Ekonom Ingatkan Pemerintah Soal Inflasi hingga PHK di Papua

Ia menilai pemerintah daerah perlu memperkuat pendampingan kepada pelaku usaha dan petani agar mampu menembus pasar ekspor sehingga manfaat penguatan dolar dapat dirasakan masyarakat. Ary juga mendorong pemerintah untuk mengambil langkah menjaga daya beli masyarakat, terutama di wilayah perkotaan. Salah satunya melalui kebijakan subsidi atau intervensi harga terhadap komoditas strategis yang sangat memengaruhi inflasi.

Selain itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah daerah dengan daerah pemasok untuk menekan biaya distribusi barang ke Papua. “Papua masih sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah. Jika biaya distribusi bisa ditekan, maka harga barang yang masuk ke Papua juga bisa lebih terkendali,” jelasnya. Menurut Ary, kondisi ekonomi saat ini berbeda dengan krisis 1997 maupun krisis global 2008. Namun demikian, pelemahan rupiah tetap harus diwaspadai karena dapat memperlambat aktivitas ekonomi apabila tidak diantisipasi dengan kebijakan yang tepat.

Baca Juga :  Yonif 122/TS Temukan Ganja  400 gram di Perlintasan ilegal RI-PNG

Khusus di Papua, tingginya ketergantungan pada transportasi udara dan laut, biaya logistik yang mahal, serta ketergantungan terhadap dana transfer pusat membuat dampak pelemahan rupiah berpotensi lebih besar dibandingkan daerah lain. “Jika berlangsung dalam jangka panjang, dampaknya bisa meluas ke sektor perdagangan, transportasi, penerbangan, hingga perhotelan karena aktivitas ekonomi dan daya beli masyarakat ikut melemah,” pungkasnya. (dil/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Ia menilai pemerintah daerah perlu memperkuat pendampingan kepada pelaku usaha dan petani agar mampu menembus pasar ekspor sehingga manfaat penguatan dolar dapat dirasakan masyarakat. Ary juga mendorong pemerintah untuk mengambil langkah menjaga daya beli masyarakat, terutama di wilayah perkotaan. Salah satunya melalui kebijakan subsidi atau intervensi harga terhadap komoditas strategis yang sangat memengaruhi inflasi.

Selain itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah daerah dengan daerah pemasok untuk menekan biaya distribusi barang ke Papua. “Papua masih sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah. Jika biaya distribusi bisa ditekan, maka harga barang yang masuk ke Papua juga bisa lebih terkendali,” jelasnya. Menurut Ary, kondisi ekonomi saat ini berbeda dengan krisis 1997 maupun krisis global 2008. Namun demikian, pelemahan rupiah tetap harus diwaspadai karena dapat memperlambat aktivitas ekonomi apabila tidak diantisipasi dengan kebijakan yang tepat.

Baca Juga :  Ditetapkan Jadi BLU, Uncen Dituntut Lakukan Perubahan 

Khusus di Papua, tingginya ketergantungan pada transportasi udara dan laut, biaya logistik yang mahal, serta ketergantungan terhadap dana transfer pusat membuat dampak pelemahan rupiah berpotensi lebih besar dibandingkan daerah lain. “Jika berlangsung dalam jangka panjang, dampaknya bisa meluas ke sektor perdagangan, transportasi, penerbangan, hingga perhotelan karena aktivitas ekonomi dan daya beli masyarakat ikut melemah,” pungkasnya. (dil/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya