alexametrics
25.7 C
Jayapura
Thursday, May 26, 2022

Tetap Menunjukkan Resiliensi dan Prestasi

Hasil Kinerja Bank Papua Unaudited TW-4 Tahun 2021

JAYAPURA-Meskipun pandemi covid-19 masih mendera Tanah Air sepanjang tahun 2021, PT Bank Pembangunan Daerah Papua (Bank Papua) berhasil menorehkan kinerja yang fantastis.

  Pemimpin Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Papua Erna M. Kapisa mengungkapkan bahwa  berdasarkan Laporan Keuangan Unaudited Bank Papua Tahun 2021, bank BUMD milik Pemerintah Provinsi/Kabupaten dan Kota di Tanah Papua ini meraih laba bersih Rp 371 miliar.

   “Laba ini melesat naik 7,61 persen dibandingkan periode sama tahun 2020 yang sebesar Rp 345 miliar. Laba kotor Bank Papua juga naik 4,09 persen dari Rp 457 miliar pada 2020 menjadi Rp 476 miliar pada 2021.” ungkap Erna M Kapisa dalam rilis yang diterima redaksi Cenderawasih Pos, Minggu (16/1) kemarin.   

   Perolehan laba bersih Bank Papua tahun 2021 ini, lanjut Erna Kapisa,  mencatat rekor tertinggi dalam enam tahun terakhir atau sejak 2016. Pada 2016, bank BUMD ini memang sempat merugi Rp 237 miliar. Namun dengan adanya penggantian Direksi yang dilakukan melalui RUPS-LB pada tanggal 06 Maret 2017, maka selanjutnya dapat memberikan kontribusi Laba Rp 113 miliar pada tahun 2017.

Baca Juga :  TPNPB-OPM Tolak Dialog Dilakukan di Indonesia

  “Laba Bank Papua terus menanjak pada tahun berikutnya menjadi Rp 219 miliar (2018), Rp 250 miliar (2019), dan Rp 345 miliar (2020) dan Rp. 371 miliar (2021-UnAudited).”terangnya.

   Dari sisi aset, menurut Erna Kapisa, Bank Papua pada 2021 juga tercatat ada kenaikan 1,36 persen menjadi Rp 26,23 triliun. Total kredit Bank Papua pada 2021 mencapai Rp 17,59 triliun. Sedangkan total dana pihak ketiga (DPK) tahun lalu mencapai Rp 20,98 triliun, naik 2,83 persen ketimbang tahun 2020 yang besar Rp 20,4 triliun.

   Dilihat dari sisi profitability dan efisiensi bank juga masih cukup baik. ROA Bank Papua tahun 2021 tercatat 1,87 persen, ROE 14,45 persen, NIM 6,22 persen dan BOPO 83,45 persen. Sedangkan Rasio Kredit bermasalah (NPL) masih di bawah ambang batas yang telah ditetapkan oleh regulator, NPL gross tahun 2021 tercatat 3,41 persen atau turun 18,27 persen. Untuk NPL Nett juga berkurang 22,81 persen menjadi hanya 1,07 persen.

Baca Juga :  Pembangunan Gedung MRP Sudah Direstui Masyarakat Adat

   “Perbaikan kinerja Bank Papua ini diapresiasi Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua dan Papua Barat Adolf Fictor Tunggul Simanjuntak. Dia menilai pengelolaan Bank Papua sudah sangat baik dengan tren semakin meningkat (sumber : AntaraNews.com, 26 Desember 2021)” tambahnya.

   Akhir tahun 2021, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) juga menetapkan peringkat “IdA-“ kepada Bank Papua. “Itu artinya prospek untuk peringkat perusahaan adalah “stabil”. Obligor dengan peringkat IdA memiliki kemampuan yang kuat dibandingkan obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya.”pungkasnya. (Humas Bank Papua/tri)

   

Hasil Kinerja Bank Papua Unaudited TW-4 Tahun 2021

JAYAPURA-Meskipun pandemi covid-19 masih mendera Tanah Air sepanjang tahun 2021, PT Bank Pembangunan Daerah Papua (Bank Papua) berhasil menorehkan kinerja yang fantastis.

  Pemimpin Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Papua Erna M. Kapisa mengungkapkan bahwa  berdasarkan Laporan Keuangan Unaudited Bank Papua Tahun 2021, bank BUMD milik Pemerintah Provinsi/Kabupaten dan Kota di Tanah Papua ini meraih laba bersih Rp 371 miliar.

   “Laba ini melesat naik 7,61 persen dibandingkan periode sama tahun 2020 yang sebesar Rp 345 miliar. Laba kotor Bank Papua juga naik 4,09 persen dari Rp 457 miliar pada 2020 menjadi Rp 476 miliar pada 2021.” ungkap Erna M Kapisa dalam rilis yang diterima redaksi Cenderawasih Pos, Minggu (16/1) kemarin.   

   Perolehan laba bersih Bank Papua tahun 2021 ini, lanjut Erna Kapisa,  mencatat rekor tertinggi dalam enam tahun terakhir atau sejak 2016. Pada 2016, bank BUMD ini memang sempat merugi Rp 237 miliar. Namun dengan adanya penggantian Direksi yang dilakukan melalui RUPS-LB pada tanggal 06 Maret 2017, maka selanjutnya dapat memberikan kontribusi Laba Rp 113 miliar pada tahun 2017.

Baca Juga :  Terancam 15 Tahun Penjara

  “Laba Bank Papua terus menanjak pada tahun berikutnya menjadi Rp 219 miliar (2018), Rp 250 miliar (2019), dan Rp 345 miliar (2020) dan Rp. 371 miliar (2021-UnAudited).”terangnya.

   Dari sisi aset, menurut Erna Kapisa, Bank Papua pada 2021 juga tercatat ada kenaikan 1,36 persen menjadi Rp 26,23 triliun. Total kredit Bank Papua pada 2021 mencapai Rp 17,59 triliun. Sedangkan total dana pihak ketiga (DPK) tahun lalu mencapai Rp 20,98 triliun, naik 2,83 persen ketimbang tahun 2020 yang besar Rp 20,4 triliun.

   Dilihat dari sisi profitability dan efisiensi bank juga masih cukup baik. ROA Bank Papua tahun 2021 tercatat 1,87 persen, ROE 14,45 persen, NIM 6,22 persen dan BOPO 83,45 persen. Sedangkan Rasio Kredit bermasalah (NPL) masih di bawah ambang batas yang telah ditetapkan oleh regulator, NPL gross tahun 2021 tercatat 3,41 persen atau turun 18,27 persen. Untuk NPL Nett juga berkurang 22,81 persen menjadi hanya 1,07 persen.

Baca Juga :  Dibutuhkan Komitmen Untuk Penurunan Angka Stunting di Papua

   “Perbaikan kinerja Bank Papua ini diapresiasi Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua dan Papua Barat Adolf Fictor Tunggul Simanjuntak. Dia menilai pengelolaan Bank Papua sudah sangat baik dengan tren semakin meningkat (sumber : AntaraNews.com, 26 Desember 2021)” tambahnya.

   Akhir tahun 2021, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) juga menetapkan peringkat “IdA-“ kepada Bank Papua. “Itu artinya prospek untuk peringkat perusahaan adalah “stabil”. Obligor dengan peringkat IdA memiliki kemampuan yang kuat dibandingkan obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya.”pungkasnya. (Humas Bank Papua/tri)

   

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/