Saturday, April 5, 2025
24.7 C
Jayapura

Kecewa Hasil Verval, Masyarakat Palang Jalan Nafri dan Pertigaan Ringroad

  Sementara gelombang protes terhadap pengumuman nama-nama CASN yang tak lolos memicu kemarahan dari sekolpok orang di Kampung Nafri. Bentuk luapan emosional itu disalurkan  dengan memalang jalanm membakar ban bekas serta memecahkan botol kaca bekas minuman di jalan.

Mereka juga meletakan batang kayu kecil dan sedang di jalan  untuk membatasi lalulintas kendaraan dari dua arah yang melintas dijalan itu.

Aksi pemalangan ini dilakukan oleh masyarakat setempat yang diinisiasi oleh mama-mama di kampung nafri , lantaran kecewa berat setelah mengetahui anak-anak mereka tidak lolos verifikasi dan validasi data dari Kemenpan RB.

Terpisah, Kapolsek Abepura, AKP. Soeparmanto mengatakan pemalangan itu dilakukan oleh mereka yang tidak lolos verifikasi dan validasi (Verval) yang diumumkan Kamis (14/12).

Baca Juga :  Semprotan Water Canon Berujung Maut

“Mereka kecewa, lantaran nama mereka tidak lolos Verval, padahal mereka sudah bekerja lama di lingkungan pemerintahan,” kata Soeparmanto kepada Cenderawasih Pos melalui sambungan telepon.

Akibat dari aksi tersebut jalur Abepura menuju Koya dan Kabupaten Keerom diblokade.  “Sementara tidak bisa dilalui, karena ruas jalan di palang menggunakan ranting kayu,” ungkapnya.

Pihak Polsek Abepura telah koordinasi hal tersebut kepada pemerintah Kota Jayapura. “Massa aksi minta pemerintah temui mereka di TKP, ujarnya.

“Situasi di TKP terpantau aman dan Kondusif, namun jalur menuju Koya masih ditutup, jadi harus lewat jalur ringroad” imbuhnya.

Setelah ditemui PJ Walikota dan PJ Sekda Kota Jayapura palang di Kampung nafri akhirnya dibuka, sehingga arus laluilintas kembali berjalan normal.

Baca Juga :  Serapan Dana Otsus di Pemkab Jayapura Capai 72 Persen   

“PJ sendiri yang datang, setelah negosiasi dengan masa aksi palang kami buka,” ujarnya

  Sementara gelombang protes terhadap pengumuman nama-nama CASN yang tak lolos memicu kemarahan dari sekolpok orang di Kampung Nafri. Bentuk luapan emosional itu disalurkan  dengan memalang jalanm membakar ban bekas serta memecahkan botol kaca bekas minuman di jalan.

Mereka juga meletakan batang kayu kecil dan sedang di jalan  untuk membatasi lalulintas kendaraan dari dua arah yang melintas dijalan itu.

Aksi pemalangan ini dilakukan oleh masyarakat setempat yang diinisiasi oleh mama-mama di kampung nafri , lantaran kecewa berat setelah mengetahui anak-anak mereka tidak lolos verifikasi dan validasi data dari Kemenpan RB.

Terpisah, Kapolsek Abepura, AKP. Soeparmanto mengatakan pemalangan itu dilakukan oleh mereka yang tidak lolos verifikasi dan validasi (Verval) yang diumumkan Kamis (14/12).

Baca Juga :  Terkait DPRK, Masyatakat Adat  Ajukan Gugatan di PTUN

“Mereka kecewa, lantaran nama mereka tidak lolos Verval, padahal mereka sudah bekerja lama di lingkungan pemerintahan,” kata Soeparmanto kepada Cenderawasih Pos melalui sambungan telepon.

Akibat dari aksi tersebut jalur Abepura menuju Koya dan Kabupaten Keerom diblokade.  “Sementara tidak bisa dilalui, karena ruas jalan di palang menggunakan ranting kayu,” ungkapnya.

Pihak Polsek Abepura telah koordinasi hal tersebut kepada pemerintah Kota Jayapura. “Massa aksi minta pemerintah temui mereka di TKP, ujarnya.

“Situasi di TKP terpantau aman dan Kondusif, namun jalur menuju Koya masih ditutup, jadi harus lewat jalur ringroad” imbuhnya.

Setelah ditemui PJ Walikota dan PJ Sekda Kota Jayapura palang di Kampung nafri akhirnya dibuka, sehingga arus laluilintas kembali berjalan normal.

Baca Juga :  Konsumsi Beras Capai 50 Ribu Ton per Tahun

“PJ sendiri yang datang, setelah negosiasi dengan masa aksi palang kami buka,” ujarnya

Berita Terbaru

Artikel Lainnya