Pembunuhan 3 ASN Banyak Tuai Kecaman

Ia meminta seluruh kemungkinan di balik penembakan diselidiki, termasuk dugaan tindak kriminal oleh pelaku yang belum diketahui identitasnya, tindakan kekerasan yang tidak terukur maupun kemungkinan salah sasaran.

Menurutnya, keluarga korban berhak mengetahui kebenaran mengenai peristiwa yang merenggut nyawa anggota keluarga mereka. YKKMP juga mendesak Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan Pemerintah Republik Indonesia melihat kasus Muliama bukan semata-mata sebagai persoalan keamanan.

Theo mengatakan, kekerasan terhadap warga sipil merupakan persoalan kemanusiaan yang membutuhkan penyelesaian jangka panjang. Pendekatan keamanan, kata dia, harus disertai penegakan hukum, perlindungan HAM, dialog dan langkah konkret menuju perdamaian.

“Keamanan tanpa perlindungan masyarakat sipil bukanlah perdamaian. Perdamaian harus memberikan rasa aman kepada semua orang, baik orang asli Papua maupun warga non-Papua,” tegasnya.

Baca Juga :  Tak Lakukan Pemadana KTP-NIK, Bayar PPh 21 Bisa Capai 20 Persen 

YKKMP juga menyerukan masyarakat menahan diri dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi maupun melakukan tindakan balasan terhadap kelompok tertentu.

“Tindakan balasan hanya akan memperbesar ketegangan, memperluas konflik, dan berpotensi menimbulkan korban baru dari kalangan masyarakat sipil,” ujarnya.

Theo menegaskan, tidak boleh ada pembenaran terhadap kekerasan yang mengakibatkan masyarakat sipil kehilangan nyawa. Pemerintah diminta hadir bukan hanya setelah korban berjatuhan, tetapi memastikan warga dapat hidup aman dan bebas dari ketakutan.

“Keadilan bagi korban, pengungkapan kebenaran, perlindungan masyarakat sipil, dan perdamaian harus menjadi prioritas,” pungkasnya. (fia/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Baca Juga :  BMKG Jayawijaya Peringatkan Warga Antisipasi Fenomena Pancaroba di Bulan April

Ia meminta seluruh kemungkinan di balik penembakan diselidiki, termasuk dugaan tindak kriminal oleh pelaku yang belum diketahui identitasnya, tindakan kekerasan yang tidak terukur maupun kemungkinan salah sasaran.

Menurutnya, keluarga korban berhak mengetahui kebenaran mengenai peristiwa yang merenggut nyawa anggota keluarga mereka. YKKMP juga mendesak Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan Pemerintah Republik Indonesia melihat kasus Muliama bukan semata-mata sebagai persoalan keamanan.

Theo mengatakan, kekerasan terhadap warga sipil merupakan persoalan kemanusiaan yang membutuhkan penyelesaian jangka panjang. Pendekatan keamanan, kata dia, harus disertai penegakan hukum, perlindungan HAM, dialog dan langkah konkret menuju perdamaian.

“Keamanan tanpa perlindungan masyarakat sipil bukanlah perdamaian. Perdamaian harus memberikan rasa aman kepada semua orang, baik orang asli Papua maupun warga non-Papua,” tegasnya.

Baca Juga :  BPS Sarankan TIPD Pemkab Jayawijaya dan Pemprov Papeg Untuk Operasi Pasar

YKKMP juga menyerukan masyarakat menahan diri dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi maupun melakukan tindakan balasan terhadap kelompok tertentu.

“Tindakan balasan hanya akan memperbesar ketegangan, memperluas konflik, dan berpotensi menimbulkan korban baru dari kalangan masyarakat sipil,” ujarnya.

Theo menegaskan, tidak boleh ada pembenaran terhadap kekerasan yang mengakibatkan masyarakat sipil kehilangan nyawa. Pemerintah diminta hadir bukan hanya setelah korban berjatuhan, tetapi memastikan warga dapat hidup aman dan bebas dari ketakutan.

“Keadilan bagi korban, pengungkapan kebenaran, perlindungan masyarakat sipil, dan perdamaian harus menjadi prioritas,” pungkasnya. (fia/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Baca Juga :  Bupati RHP Siapkan Baju Batik Gratis bagi Pendeta GIDI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya