Tuntut Keadilan, IPMADO Beberkan Sejumlah Pelanggaran di Dogiyai

Kemudian, mahasiswa mendesak pemerintah daerah kabupaten Dogiyai agar segera memberikan perhatian serius terhadap keluarga korban, termasuk bantuan medis, pendampingan psikologis. Serta, Mendesak kepada Menteri pertahanan RI agar menarik Kembali militer organik dan non organik dari seluruh tanah Papua. “Mendesak Pemerintah Kabupaten Dogiyai dan pemerintah Provinsi Papua Tengah segera membentuk Tim Pansus independen untuk mengusut tuntas kasus penembakan di Dogiyai secara terbuka dan adil bagi korban serta Masyarakat sipil, dan masih banyak lainnya,” pungkasnya.

Terkait aksi mimbar bebas ini, pihak kepolisian memastikan bahwa seluruh rangkaian aspirasi mahasiswa tersebut tidak mengganggu stabilitas keamanan maupun aktivitas masyarakat di wilayah hukum Polsek Abepura. Kapolsek Abepura, Kompol Yulianus Samberi, menyampaikan bahwa jalannya aksi tersebut berada di bawah pengawalan 197 personel kepolisian, untuk menjamin keamanan baik bagi para peserta aksi maupun warga sekitar yang melintas.

Baca Juga :  Pemkab Dogiyai Harus Lebih Proaktif Redam Potensi Konflik

​”Kami memberikan ruang bagi adik-adik mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya. Secara keseluruhan, situasi di lapangan terpantau kondusif. Tidak ada hambatan berarti, dan personel kami tetap siaga di titik-titik strategis,” ujar Yulianus saat memberikan keterangan kepada media di lokasi. (jim/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Kemudian, mahasiswa mendesak pemerintah daerah kabupaten Dogiyai agar segera memberikan perhatian serius terhadap keluarga korban, termasuk bantuan medis, pendampingan psikologis. Serta, Mendesak kepada Menteri pertahanan RI agar menarik Kembali militer organik dan non organik dari seluruh tanah Papua. “Mendesak Pemerintah Kabupaten Dogiyai dan pemerintah Provinsi Papua Tengah segera membentuk Tim Pansus independen untuk mengusut tuntas kasus penembakan di Dogiyai secara terbuka dan adil bagi korban serta Masyarakat sipil, dan masih banyak lainnya,” pungkasnya.

Terkait aksi mimbar bebas ini, pihak kepolisian memastikan bahwa seluruh rangkaian aspirasi mahasiswa tersebut tidak mengganggu stabilitas keamanan maupun aktivitas masyarakat di wilayah hukum Polsek Abepura. Kapolsek Abepura, Kompol Yulianus Samberi, menyampaikan bahwa jalannya aksi tersebut berada di bawah pengawalan 197 personel kepolisian, untuk menjamin keamanan baik bagi para peserta aksi maupun warga sekitar yang melintas.

Baca Juga :  Jadi Dokter Harus Siap Layani Masyarakat dengan Sepenuh Hati

​”Kami memberikan ruang bagi adik-adik mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya. Secara keseluruhan, situasi di lapangan terpantau kondusif. Tidak ada hambatan berarti, dan personel kami tetap siaga di titik-titik strategis,” ujar Yulianus saat memberikan keterangan kepada media di lokasi. (jim/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya