Monday, February 2, 2026
32.7 C
Jayapura

15 Merk Beras yang Disinyalir Dioplos

Belum Ditemukan Namun Pemprov Mulai Antisipasi Peredarannya

JAYAPURA – Meski diyakini belum masuk ke wilayah Papua, namun Pemerintah Provinsi Papua mulai mengantisipasi peredaran beras oplos yang kini sedang ramai diperbincangkan.

“Hingga saat ini, beras oplosan belum masuk di Papua. Namun Pemprov bersama instansi terkait mulai melakukan antisipasi, sebab tidak menutup kemungkinan beras ini akan sampai di Papua,” ucap Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Papua, Hartati Sofia Iwanggin, saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Rabu (16/7).

Hartati mengaku jika pihaknya sudah mendapat masukan dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TIPD), sehingga mulai diwaspadai peredarannya. Namun hingga saat ini, beras tersebut masih berada di wilayah Jawa dan Sumatera.

Baca Juga :  Papua Finish Peringkat 7 Peparpenas dan Peringkat 16 Popnas

Pihaknya juga akan melakukan pengawasan ekstra di lapangan dengan Satgas yang sudah terbentuk selama ini. Adapun Satgas ini terdiri dari berbagai stakeholder termasuk dari kepolisian.

“Kita akan duduk bersama untuk menyatukan presepsi, terkait langkah-langkah yang akan kita ambil sesuai dengan ketentuan atau peraturan yang berlaku. Termasuk sanksi yang diberikan jika itu ditemukan, nanti kita lihat bersama regulasi yang mendukung,” ujarnya.

Para distributor selaku pemasok yang ada di Papua diminta untuk mengantisipasi peredaran beras oplos. Merek-merek beras yang saat ini sedang diawasi untuk tidak dimasukan di Papua.

“Ada beberapa merek beras oplos yang tidak boleh dimasukan di Papua, dan merek beras tersebut perlu kita awasi bersama,” imbaunya.

Baca Juga :  Fokus Kualitas Guru dan Sarana Pendidkan, Untuk Generasi Cerdas dan Berkarakter

Ia pun meminta masyarakat tidak perlu cemas dengan peredaran beras oplos, karena hingga saat ini belum ada temuan di Papua.

“Beras oplos pada merek tertentu masih beredar di wilayah Sumatera dan Jawa, namun tidak menutup kemungkinan bisa masuk ke Papua. Kami bersama tim Satgas Pangan Polda Papua akan melakukan pengawasan di lapangan,” ungkapnya.

Belum Ditemukan Namun Pemprov Mulai Antisipasi Peredarannya

JAYAPURA – Meski diyakini belum masuk ke wilayah Papua, namun Pemerintah Provinsi Papua mulai mengantisipasi peredaran beras oplos yang kini sedang ramai diperbincangkan.

“Hingga saat ini, beras oplosan belum masuk di Papua. Namun Pemprov bersama instansi terkait mulai melakukan antisipasi, sebab tidak menutup kemungkinan beras ini akan sampai di Papua,” ucap Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Papua, Hartati Sofia Iwanggin, saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Rabu (16/7).

Hartati mengaku jika pihaknya sudah mendapat masukan dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TIPD), sehingga mulai diwaspadai peredarannya. Namun hingga saat ini, beras tersebut masih berada di wilayah Jawa dan Sumatera.

Baca Juga :  Robek Bendera Merah Putih, Anggota KNPB Ditangkap

Pihaknya juga akan melakukan pengawasan ekstra di lapangan dengan Satgas yang sudah terbentuk selama ini. Adapun Satgas ini terdiri dari berbagai stakeholder termasuk dari kepolisian.

“Kita akan duduk bersama untuk menyatukan presepsi, terkait langkah-langkah yang akan kita ambil sesuai dengan ketentuan atau peraturan yang berlaku. Termasuk sanksi yang diberikan jika itu ditemukan, nanti kita lihat bersama regulasi yang mendukung,” ujarnya.

Para distributor selaku pemasok yang ada di Papua diminta untuk mengantisipasi peredaran beras oplos. Merek-merek beras yang saat ini sedang diawasi untuk tidak dimasukan di Papua.

“Ada beberapa merek beras oplos yang tidak boleh dimasukan di Papua, dan merek beras tersebut perlu kita awasi bersama,” imbaunya.

Baca Juga :  Belum Lunasi Biaya, 33 Calon Jemaah Haji Batal Berangkat

Ia pun meminta masyarakat tidak perlu cemas dengan peredaran beras oplos, karena hingga saat ini belum ada temuan di Papua.

“Beras oplos pada merek tertentu masih beredar di wilayah Sumatera dan Jawa, namun tidak menutup kemungkinan bisa masuk ke Papua. Kami bersama tim Satgas Pangan Polda Papua akan melakukan pengawasan di lapangan,” ungkapnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya