebut.
“Tidak semua bandara bisa ditempatkan personel. Boven Digoel memiliki lima bandara perintis, sementara jumlah anggota di satu Polres hanya sekitar 300 orang yang harus meng-cover wilayah sangat luas,” jelasnya.
Ia menambahkan, luas wilayah Boven Digoel yang setara dengan salah satu provinsi di Pulau Jawa menjadi tantangan tersendiri dalam pengamanan dan penegakan hukum di wilayah tersebut.
Saat ini, aparat gabungan TNI-Polri masih terus melakukan pengejaran terhadap para terduga pelaku serta meningkatkan patroli guna menjamin keamanan aktivitas penerbangan di wilayah Papua Selatan. (rel/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Ia menegaskan bahwa keberadaan bandara perintis sangat vital bagi masyarakat di daerah terpencil, khususnya untuk distribusi bahan makanan dan kebutuhan pokok lainnya. “Bandara perintis itu menyangkut hajat hidup orang banyak. Distribusi bahan makanan sangat bergantung pada akses udara,” ujarnya.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Boven Digoel bersama aparat keamanan telah menyalurkan bantuan bahan makanan (Bama) ke wilayah Korowai guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama operasional bandara dihentikan sementara. Yusuf juga mengakui adanya keterbatasan personel dalam pengamanan bandara-bandara perintis di wilayah tersebut.
“Tidak semua bandara bisa ditempatkan personel. Boven Digoel memiliki lima bandara perintis, sementara jumlah anggota di satu Polres hanya sekitar 300 orang yang harus meng-cover wilayah sangat luas,” jelasnya.
Ia menambahkan, luas wilayah Boven Digoel yang setara dengan salah satu provinsi di Pulau Jawa menjadi tantangan tersendiri dalam pengamanan dan penegakan hukum di wilayah tersebut.
Saat ini, aparat gabungan TNI-Polri masih terus melakukan pengejaran terhadap para terduga pelaku serta meningkatkan patroli guna menjamin keamanan aktivitas penerbangan di wilayah Papua Selatan. (rel/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q