Makanan Disebut Tidak Layak, Dapur Lapas Abepura Disidak
Dijenpas Papua saat melakukan sidak di dapur Lapas Abepura, Selasa (13/1). (FOTO/Ditjenpas Papua for Cepos)
Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Badaruddin, menu, porsi, serta nilai gizi makanan yang disajikan kepada Warga Binaan dinyatakan telah memenuhi standar pelayanan pemasyarakatan dan tidak sesuai dengan apa yang diberikan oleh salah satu media sebelumnya.
Menurutnya penyusunan menu makan di Lapas Abepura dilakukan secara terencana untuk tiga waktu makan, setiap hari dengan memperhatikan keseimbangan gizi dan variasi bahan pangan. Bahan makanan juga dikirim menggunakan sarana operasional yang layak guna menjaga kualitas dan keamanannya hingga tahap pengolahan.
Sebagai bagian dari pengawasan, setiap makanan yang akan disajikan terlebih dahulu melalui penyajian contoh makanan, sebagai kontrol kualitas. Petugas dapur secara rutin melakukan pemeriksaan kebersihan, kehigienisan, dan kesesuaian menu sebelum makanan didistribusikan.
Lapas Kelas IIA Abepura menghargai perhatian serta kepedulian masyarakat dan media terhadap penyelenggaraan layanan pemasyarakatan. Namun demikian, Lapas Abepura menyayangkan adanya pemberitaan yang tidak benar dan tidak sesuai dengan kondisi faktual di lapangan.
Dijenpas Papua saat melakukan sidak di dapur Lapas Abepura, Selasa (13/1). (FOTO/Ditjenpas Papua for Cepos)
Lapas Abepura senantiasa terbuka terhadap masukan dan pengawasan publik sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan. “Kami mengimbau masyarakat untuk memperoleh informasi dari sumber resmi agar tidak terjadi kesalahpahaman,” tambah Kalapas.
Lebih lanjut diungkapkan Kalapas bahwa pada tahun 2025 Lapas Kelas IIA Abepura ditunjuk langsung oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk mengikuti lomba dapur bersih tingkat nasional.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Badaruddin, menu, porsi, serta nilai gizi makanan yang disajikan kepada Warga Binaan dinyatakan telah memenuhi standar pelayanan pemasyarakatan dan tidak sesuai dengan apa yang diberikan oleh salah satu media sebelumnya.
Menurutnya penyusunan menu makan di Lapas Abepura dilakukan secara terencana untuk tiga waktu makan, setiap hari dengan memperhatikan keseimbangan gizi dan variasi bahan pangan. Bahan makanan juga dikirim menggunakan sarana operasional yang layak guna menjaga kualitas dan keamanannya hingga tahap pengolahan.
Sebagai bagian dari pengawasan, setiap makanan yang akan disajikan terlebih dahulu melalui penyajian contoh makanan, sebagai kontrol kualitas. Petugas dapur secara rutin melakukan pemeriksaan kebersihan, kehigienisan, dan kesesuaian menu sebelum makanan didistribusikan.
Lapas Kelas IIA Abepura menghargai perhatian serta kepedulian masyarakat dan media terhadap penyelenggaraan layanan pemasyarakatan. Namun demikian, Lapas Abepura menyayangkan adanya pemberitaan yang tidak benar dan tidak sesuai dengan kondisi faktual di lapangan.
Dijenpas Papua saat melakukan sidak di dapur Lapas Abepura, Selasa (13/1). (FOTO/Ditjenpas Papua for Cepos)
Lapas Abepura senantiasa terbuka terhadap masukan dan pengawasan publik sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan. “Kami mengimbau masyarakat untuk memperoleh informasi dari sumber resmi agar tidak terjadi kesalahpahaman,” tambah Kalapas.
Lebih lanjut diungkapkan Kalapas bahwa pada tahun 2025 Lapas Kelas IIA Abepura ditunjuk langsung oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk mengikuti lomba dapur bersih tingkat nasional.