Ditambah dua nelayan di Jayapura yang juga hingga kini belum ditemukan termasuk adanya orang tenggelam di Bonggo usai berenang di laut. “Dengan kondisi cuaca ekstrem yang menyebabkan gelombang laut tinggi, kami mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, dan pengguna transportasi laut agar menunda aktivitas melaut jika cuaca dan gelombang tidak aman,” ucap Wisnu, saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Senin (19/1).
Ia menegaskan, imbauan tersebut bukan larangan, melainkan penundaan sementara demi keselamatan. Aktivitas dapat kembali dilakukan setelah kondisi cuaca dinilai aman dan gelombang mulai mereda. Selain kecelakaan laut, BPBD Papua juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem, seperti hujan lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, serta gelombang pasang.
Wisnu mengimbau masyarakat agar selalu memantau informasi cuaca resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta pengumuman dari pemerintah daerah melalui kanal resmi. “Masyarakat juga diminta aktif melaporkan apabila terjadi kondisi darurat atau bencana di lingkungan sekitar,” ujarnya.
Ia mengatakan, berdasarkan prakiraan, cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlangsung hingga Maret. “Kami mengajak masyarakat tetap waspada dan mengutamakan keselamatan,” pungkasnya. (fia/ade)
Ditambah dua nelayan di Jayapura yang juga hingga kini belum ditemukan termasuk adanya orang tenggelam di Bonggo usai berenang di laut. “Dengan kondisi cuaca ekstrem yang menyebabkan gelombang laut tinggi, kami mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, dan pengguna transportasi laut agar menunda aktivitas melaut jika cuaca dan gelombang tidak aman,” ucap Wisnu, saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Senin (19/1).
Ia menegaskan, imbauan tersebut bukan larangan, melainkan penundaan sementara demi keselamatan. Aktivitas dapat kembali dilakukan setelah kondisi cuaca dinilai aman dan gelombang mulai mereda. Selain kecelakaan laut, BPBD Papua juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem, seperti hujan lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, serta gelombang pasang.
Wisnu mengimbau masyarakat agar selalu memantau informasi cuaca resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta pengumuman dari pemerintah daerah melalui kanal resmi. “Masyarakat juga diminta aktif melaporkan apabila terjadi kondisi darurat atau bencana di lingkungan sekitar,” ujarnya.
Ia mengatakan, berdasarkan prakiraan, cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlangsung hingga Maret. “Kami mengajak masyarakat tetap waspada dan mengutamakan keselamatan,” pungkasnya. (fia/ade)