JAYAPURA- Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, menyebutkan, hak asasi manusia menjadi pilar utama dalam transformasi pembangunan daerah di mana ini sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Papua, yakni Transformasi Papua Baru yang Maju dan Harmonis.
“Saat ini pembangunan Papua tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memastikan terwujudnya keharmonisan sosial, keadilan, serta penghormatan terhadap martabat manusia bagi seluruh masyarakat setempat,” katanya saat menghadiri penandatanganan Nota Kesepahaman pengarusutamaan HAM di bidang pendidikan tinggi yang melibatkan Kementerian Hak Asasi Manusia, dan Universitas Cenderawasih, di Jayapura, Senin.
Menurut Aryoko, visi Papua baru yang maju dan harmonis diwujudkan melalui misi Papua sehat, Papua cerdas, dan Papua produktif yang seluruhnya dijalankan dalam kerangka penghormatan, perlindungan, pemenuhan, dan pemajuan HAM.
“Untuk itu HAM merupakan fondasi yang tidak dapat ditawar dalam setiap kebijakan dan program pembangunan daerah, termasuk di sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi produktif,” ujarnya.
Dia menjelaskan apalagi dalam konteks tersebut sehingga pihaknya menilai penandatanganan nota kesepahaman memiliki arti strategis, khususnya dalam memperkuat pengarusutamaan HAM di lingkungan pendidikan tinggi.
“Universitas Cenderawasih, sebagai perguruan tinggi kebanggaan masyarakat Papua, dinilai memiliki peran penting dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter sehingga berwawasan HAM sangat dibutuhkan generasi muda,” katanya lagi.
Di menambahkan melalui sinergi ini, nilai-nilai HAM diharapkan tidak hanya menjadi konsep normatif, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.