Wednesday, April 15, 2026
25.7 C
Jayapura

Pergantian Pemimpin Iran Tak Sesuai Harapan Trump, Konflik Diprediksi Rumit

JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka menyatakan ketidakpuasannya atas terpilihnya Mojtaba Khamenei, putra pemimpin tertinggi Iran yang gugur, sebagai penerus kepemimpinan Republik Islam Iran. Pernyataan Trump ini mempertegas bahwa salah satu tujuan operasi militer AS-Israel di Iran adalah pergantian rezim, bukan sekadar penghancuran fasilitas nuklir.

“Saya tidak senang,” kata Trump seperti dikutip reporter Fox News, Brian Kilmeade, pada Minggu (8/3/2026), merespons pengumuman terpilihnya Mojtaba Khamenei.
Kepada surat kabar Israel The Times of Israel, Trump menambahkan bahwa ia akan terus memantau perkembangan di Iran. “Kita lihat apa yang terjadi,” ujarnya tanpa penjelasan lebih lanjut.

Dewan Pakar Iran pada hari yang sama resmi mengumumkan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi ketiga Iran, menggantikan ayahnya Ayatollah Ali Khamenei yang gugur pada hari pertama serangan gabungan AS-Israel tanggal 28 Februari 2026.

Baca Juga :  Kerangkeng Manusia untuk Bina Kader Pemuda Pancasila

Pemerintah Teheran kemudian mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari. Ketidaksenangan Trump mencerminkan harapan Washington dan Tel Aviv bahwa serangan tersebut akan memicu perubahan kekuasaan secara menyeluruh di Iran, bukan sekadar pergantian figur dalam sistem yang sama.

AS dan Israel sebelumnya mengklaim serangan diperlukan untuk melawan ancaman program nuklir Iran, namun kemudian secara terbuka menyatakan tujuan sesungguhnya adalah pergantian rezim. Iran sendiri merespons serangan AS-Israel dengan meluncurkan serangan balasan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di seluruh kawasan Timur Tengah.

Konflik yang kini memasuki minggu keduanya itu telah menewaskan lebih dari 1.300 warga sipil Iran dan menimbulkan kekhawatiran global akan dampak yang semakin meluas terhadap stabilitas kawasan dan pasar energi dunia.(*)

Baca Juga :  Dianggap Tak Becus, Pemimpin Oposisi Israel Serukan Netanyahu Untuk Mundur

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka menyatakan ketidakpuasannya atas terpilihnya Mojtaba Khamenei, putra pemimpin tertinggi Iran yang gugur, sebagai penerus kepemimpinan Republik Islam Iran. Pernyataan Trump ini mempertegas bahwa salah satu tujuan operasi militer AS-Israel di Iran adalah pergantian rezim, bukan sekadar penghancuran fasilitas nuklir.

“Saya tidak senang,” kata Trump seperti dikutip reporter Fox News, Brian Kilmeade, pada Minggu (8/3/2026), merespons pengumuman terpilihnya Mojtaba Khamenei.
Kepada surat kabar Israel The Times of Israel, Trump menambahkan bahwa ia akan terus memantau perkembangan di Iran. “Kita lihat apa yang terjadi,” ujarnya tanpa penjelasan lebih lanjut.

Dewan Pakar Iran pada hari yang sama resmi mengumumkan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi ketiga Iran, menggantikan ayahnya Ayatollah Ali Khamenei yang gugur pada hari pertama serangan gabungan AS-Israel tanggal 28 Februari 2026.

Baca Juga :  Pilot Hilang, Donald Trump Tebar Ancaman Baru: Beri Ultimatum 48 Jam

Pemerintah Teheran kemudian mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari. Ketidaksenangan Trump mencerminkan harapan Washington dan Tel Aviv bahwa serangan tersebut akan memicu perubahan kekuasaan secara menyeluruh di Iran, bukan sekadar pergantian figur dalam sistem yang sama.

AS dan Israel sebelumnya mengklaim serangan diperlukan untuk melawan ancaman program nuklir Iran, namun kemudian secara terbuka menyatakan tujuan sesungguhnya adalah pergantian rezim. Iran sendiri merespons serangan AS-Israel dengan meluncurkan serangan balasan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di seluruh kawasan Timur Tengah.

Konflik yang kini memasuki minggu keduanya itu telah menewaskan lebih dari 1.300 warga sipil Iran dan menimbulkan kekhawatiran global akan dampak yang semakin meluas terhadap stabilitas kawasan dan pasar energi dunia.(*)

Baca Juga :  Prabowo Sowan Jokowi, Anies Bertemu SBY

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya