Pengecoran Jalan Baru Pasar Yotefa Hanya Menghabiskan Anggaran

“Dari posisi jalan, tanahnya padat, tidak rawan banjir. Yang perlu diperbaiki itu di depan Pasar Youtefa, bukan di dekat pertigaan Otonom,” katanya.

Merauje juga menyoroti keluhan masyarakat akibat akses jalan yang terbatas selama proses pengecoran berlangsung. Ia menegaskan bahwa secara teknis, penutupan jalan tidak perlu berlangsung lama. Dengan teknologi beton saat ini, jalan beton dapat digunakan jauh lebih cepat dibanding dulu.

“Sekarang dengan bahan kimia khusus, tiga hari setelah dicor jalan sudah bisa dilintasi semua jenis kendaraan. Tidak ada alasan sampai ditutup berhari-hari, apalagi berminggu-minggu,” jelasnya.

Ia memaparkan bahwa beton kuat terhadap tekanan namun lemah terhadap gaya melebar, sehingga perlu diperkuat dengan wiremesh. Namun menurutnya, hal itu sudah menjadi standar semua konsultan proyek, sehingga tidak ada alasan penutupan berkepanjangan.

Baca Juga :  Seharusnya Bicarakan Upaya Tindak Lanjut Penyelesaian Kasus HAM

Tidak hanya soal teknis, Merauje turut mempertanyakan transparansi proyek. Ia menyoroti tidak dicantumkannya nilai anggaran pada papan tender proyek, padahal pekerjaan dibiayai dari uang rakyat dan wajib dibuka ke publik.

“Ini uang rakyat. Nominal anggarannya harus jelas. Semua ada aturannya. Jangan sampai menimbulkan kecurigaan masyarakat,” tegas Wakil Ketua Fraksi NasDem tersebut.

Merauje meminta Dinas PU Provinsi Papua mengevaluasi proyek tersebut dan memprioritaskan perbaikan pada titik-titik jalan yang memang mengalami kerusakan berat. “Ada banyak jalan provinsi yang rusak parah, itu yang harus diperbaiki jangan jalan bagus mulus justru diperbaik,” tegasnya (rel/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Baca Juga :  Satbrimob Polda Papua Teguhkan Komitmen Mengabdi untuk Negeri

“Dari posisi jalan, tanahnya padat, tidak rawan banjir. Yang perlu diperbaiki itu di depan Pasar Youtefa, bukan di dekat pertigaan Otonom,” katanya.

Merauje juga menyoroti keluhan masyarakat akibat akses jalan yang terbatas selama proses pengecoran berlangsung. Ia menegaskan bahwa secara teknis, penutupan jalan tidak perlu berlangsung lama. Dengan teknologi beton saat ini, jalan beton dapat digunakan jauh lebih cepat dibanding dulu.

“Sekarang dengan bahan kimia khusus, tiga hari setelah dicor jalan sudah bisa dilintasi semua jenis kendaraan. Tidak ada alasan sampai ditutup berhari-hari, apalagi berminggu-minggu,” jelasnya.

Ia memaparkan bahwa beton kuat terhadap tekanan namun lemah terhadap gaya melebar, sehingga perlu diperkuat dengan wiremesh. Namun menurutnya, hal itu sudah menjadi standar semua konsultan proyek, sehingga tidak ada alasan penutupan berkepanjangan.

Baca Juga :  Popnas Geser ke Jakarta, Papua Ikuti 7 Cabor

Tidak hanya soal teknis, Merauje turut mempertanyakan transparansi proyek. Ia menyoroti tidak dicantumkannya nilai anggaran pada papan tender proyek, padahal pekerjaan dibiayai dari uang rakyat dan wajib dibuka ke publik.

“Ini uang rakyat. Nominal anggarannya harus jelas. Semua ada aturannya. Jangan sampai menimbulkan kecurigaan masyarakat,” tegas Wakil Ketua Fraksi NasDem tersebut.

Merauje meminta Dinas PU Provinsi Papua mengevaluasi proyek tersebut dan memprioritaskan perbaikan pada titik-titik jalan yang memang mengalami kerusakan berat. “Ada banyak jalan provinsi yang rusak parah, itu yang harus diperbaiki jangan jalan bagus mulus justru diperbaik,” tegasnya (rel/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Baca Juga :  Bikin Bangga Biak, Sroyer Dapat Motor dari Bupati

Berita Terbaru

Artikel Lainnya