Monday, January 26, 2026
29.4 C
Jayapura

Satu Pelaku Diduga Pernah Terlibat Pembunuhan

Dari Tewasnya Seorang Pedagang di Mappi

MERAUKE– Kepolisian Resor Mappi telah menurunkan Tim Elang Rawa untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku pembunuhan terhadap seorang pedagang di Mappi pada Rabu (21/1) sekira pukul 07.30 WIT. Kapolres Mappi, Kompol Suparmin, mengungkapkan berdasarkan rekaman kamera CCTV dan pemeriksaan saksi-saksi yang dilakukan, pihaknya telah berhasil mengindentifikasi pelaku pembunuhan terhadap korban Mus Hakim (42).

‘’Pelakunya 2 orang. Satu membawa parang dan satu pelaku lainnya membawa pisau. Luka besar pada tubuh korban kemungkinan itu parang dan luka tusuk kecil-kecil itu kemungkin pisau yang dilayangkan kedua pelaku. Kita sudah turunkan Tim untuk melakukan pengejaran di lapangan. Mudah-mudahan secepatnya bisa segera ditangkap. Kalau tidak kemungkinan ada korban berikutnya,’’ kata Kapolres Suparmin, Kamis (22/1).

Baca Juga :  Kapolda: Ini Kelompok Baru yang Jadi Sempalan

Mantan Komandan Batalyon D Pelopor Brimob Merauke ini, mengungkapkan bahwa saat kedua pelaku tersebut masuk ke dalam kios, korban melawan kedua pelaku tersebut. Sebab, jika tidak kemungkinan korban lebih banyak lagi. Pasalnya, saat kedua pelaku masuk ke dalam kios, istri dan anak korban yang ada di kios berteriak ketakutan. Karena kedua pelaku membawa parang dan pisau.

‘’Korban yang berada di ruang tamu yang kemungkinan masih santai karena tidak mengunakan pakaian, kemudian keluar rumah dan memancing kedua pelaku itu. Hanya saja, kekuatan tidak seimbang karena korban tidak memegang apa-apa. Kemungkinan, korban keluar rumah itu untuk menghindari anak dan istrinya jadi korban,’’ katanya.

Baca Juga :  Pelaku Diyakini Kelompok Lery Mayu

Soal motif pembunuhan tersebut, Kapolres mengaku belum mengetahui secara pasti, apakah niatnya mau mencuri atau bagaimana. ‘’Masih dalam penyelidikan,’’ terangnya. Disinggung soal salah satu dari pelaku tersebut diduga pernah melakukan kasus pembunuhan hanya saja belum tertangkap selama ini, Kapolres mengakui adanya informasi tersebut.

Dari Tewasnya Seorang Pedagang di Mappi

MERAUKE– Kepolisian Resor Mappi telah menurunkan Tim Elang Rawa untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku pembunuhan terhadap seorang pedagang di Mappi pada Rabu (21/1) sekira pukul 07.30 WIT. Kapolres Mappi, Kompol Suparmin, mengungkapkan berdasarkan rekaman kamera CCTV dan pemeriksaan saksi-saksi yang dilakukan, pihaknya telah berhasil mengindentifikasi pelaku pembunuhan terhadap korban Mus Hakim (42).

‘’Pelakunya 2 orang. Satu membawa parang dan satu pelaku lainnya membawa pisau. Luka besar pada tubuh korban kemungkinan itu parang dan luka tusuk kecil-kecil itu kemungkin pisau yang dilayangkan kedua pelaku. Kita sudah turunkan Tim untuk melakukan pengejaran di lapangan. Mudah-mudahan secepatnya bisa segera ditangkap. Kalau tidak kemungkinan ada korban berikutnya,’’ kata Kapolres Suparmin, Kamis (22/1).

Baca Juga :  Di Hamadi, Lima Pemuda Diamankan Saat Hisap Ganja

Mantan Komandan Batalyon D Pelopor Brimob Merauke ini, mengungkapkan bahwa saat kedua pelaku tersebut masuk ke dalam kios, korban melawan kedua pelaku tersebut. Sebab, jika tidak kemungkinan korban lebih banyak lagi. Pasalnya, saat kedua pelaku masuk ke dalam kios, istri dan anak korban yang ada di kios berteriak ketakutan. Karena kedua pelaku membawa parang dan pisau.

‘’Korban yang berada di ruang tamu yang kemungkinan masih santai karena tidak mengunakan pakaian, kemudian keluar rumah dan memancing kedua pelaku itu. Hanya saja, kekuatan tidak seimbang karena korban tidak memegang apa-apa. Kemungkinan, korban keluar rumah itu untuk menghindari anak dan istrinya jadi korban,’’ katanya.

Baca Juga :  Ibadah Haji Usai, Satu Orang Jamaah dari Kota Jayapura Meninggal 

Soal motif pembunuhan tersebut, Kapolres mengaku belum mengetahui secara pasti, apakah niatnya mau mencuri atau bagaimana. ‘’Masih dalam penyelidikan,’’ terangnya. Disinggung soal salah satu dari pelaku tersebut diduga pernah melakukan kasus pembunuhan hanya saja belum tertangkap selama ini, Kapolres mengakui adanya informasi tersebut.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya