Friday, January 16, 2026
25.5 C
Jayapura

Mekanik Mesin Ditemukan Terbujur Kaku dengan Bercak Darah

SENTANI – Warga di depan Auri Sentani dikagetkan dengan ditemukannya sesosok pria dengan kondisi terbujur kaku. Pria yang diketahui bernama Adrianus Jefri Manoppo (58) ini meninggal di tempat usahanya, Senin (12/1).

Kasat Reskrim Polres Jayapura, AKP Alamsyah Ali, yang memimpin langsung penanganan awal menjelaskan bahwa berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 08.30 WIT.

Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 09.15 WIT dan langsung melakukan pemeriksaan serta olah TKP. Kronologisnya bermula saat seorang saksi mendatangi ruko korban karena beberapa hari tidak melihat korban beraktivitas. Saat tiba di lokasi, saksi mendapati ruko dalam keadaan terkunci dan tidak ada respons saat pintu diketuk.

Baca Juga :  Massa Aksi KNPB di Timika dan Wamena Dibubarkan Polisi

Melalui celah pintu, saksi melihat korban sudah tergeletak di lantai dan selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada warga sekitar dan pihak kepolisian. “Petugas identifikasi kemudian melakukan pemotretan, pengamatan, dan penandaan sejumlah posisi penting di TKP, termasuk posisi korban, bercak darah, serta beberapa benda yang berada di sekitar lokasi,” beber Alamsyah Ali.

Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke RS Yowari untuk dilakukan pemeriksaan visum luar oleh dokter. Berdasarkan hasil visum, ditemukan adanya luka lebam serta luka terbuka akibat gesekan. Dokter memperkirakan korban meninggal dunia sekitar 6–8 jam sebelum tiba di rumah sakit, atau sekitar pukul 04.00 hingga pukul 05.00 WIT.

SENTANI – Warga di depan Auri Sentani dikagetkan dengan ditemukannya sesosok pria dengan kondisi terbujur kaku. Pria yang diketahui bernama Adrianus Jefri Manoppo (58) ini meninggal di tempat usahanya, Senin (12/1).

Kasat Reskrim Polres Jayapura, AKP Alamsyah Ali, yang memimpin langsung penanganan awal menjelaskan bahwa berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 08.30 WIT.

Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 09.15 WIT dan langsung melakukan pemeriksaan serta olah TKP. Kronologisnya bermula saat seorang saksi mendatangi ruko korban karena beberapa hari tidak melihat korban beraktivitas. Saat tiba di lokasi, saksi mendapati ruko dalam keadaan terkunci dan tidak ada respons saat pintu diketuk.

Baca Juga :  BMKG: Masyarakat Jangan Panik

Melalui celah pintu, saksi melihat korban sudah tergeletak di lantai dan selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada warga sekitar dan pihak kepolisian. “Petugas identifikasi kemudian melakukan pemotretan, pengamatan, dan penandaan sejumlah posisi penting di TKP, termasuk posisi korban, bercak darah, serta beberapa benda yang berada di sekitar lokasi,” beber Alamsyah Ali.

Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke RS Yowari untuk dilakukan pemeriksaan visum luar oleh dokter. Berdasarkan hasil visum, ditemukan adanya luka lebam serta luka terbuka akibat gesekan. Dokter memperkirakan korban meninggal dunia sekitar 6–8 jam sebelum tiba di rumah sakit, atau sekitar pukul 04.00 hingga pukul 05.00 WIT.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya