Gubernur Nawipa Akan Bentuk Tim’

Tegaskan Perempuan dan Anak Tidak Boleh Jadi Korban Konflik Bersenjata

NABIRE— Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan bahwa perempuan dan anak tidak boleh menjadi korban dalam konflik bersenjata yang terjadi di Papua Tengah. Ia mengecam tindakan kekerasan yang dinilai tidak presisi dan berdampak pada masyarakat sipil.

“Jadi kita tetap mengutuk tindakan-tindakan yang tidak presisi, yang dimana orang kecil, anak kecil, dan perempuan kena. Itu kita tahu. Tetapi anak kecil dan perempuan tidak boleh korban,” tegas Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa usai mengunjungi korban masyarakat sipil yang saat ini sedang menjalani perawatan di RSUD Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Jumat, (17/4).

Baca Juga :  Tak Kunjung Dilantik, Adat Sebut Kebijakan DPRP Ilegal

Ia menyampaikan bahwa pemerintah provinsi terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat penanganan korban serta membuka akses bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak. “Saya sudah komunikasi dengan Menhan, sudah diskusi dengan Mendagri untuk bagaimana saya bisa audiensi agar ada tim yang bisa masuk, karena ada budaya katanya harus dibakar, kalau tidak bakar itu berbahaya. Jadi kita cari supaya korban-korban yang ada di sana bisa kita tangani,” ujarnya.

Meki Nawipa juga menyebutkan akan segera dibentuk tim terpadu gabungan dari Kabupaten Puncak dan Puncak Jaya untuk turun langsung ke lokasi. “Dalam 1-2 hari ini akan ada tim terpadu. Ini tanggapan awal yang dibuat oleh Puncak dan Puncak Jaya gabungan. Karena. Ini terjadi di Kabupaten Puncak, tapi berbatasan langsung dengan Puncak Jaya,” kata Nawipa.

Baca Juga :  Masih Ada Perdagangan Gelap di Wilayah Perbatasan

Tegaskan Perempuan dan Anak Tidak Boleh Jadi Korban Konflik Bersenjata

NABIRE— Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan bahwa perempuan dan anak tidak boleh menjadi korban dalam konflik bersenjata yang terjadi di Papua Tengah. Ia mengecam tindakan kekerasan yang dinilai tidak presisi dan berdampak pada masyarakat sipil.

“Jadi kita tetap mengutuk tindakan-tindakan yang tidak presisi, yang dimana orang kecil, anak kecil, dan perempuan kena. Itu kita tahu. Tetapi anak kecil dan perempuan tidak boleh korban,” tegas Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa usai mengunjungi korban masyarakat sipil yang saat ini sedang menjalani perawatan di RSUD Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Jumat, (17/4).

Baca Juga :  Kadiskominfo Sebut Hanya Masalah Administrasi

Ia menyampaikan bahwa pemerintah provinsi terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat penanganan korban serta membuka akses bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak. “Saya sudah komunikasi dengan Menhan, sudah diskusi dengan Mendagri untuk bagaimana saya bisa audiensi agar ada tim yang bisa masuk, karena ada budaya katanya harus dibakar, kalau tidak bakar itu berbahaya. Jadi kita cari supaya korban-korban yang ada di sana bisa kita tangani,” ujarnya.

Meki Nawipa juga menyebutkan akan segera dibentuk tim terpadu gabungan dari Kabupaten Puncak dan Puncak Jaya untuk turun langsung ke lokasi. “Dalam 1-2 hari ini akan ada tim terpadu. Ini tanggapan awal yang dibuat oleh Puncak dan Puncak Jaya gabungan. Karena. Ini terjadi di Kabupaten Puncak, tapi berbatasan langsung dengan Puncak Jaya,” kata Nawipa.

Baca Juga :  Tak Kunjung Dilantik, Adat Sebut Kebijakan DPRP Ilegal

Berita Terbaru

Artikel Lainnya