Tuesday, February 24, 2026
25.2 C
Jayapura

11 Bandara Ditutup, TNI Polri Rapatkan Barisan

JAYAPURA–Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menutup sementara operasional 11 bandara perintis di wilayah Papua menyusul meningkatnya gangguan keamanan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), termasuk insiden penembakan terhadap pilot di lapangan terbang Koroway Batu baru-baru ini.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan pihaknya telah menerima informasi terkait kebijakan tersebut dan segera melakukan koordinasi lintas sektoral untuk menyikapi dampaknya. Menurut Yusuf, setiap bandara memiliki tingkat kerawanan yang berbeda sehingga perlu dilakukan asesmen menyeluruh sebelum operasional kembali dibuka.

“Memang perlu asesmen ulang. Ada beberapa daerah yang sebetulnya tingkat kerawanannya tidak terlalu tinggi, seperti di Beoga. Meski itu perlintasan KKB, gangguan terhadap penerbangan disana relatif kecil dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Kombes Yusuf melalui sambungan telepon, Rabu (18/2).

Baca Juga :  Fraksi PDIP Singgung Sumber Data Pemprov
Kasatgas Humas ODC, Kombes Pol Yusuf Sutejo.

Ia menegaskan, hasil asesmen nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah pengamanan yang tepat, termasuk mengidentifikasi hambatan, kendala, serta tingkat ancaman di masing-masing wilayah.

“Setelah kita temukan hambatan, kendala, dan tingkat ancamannya, tentu akan dikoordinasikan dengan Polda jajaran serta TNI. Biasanya pengamanan bandara juga melibatkan Kopasgat TNI AU, seperti di Nduga dan beberapa bandara lainnya. Makanya kami asesmen dulu, lalu berkoordinasi,” jelasnya.

JAYAPURA–Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menutup sementara operasional 11 bandara perintis di wilayah Papua menyusul meningkatnya gangguan keamanan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), termasuk insiden penembakan terhadap pilot di lapangan terbang Koroway Batu baru-baru ini.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan pihaknya telah menerima informasi terkait kebijakan tersebut dan segera melakukan koordinasi lintas sektoral untuk menyikapi dampaknya. Menurut Yusuf, setiap bandara memiliki tingkat kerawanan yang berbeda sehingga perlu dilakukan asesmen menyeluruh sebelum operasional kembali dibuka.

“Memang perlu asesmen ulang. Ada beberapa daerah yang sebetulnya tingkat kerawanannya tidak terlalu tinggi, seperti di Beoga. Meski itu perlintasan KKB, gangguan terhadap penerbangan disana relatif kecil dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Kombes Yusuf melalui sambungan telepon, Rabu (18/2).

Baca Juga :  Ekonom Soroti Ketergantungan Infrastruktur
Kasatgas Humas ODC, Kombes Pol Yusuf Sutejo.

Ia menegaskan, hasil asesmen nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah pengamanan yang tepat, termasuk mengidentifikasi hambatan, kendala, serta tingkat ancaman di masing-masing wilayah.

“Setelah kita temukan hambatan, kendala, dan tingkat ancamannya, tentu akan dikoordinasikan dengan Polda jajaran serta TNI. Biasanya pengamanan bandara juga melibatkan Kopasgat TNI AU, seperti di Nduga dan beberapa bandara lainnya. Makanya kami asesmen dulu, lalu berkoordinasi,” jelasnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya