Sunday, January 11, 2026
26.3 C
Jayapura

Pilih Mundur dan Berikan Dukungan Kepada Ondoafi

JAYAPURA– Nama Robert Awi yang sebelumnya masuk dalam bursa pencalonan Walikota Jayapura 2024 belakangan ini tak lagi terdengar. Padahal sosok ini terlihat lebih mantap diawal dengan langsungĀ  menunjukkan pasangannya DR. Mansur. Bahkan pasangan ini telah memiliki singkatan dengan sebutan Romans atau Robert Mansur.

Robert mengatakan, dirinya batal maju itu karena kesepakatan dengan seluruh masyarakat adat yang diwakili oleh para ondoafiĀ  yang ada di wilayah Port Numbay dan sebagai masyarakat adat iapun menghormati hal tersebut. Meski sebelumnya musim perburuan partai juga membuat hampir semua pasangan calon kelimpungan.

Bukan hanya karena survey yang dibuat berlapis tetapi juga mahar yang tidak sedikit. Bahkan kabarnya para kandidat harus bisa membayar di atas Rp 1 miliar untuk satu kursi sehingga bisa dibayangkan berapa miliar yang harus disiapkan para kandidat untuk meminang satu partai politik.

Baca Juga :  Bahas 60 Persen Isu Kekinian Papua

Robert memastikan dirinya tidak mencalonkan diri dalam bursa pemilihan calon kepala daerah Walikota Jayapura dan mengalihkan dukungannya kepada ketua DPRD kota Jayapura,Ā  Abisai Rollo (ABR).

“Tidak lagi majuĀ  dan dukungan hak kesulungan tidak boleh jatuh ke tangan orang lain. Jadi orang-orang tua putuskan saya harus mengalah dan serahkan itu kepada Abisai Rollo”kata Robert Awi, Selasa (20/8).

Bahwa yang menjadi walikota Jayapura harus orang asli Port Numbay karena itu ia berharap masyarakat adat Port Numbay juga sudah merapatkan barisan mendukung untuk mendukung satu pasangan calon yakni Abisai Rollo. Pendukung Romans juga diminta agar tidak terpecah dan tetap memberikan suaranya kepada putra daerah.

Baca Juga :  Cegah Kepunahan, Revitalisasi Bahasa Lokal Papua

ā€œKami juga berharap ABRĀ  bisa dan pasangannyaĀ  mengemban tugas dan tanggung jawab itu sebagaimana mestinya dan sesuai dengan harapan masyarakat,ā€ tambah Robert.Ā 

ā€œJadi karena orang-orang tua yang perintah jadi kami tidak bisa paksakan diri, mereka sudah bicara kasih kepada pak Abi, ya sudah saya mundur,ā€ tutup Robert.(roy/ade).

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSĀ  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

JAYAPURA– Nama Robert Awi yang sebelumnya masuk dalam bursa pencalonan Walikota Jayapura 2024 belakangan ini tak lagi terdengar. Padahal sosok ini terlihat lebih mantap diawal dengan langsungĀ  menunjukkan pasangannya DR. Mansur. Bahkan pasangan ini telah memiliki singkatan dengan sebutan Romans atau Robert Mansur.

Robert mengatakan, dirinya batal maju itu karena kesepakatan dengan seluruh masyarakat adat yang diwakili oleh para ondoafiĀ  yang ada di wilayah Port Numbay dan sebagai masyarakat adat iapun menghormati hal tersebut. Meski sebelumnya musim perburuan partai juga membuat hampir semua pasangan calon kelimpungan.

Bukan hanya karena survey yang dibuat berlapis tetapi juga mahar yang tidak sedikit. Bahkan kabarnya para kandidat harus bisa membayar di atas Rp 1 miliar untuk satu kursi sehingga bisa dibayangkan berapa miliar yang harus disiapkan para kandidat untuk meminang satu partai politik.

Baca Juga :  Cegah Kepunahan, Revitalisasi Bahasa Lokal Papua

Robert memastikan dirinya tidak mencalonkan diri dalam bursa pemilihan calon kepala daerah Walikota Jayapura dan mengalihkan dukungannya kepada ketua DPRD kota Jayapura,Ā  Abisai Rollo (ABR).

“Tidak lagi majuĀ  dan dukungan hak kesulungan tidak boleh jatuh ke tangan orang lain. Jadi orang-orang tua putuskan saya harus mengalah dan serahkan itu kepada Abisai Rollo”kata Robert Awi, Selasa (20/8).

Bahwa yang menjadi walikota Jayapura harus orang asli Port Numbay karena itu ia berharap masyarakat adat Port Numbay juga sudah merapatkan barisan mendukung untuk mendukung satu pasangan calon yakni Abisai Rollo. Pendukung Romans juga diminta agar tidak terpecah dan tetap memberikan suaranya kepada putra daerah.

Baca Juga :  Temui Gubernur, Max Ohee: Jangan Manfaatkan Situasi Ini

ā€œKami juga berharap ABRĀ  bisa dan pasangannyaĀ  mengemban tugas dan tanggung jawab itu sebagaimana mestinya dan sesuai dengan harapan masyarakat,ā€ tambah Robert.Ā 

ā€œJadi karena orang-orang tua yang perintah jadi kami tidak bisa paksakan diri, mereka sudah bicara kasih kepada pak Abi, ya sudah saya mundur,ā€ tutup Robert.(roy/ade).

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSĀ  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya