Internet Terganggu, Warga Panik dan Rapat Pemerintah Batal

Warga berharap gangguan tersebut segera ditangani agar aktivitas kembali normal, terutama bagi mereka yang bergantung pada layanan berbasis internet.

Anton, tukang ojek yang mangkal di Pangkalan Ojek Vate 2 APO Gudang, menyebut gangguan jaringan belum terlalu berdampak pada jumlah penumpang.

“Untuk sekarang tidak ada perubahan, masih sama saja. Mungkin karena orang sudah berangkat kerja dan anak-anak juga sudah ke sekolah,” ujarnya.

Namun demikian, ia memperkirakan dampak gangguan baru akan terasa saat jam pulang kerja dan sekolah. “Kita lihat nanti saat jam pulang, kalau jaringan masih terganggu mungkin baru terasa,” ujarnya.

Di media sosial, sejumlah warga juga meluapkan kekesalan mereka akibat terganggunya layanan internet dan telepon tersebut. Sementara itu, gangguan layanan internet dan telepon di Kota Jayapura berdampak pada aktivitas pelaku usaha, termasuk dalam hal mobilitas kerja dan transaksi digital. VC di Noby, Mila, mengaku gangguan jaringan sangat menghambat aktivitas operasional, terutama dalam komunikasi dan pengiriman informasi.

Baca Juga :  Mufidah Kalla Bagikan Merpati Peliharaan, Ma'ruf Boyongan Bawa Sarung

“Gangguan ini menghambat mobilitas kami. Kami mau kirim email jadi terhambat, dan untuk menghubungi pihak luar juga tidak bisa,” ujarnya.

Selain itu, gangguan jaringan juga berdampak pada sistem pembayaran. Menurutnya, sejumlah pelanggan mengeluhkan tidak dapat melakukan transaksi non-tunai karena terkendala jaringan.

“Pelanggan sempat komplain karena sekarang kebanyakan cashless. Saat jaringan internet gangguan, pembayaran tidak bisa dilakukan, apalagi mereka tidak membawa uang tunai,” jelasnya.

Mila menambahkan, gangguan ini turut mempengaruhi proses penjualan yang sebagian besar bergantung pada media sosial dan layanan daring.

“Kami biasanya menerima pesanan online, dan kebanyakan pembelian dari media sosial. Kalau akses ke media sosial saja tidak bisa karena jaringan bermasalah, tentu sangat merugikan kami,” katanya.

Baca Juga :  Ban Pecah, Motor Oleng, Pengendara Tewas Seketika

Meski demikian, ia menyebut dampak terhadap kerugian belum terlihat secara pasti karena gangguan baru terjadi dalam waktu singkat. “Untuk kerugian belum terlihat karena ini masih setengah hari. Tapi yang jelas, mobilitas kerja kami sangat terganggu,” pungkasnya. (dil/rel/fia/ade)

ayanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Warga berharap gangguan tersebut segera ditangani agar aktivitas kembali normal, terutama bagi mereka yang bergantung pada layanan berbasis internet.

Anton, tukang ojek yang mangkal di Pangkalan Ojek Vate 2 APO Gudang, menyebut gangguan jaringan belum terlalu berdampak pada jumlah penumpang.

“Untuk sekarang tidak ada perubahan, masih sama saja. Mungkin karena orang sudah berangkat kerja dan anak-anak juga sudah ke sekolah,” ujarnya.

Namun demikian, ia memperkirakan dampak gangguan baru akan terasa saat jam pulang kerja dan sekolah. “Kita lihat nanti saat jam pulang, kalau jaringan masih terganggu mungkin baru terasa,” ujarnya.

Di media sosial, sejumlah warga juga meluapkan kekesalan mereka akibat terganggunya layanan internet dan telepon tersebut. Sementara itu, gangguan layanan internet dan telepon di Kota Jayapura berdampak pada aktivitas pelaku usaha, termasuk dalam hal mobilitas kerja dan transaksi digital. VC di Noby, Mila, mengaku gangguan jaringan sangat menghambat aktivitas operasional, terutama dalam komunikasi dan pengiriman informasi.

Baca Juga :  Gubernur Instruksikan BKD Kaji Sistem Penerapan ASN

“Gangguan ini menghambat mobilitas kami. Kami mau kirim email jadi terhambat, dan untuk menghubungi pihak luar juga tidak bisa,” ujarnya.

Selain itu, gangguan jaringan juga berdampak pada sistem pembayaran. Menurutnya, sejumlah pelanggan mengeluhkan tidak dapat melakukan transaksi non-tunai karena terkendala jaringan.

“Pelanggan sempat komplain karena sekarang kebanyakan cashless. Saat jaringan internet gangguan, pembayaran tidak bisa dilakukan, apalagi mereka tidak membawa uang tunai,” jelasnya.

Mila menambahkan, gangguan ini turut mempengaruhi proses penjualan yang sebagian besar bergantung pada media sosial dan layanan daring.

“Kami biasanya menerima pesanan online, dan kebanyakan pembelian dari media sosial. Kalau akses ke media sosial saja tidak bisa karena jaringan bermasalah, tentu sangat merugikan kami,” katanya.

Baca Juga :  Polisi Gagalkan Penembakan Jarak Dekat KST

Meski demikian, ia menyebut dampak terhadap kerugian belum terlihat secara pasti karena gangguan baru terjadi dalam waktu singkat. “Untuk kerugian belum terlihat karena ini masih setengah hari. Tapi yang jelas, mobilitas kerja kami sangat terganggu,” pungkasnya. (dil/rel/fia/ade)

ayanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya