Wednesday, February 4, 2026
30.2 C
Jayapura

Serangan Udara di Nduga Picu Pengungsian Warga

“Ini bulan Desember tetapi keadaan seperti ini dan kita tidak bisa tunggu orang itu mati baru menolong tapi harus segera menolong supaya orang itu tidak mati,” tegasnya.

Sebagai informasi, dalam beberapa waktu terakhir, wilayah Distrik Gearek, Pasir Putih, dan Distrik Wosak di Kabupaten Nduga dilaporkan menjadi lokasi operasi keamanan aparat TNI-Polri terhadap kelompok bersenjata.

Hingga pertengahan Desember 2025, belum ada data resmi yang terkonfirmasi mengenai jumlah pengungsi, lokasi pasti pengungsian, serta kondisi keselamatan warga sipil. Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nduga, Matius Kerebea membenarkan laporan di atas. Dijelaskan bahwa keesokan harinya, operasi kembali dilanjutkan dengan tiga helikopter yang beroperasi di Distrik Gearek.

Baca Juga :  Pusat Diminta Segera Tangani Banjir Bandang Nduga

Ia menyatakan kekecewaan dan penyesalan atas operasi tersebut, serta meminta pemerintah pusat—khususnya bagian HAM—melakukan pengawalan agar tidak ada warga sipil yang menjadi korban.

“Oleh sebab itu alangkah baiknya pemerintah pusat bagian HAM, kami sangat memerlukan untuk dilakukan pengawalan untuk menjaga Hak Asasi Manusia terhadap warga sipil. Kami minta warga sipil jangan ada yang korban,” tegasnya.

Matius juga menekankan bahwa jika terjadi kontak bersenjata, seharusnya terbatas antara aparat dan kelompok bersenjata. “Kalau antara TNI-Polri dengan orang-orang bersangkutan (TPNPB-OPM) atau kombatan dengan kombatan boleh dilakukan, itu urusan negara. Namun dalam hal ini, kami minta jangan ada satu orang pun warga kami, masyarakat kami yang jadi korban karena bulan ini adalah bulan yang penuh bahagia buat orang Kristen,” kata Matius.

Baca Juga :  Timika Tegang, Jalan Utama Diblokade

Anggota DPRK lainnya Ans Serera, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan penerapan hukum humaniter dalam setiap operasi. Ans secara khusus mendesak semua pihak yang terlibat konflik bersenjata untuk menjamin keselamatan warga.

“Ketika melakukan perlawanan, kami minta kepada TNI-Polri dan TPNPB sekali lagi kami mau harus ada perlindungan warga sipil. Tidak terjadi pertumpahan darah warga sipil,” imbuhnya.

Sementara itu, berkaitan dengan hal ini, Cenderawasih Pos telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait, dalam hal ini pihak TNI. Namun, hingga berita ini dikirim, belum ada keterangan resmi yang disampaikan. (fia/mww/ade)

“Ini bulan Desember tetapi keadaan seperti ini dan kita tidak bisa tunggu orang itu mati baru menolong tapi harus segera menolong supaya orang itu tidak mati,” tegasnya.

Sebagai informasi, dalam beberapa waktu terakhir, wilayah Distrik Gearek, Pasir Putih, dan Distrik Wosak di Kabupaten Nduga dilaporkan menjadi lokasi operasi keamanan aparat TNI-Polri terhadap kelompok bersenjata.

Hingga pertengahan Desember 2025, belum ada data resmi yang terkonfirmasi mengenai jumlah pengungsi, lokasi pasti pengungsian, serta kondisi keselamatan warga sipil. Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nduga, Matius Kerebea membenarkan laporan di atas. Dijelaskan bahwa keesokan harinya, operasi kembali dilanjutkan dengan tiga helikopter yang beroperasi di Distrik Gearek.

Baca Juga :  Pesawat Logistik di Sinak Ditembaki

Ia menyatakan kekecewaan dan penyesalan atas operasi tersebut, serta meminta pemerintah pusat—khususnya bagian HAM—melakukan pengawalan agar tidak ada warga sipil yang menjadi korban.

“Oleh sebab itu alangkah baiknya pemerintah pusat bagian HAM, kami sangat memerlukan untuk dilakukan pengawalan untuk menjaga Hak Asasi Manusia terhadap warga sipil. Kami minta warga sipil jangan ada yang korban,” tegasnya.

Matius juga menekankan bahwa jika terjadi kontak bersenjata, seharusnya terbatas antara aparat dan kelompok bersenjata. “Kalau antara TNI-Polri dengan orang-orang bersangkutan (TPNPB-OPM) atau kombatan dengan kombatan boleh dilakukan, itu urusan negara. Namun dalam hal ini, kami minta jangan ada satu orang pun warga kami, masyarakat kami yang jadi korban karena bulan ini adalah bulan yang penuh bahagia buat orang Kristen,” kata Matius.

Baca Juga :  Penambangan Galian C di Papua Ilegal

Anggota DPRK lainnya Ans Serera, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan penerapan hukum humaniter dalam setiap operasi. Ans secara khusus mendesak semua pihak yang terlibat konflik bersenjata untuk menjamin keselamatan warga.

“Ketika melakukan perlawanan, kami minta kepada TNI-Polri dan TPNPB sekali lagi kami mau harus ada perlindungan warga sipil. Tidak terjadi pertumpahan darah warga sipil,” imbuhnya.

Sementara itu, berkaitan dengan hal ini, Cenderawasih Pos telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait, dalam hal ini pihak TNI. Namun, hingga berita ini dikirim, belum ada keterangan resmi yang disampaikan. (fia/mww/ade)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya