Sunday, July 21, 2024
26.7 C
Jayapura

Pemerintah Provinsi Papua Dinilai Lepas Tangan Dengan Masalah

Berharap Ada Kabar Baik dari Hasil Pertemuan yang Dilakukan di Jakarta

JAYAPURA – Kesal tak satu pun pejabat Pemprov Papua menemui dan memberikan penjelasan sejak keberadaan mereka di Kantor Gubernur Papua, Forum Komunikasi Orang Tua Mahasiswa Penerima Beasiswa Otsus Papua akan membawa massa lebih banyak lagi.

 Adapun keberadaan orang tua penerima beasiswa siswa unggul Papua di kantor gubernur, sejak Selasa (2/1) hingga Kamis (11/1) kemarin. Para orang tua sepakat, meninggalkan kantor tersebut setelah ada kejelasan.

“Hingga kini, belum ada satu pun pejabat Pemprov Papua yang menemui kami untuk mengkomunikasikan persoalan yang sedang terjadi,” ucap Ketua Forum Komunikasi Orang Tua Mahasiswa Penerima Beasiswa Otsus Papua, John Reba, kepada Cenderawasih Pos, Kamis (11/1).

  Para orang tua penerima beasiswa Siswa Unggul Papua mempertanyakan alasan hingga pejabat di lingkungan Pemprov enggan menemui mereka, padahal sudah tiga hari bermalam di pelataran kantor gubernur. “Kami menyesal memiliki pemimpin di Provinsi Papua yang mental, sikap dan hatinya seperti ini,” ucapnya.

  “Dengan apa yang ditunjukan saat ini, sudah menujukan bahwa Pemerintah Provinsi Papua lepas tangan dengan masalah. Termasuk melakukan pembiaran, padahal hal semacam itu tidak boleh ada di pemerintahan,” sambungnya.

Baca Juga :  TNI Bantah Diserang KKB

   Pihaknya, kata John, masih memiliki niat baik untuk membicarakan persoalan ini mencari jalan keluarnya bersama Pemprov. Jika apa yang dilakukan tak direspon oleh pemerintah, maka akan melakukan upaya hukum.

 “Upaya hukum tetap kita lakukan kalau sampai pemerintah tidak mau duduk untuk atur masalah ini, sebab batas waktu untuk anak anak kami pada Jumat (12/1),” ucapnya.

   Sementara itu, John menyampaikan ada ada beberapa calon wisudawan/wisudawati yang terancam dideportasi dari salah satu kampus di Amerika. Mereka adalah Ian F, Yosua M, Adonai Yalengkatu, Jeannie Bonyadone, Yustina Afaar.

 Ada juga Chelsea Nussy, Vionitha Merauje, Natalia Pouw, Jessica Seseray, Cleopatra Kimirop, dan Cleoptra Kimirop.

 “Mereka yang mau dideportasi korban di University Amerika, padahal akan melaksanakan wisuda pada Mei mendatang. mereka berasal dari Provinsi Papua dan Papua Selatan,” terangnya.

   Dilain sisi, John berharap adanya kabar baik dari pertemuan yang dilakukan di Jakarta antara para bupati/walikota dan Kepala Daerah yang dilakukan pada Kamis (11/1).

Baca Juga :  Kuasa Hukum: Mahfud MD Jangan Memperkeruh Suasana.

 “Semoga ada kabar baik dari pertemuan yang digelar di Jakarta, jangan sampai anak anak kami dipulangkan tanpa kepastian akibat sikap lepas tangan dari Pemprov,” harapnya.

   Sementara itu, Kasatpol PP Welliam Manderi, yang sempat menemui para orang tua menyampaikan bahwa orang tua sementara bersabar sembari menunggu hasil rapat yang dilakukan di Jakarta. “Kita tunggu hasil pertemuan yang dilakukan di Jakarta,” kata Manderi.

“Bapak Sekda mau supaya  jangan cuman Pemprov saja, harus kepala daerah dengan sekda harus ada di sini, karena soal pembiayaan ini bukan hanya Provinsi saja melainkan kabupaten/kota juga,” sambungnya.

   Sementara itu, pantauan Cenderawasih Pos, pintu gerbang Kantor Gubernur yang sebelumnya digembok sudah kembali dibuka. Rencana, para orang tua akan kembali menggemboknya jika tuntutan mereka belum juga dipenuhi. (fia)

Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com 

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berharap Ada Kabar Baik dari Hasil Pertemuan yang Dilakukan di Jakarta

JAYAPURA – Kesal tak satu pun pejabat Pemprov Papua menemui dan memberikan penjelasan sejak keberadaan mereka di Kantor Gubernur Papua, Forum Komunikasi Orang Tua Mahasiswa Penerima Beasiswa Otsus Papua akan membawa massa lebih banyak lagi.

 Adapun keberadaan orang tua penerima beasiswa siswa unggul Papua di kantor gubernur, sejak Selasa (2/1) hingga Kamis (11/1) kemarin. Para orang tua sepakat, meninggalkan kantor tersebut setelah ada kejelasan.

“Hingga kini, belum ada satu pun pejabat Pemprov Papua yang menemui kami untuk mengkomunikasikan persoalan yang sedang terjadi,” ucap Ketua Forum Komunikasi Orang Tua Mahasiswa Penerima Beasiswa Otsus Papua, John Reba, kepada Cenderawasih Pos, Kamis (11/1).

  Para orang tua penerima beasiswa Siswa Unggul Papua mempertanyakan alasan hingga pejabat di lingkungan Pemprov enggan menemui mereka, padahal sudah tiga hari bermalam di pelataran kantor gubernur. “Kami menyesal memiliki pemimpin di Provinsi Papua yang mental, sikap dan hatinya seperti ini,” ucapnya.

  “Dengan apa yang ditunjukan saat ini, sudah menujukan bahwa Pemerintah Provinsi Papua lepas tangan dengan masalah. Termasuk melakukan pembiaran, padahal hal semacam itu tidak boleh ada di pemerintahan,” sambungnya.

Baca Juga :  Resmi, Hari ini Uskup Putra Papua Pertama Ditahbiskan

   Pihaknya, kata John, masih memiliki niat baik untuk membicarakan persoalan ini mencari jalan keluarnya bersama Pemprov. Jika apa yang dilakukan tak direspon oleh pemerintah, maka akan melakukan upaya hukum.

 “Upaya hukum tetap kita lakukan kalau sampai pemerintah tidak mau duduk untuk atur masalah ini, sebab batas waktu untuk anak anak kami pada Jumat (12/1),” ucapnya.

   Sementara itu, John menyampaikan ada ada beberapa calon wisudawan/wisudawati yang terancam dideportasi dari salah satu kampus di Amerika. Mereka adalah Ian F, Yosua M, Adonai Yalengkatu, Jeannie Bonyadone, Yustina Afaar.

 Ada juga Chelsea Nussy, Vionitha Merauje, Natalia Pouw, Jessica Seseray, Cleopatra Kimirop, dan Cleoptra Kimirop.

 “Mereka yang mau dideportasi korban di University Amerika, padahal akan melaksanakan wisuda pada Mei mendatang. mereka berasal dari Provinsi Papua dan Papua Selatan,” terangnya.

   Dilain sisi, John berharap adanya kabar baik dari pertemuan yang dilakukan di Jakarta antara para bupati/walikota dan Kepala Daerah yang dilakukan pada Kamis (11/1).

Baca Juga :  Program Vaksin Polio Sasar 188 Ribu Lebih Anak di Papua

 “Semoga ada kabar baik dari pertemuan yang digelar di Jakarta, jangan sampai anak anak kami dipulangkan tanpa kepastian akibat sikap lepas tangan dari Pemprov,” harapnya.

   Sementara itu, Kasatpol PP Welliam Manderi, yang sempat menemui para orang tua menyampaikan bahwa orang tua sementara bersabar sembari menunggu hasil rapat yang dilakukan di Jakarta. “Kita tunggu hasil pertemuan yang dilakukan di Jakarta,” kata Manderi.

“Bapak Sekda mau supaya  jangan cuman Pemprov saja, harus kepala daerah dengan sekda harus ada di sini, karena soal pembiayaan ini bukan hanya Provinsi saja melainkan kabupaten/kota juga,” sambungnya.

   Sementara itu, pantauan Cenderawasih Pos, pintu gerbang Kantor Gubernur yang sebelumnya digembok sudah kembali dibuka. Rencana, para orang tua akan kembali menggemboknya jika tuntutan mereka belum juga dipenuhi. (fia)

Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com 

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya