Wednesday, January 14, 2026
27 C
Jayapura

Harhubnas, Sekda Sentil Tingginya Harga Tiket

JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua, meminta pemerintah pusat mempertimbangkan kembali tarif batas dan batas bawah tiket pesawat domestik di Papua. Pasalnya, tarif tiket pesawat ke luar Papua masih tergolong tinggi hingga saat ini.

“Tarif tiket pesawat kebijakannya memang ada di pusat. Sehingga kami mohon dipertimbangkan supaya kita Papua tidak jauh tertinggal dengan daerah lain,” kata Sekda Papua, Ridwan Rumasukun, usai memimpin upacara peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harbubnas) Tahun 2024 di halaman Kantor Gubernur Papua, Selasa (17/9).

Menurut Ridwan, tarif tiket pesawat yang mahal dapat menurunkan potensi pariwisata yang bakal berimbas pada perekonomian daerah. Sekaligus dapat mempengaruhi pula inflasi daerah yang berdampak membengkaknya kebutuhan rumah tangga.

Baca Juga :  Satu Peserta Kafilah Papua Tembus Final STQHN di Jambi

“Pariwisata akan berjalan baik jika harga tiket pesawat murah. Begitu pun dengan perekonomian daerah akan bergerak kalau harga tiket pesawat murah,” ujarnya.

Dilain sisi, Ridwan mengaku pihaknya juga tengah mendorong hadirnya layanan kapal penumpang Pelni di Kabupaten Sarmi dan Waropen. Sehingga pergerakan arus barang dan jasa ke dua daerah itu bisa berjalan baik. 

“Sudah ada kapal-kapal perintis yang masuk ke dua daerah ini dan sangat membantu. Tapi kita juga butuh kapal penumpang Pelni masuk ke Sarmi dan Waropen,” ucapnya.

Sementara itu, Ridwan menilai pelayanan transportasi di Papua saat ini sudah cukup bagus. Ia berharap hal tersebut dipertahankan bahkan ditingkatkan kedepannya. Menurunya, peringatan Harbubnas dapat dimaknai sebagai momentum melakukan refleksi terhadap karya dan bakti di bidang transportasi.

Baca Juga :  Ada Kelebihan dan Kekurangan jika KPK Digabung dengan Ombudsman

“Saya mengajak seluruh stakeholders berkomitmen menjaga keberlanjutan dari pencapaian yang diraih, sekaligus membuat catatan peningkatan dimasa mendatang,” pungkasnya. (fia/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua, meminta pemerintah pusat mempertimbangkan kembali tarif batas dan batas bawah tiket pesawat domestik di Papua. Pasalnya, tarif tiket pesawat ke luar Papua masih tergolong tinggi hingga saat ini.

“Tarif tiket pesawat kebijakannya memang ada di pusat. Sehingga kami mohon dipertimbangkan supaya kita Papua tidak jauh tertinggal dengan daerah lain,” kata Sekda Papua, Ridwan Rumasukun, usai memimpin upacara peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harbubnas) Tahun 2024 di halaman Kantor Gubernur Papua, Selasa (17/9).

Menurut Ridwan, tarif tiket pesawat yang mahal dapat menurunkan potensi pariwisata yang bakal berimbas pada perekonomian daerah. Sekaligus dapat mempengaruhi pula inflasi daerah yang berdampak membengkaknya kebutuhan rumah tangga.

Baca Juga :  Ada Kelebihan dan Kekurangan jika KPK Digabung dengan Ombudsman

“Pariwisata akan berjalan baik jika harga tiket pesawat murah. Begitu pun dengan perekonomian daerah akan bergerak kalau harga tiket pesawat murah,” ujarnya.

Dilain sisi, Ridwan mengaku pihaknya juga tengah mendorong hadirnya layanan kapal penumpang Pelni di Kabupaten Sarmi dan Waropen. Sehingga pergerakan arus barang dan jasa ke dua daerah itu bisa berjalan baik. 

“Sudah ada kapal-kapal perintis yang masuk ke dua daerah ini dan sangat membantu. Tapi kita juga butuh kapal penumpang Pelni masuk ke Sarmi dan Waropen,” ucapnya.

Sementara itu, Ridwan menilai pelayanan transportasi di Papua saat ini sudah cukup bagus. Ia berharap hal tersebut dipertahankan bahkan ditingkatkan kedepannya. Menurunya, peringatan Harbubnas dapat dimaknai sebagai momentum melakukan refleksi terhadap karya dan bakti di bidang transportasi.

Baca Juga :  Jangan Main Hakim Sendiri, Serahkan ke Kepolisian

“Saya mengajak seluruh stakeholders berkomitmen menjaga keberlanjutan dari pencapaian yang diraih, sekaligus membuat catatan peningkatan dimasa mendatang,” pungkasnya. (fia/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya