H-2 Sentani Tegang Lebih Dulu

Sementara itu, Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan saat dikonfirmasi membenarkan dan kondisi saat ini sudah aman terkendali. “Kondisi saat ini sudah kondusif, dan apa yang kami lakukan ini bagian dari menjaga keamanan dan ketertiban,”jelasnya.

Diakui, Anggota Polres Jayapura saat melakukan pembubaran dilakukan dengan tindakan preventif. Karena tadi kelompok tersebut dengan arogan melakukan tindakan-tindakan yang sangat menganggu ketertiban masyarakat, mengakibatkan Kemacetan, masyarakat yang beraktifitas sangat terganggu. Sehingga dengan Laporan Masyarakat anggota langsung diterjunkan.

“Kita merespon dengan tindankan preventif sehingga tidak terjadi gngguan-gangguan yang menganggu aktivitas masyarakat,”imbuhnya. Dan saat membagikan selebaran memang membuat kemacetan panjang arus lalu lintas dan masyarakat melaporkan hal itu.Kami merespon laporan masyarakat,”tegasnya.

Baca Juga :  Terkuak Motif Pelaku Pembunuhan Guru SMKN 3 Jayapura

Sementara itu, Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Sentani, Kabupaten Jayapura, Zadrak Lagowan, menyatakan pihaknya tetap akan menggelar aksi pada 15 Agustus 2026. Pernyataan itu disampaikan setelah kegiatan pembagian selebaran di Pos 7 Sentani sempat dibubarkan aparat kepolisian, Kamis (13/8). Zadrak mengatakan, pembagian selebaran tersebut dilakukan untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai rencana aksi damai yang mengangkat tema “Papua Darurat Militer dan Kemanusiaan”.

Menurutnya, aksi pada 15 Agustus merupakan aksi lanjutan setelah kegiatan sebelumnya pada 3 Agustus 2026. Ia menyebut momentum 15 Agustus berkaitan dengan peringatan 64 tahun Perjanjian New York. Zadrak mengklaim pembagian selebaran di sepanjang ruas jalan Pos 7 dilakukan secara damai dan tidak dimaksudkan mengganggu ketertiban umum. Namun, menurut dia, kegiatan tersebut kemudian dibubarkan oleh aparat kepolisian.

Baca Juga :  Polres Merauke Siapkan Satu Unit Dapur SPPG, Akan Layani 3.000 Siswa

Sementara itu, Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan saat dikonfirmasi membenarkan dan kondisi saat ini sudah aman terkendali. “Kondisi saat ini sudah kondusif, dan apa yang kami lakukan ini bagian dari menjaga keamanan dan ketertiban,”jelasnya.

Diakui, Anggota Polres Jayapura saat melakukan pembubaran dilakukan dengan tindakan preventif. Karena tadi kelompok tersebut dengan arogan melakukan tindakan-tindakan yang sangat menganggu ketertiban masyarakat, mengakibatkan Kemacetan, masyarakat yang beraktifitas sangat terganggu. Sehingga dengan Laporan Masyarakat anggota langsung diterjunkan.

“Kita merespon dengan tindankan preventif sehingga tidak terjadi gngguan-gangguan yang menganggu aktivitas masyarakat,”imbuhnya. Dan saat membagikan selebaran memang membuat kemacetan panjang arus lalu lintas dan masyarakat melaporkan hal itu.Kami merespon laporan masyarakat,”tegasnya.

Baca Juga :  Negara Diminta Jaga LE, Jangan Sampai Pulang Papua Seperti Pemimpin Lain

Sementara itu, Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Sentani, Kabupaten Jayapura, Zadrak Lagowan, menyatakan pihaknya tetap akan menggelar aksi pada 15 Agustus 2026. Pernyataan itu disampaikan setelah kegiatan pembagian selebaran di Pos 7 Sentani sempat dibubarkan aparat kepolisian, Kamis (13/8). Zadrak mengatakan, pembagian selebaran tersebut dilakukan untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai rencana aksi damai yang mengangkat tema “Papua Darurat Militer dan Kemanusiaan”.

Menurutnya, aksi pada 15 Agustus merupakan aksi lanjutan setelah kegiatan sebelumnya pada 3 Agustus 2026. Ia menyebut momentum 15 Agustus berkaitan dengan peringatan 64 tahun Perjanjian New York. Zadrak mengklaim pembagian selebaran di sepanjang ruas jalan Pos 7 dilakukan secara damai dan tidak dimaksudkan mengganggu ketertiban umum. Namun, menurut dia, kegiatan tersebut kemudian dibubarkan oleh aparat kepolisian.

Baca Juga :  Tanpa Seleksi, Eks Pegawai KPK Terima Tawaran Polri

Berita Terbaru

Artikel Lainnya