Internet Terganggu, Warga Panik dan Rapat Pemerintah Batal

Sementara surat resmi dari TelkomGroup menindaklanjuti gangguan layanan telekomunikasi menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan, gangguan disebabkan oleh pertama, kendala pada perangkat penguat sinyal (Amplifier) di fasilitas Cable Landing Station (CLS) Amai, yang merupakan titik terminasi jaringan kabel laut SKKL PATARA di Papua.

Kedua, kendala tersebut sempat menyebabkan penurunan kapasitas jaringan yang berdampak pada sebagian layanan internet, IPTV, layanan data korporat, serta penyesuaian kapasitas pada layanan mobile di wilayah terdampak.

Ketiga, selama proses penanganan berlangsung, TelkomGroup telah mengaktifkan jalur cadangan melalui sistem kabel laut alternatif guna menopang layanan sementara, dengan prioritas kapasitas jaringan yang difokuskan pada layanan publik khususnya jaringan mobile agar komunikasi masyarakat tetap terjaga.

“Saat ini, Tim Teknis telah melakukan penggantian perangkat penguat sinyal di lokasi CLS Amai sebagai bagian dari langkah penanganan atas kendala teknis yang terjadi. Dengan selesainya proses penggantian perangkat tersebut, kondisi layanan TelkomGroup di wilayah Jayapura telah kembali normal dan saat ini seluruh layanan dapat diakses sebagaimana mestinya,” bunyi poin penjelasan yang disampaikan oleh General Manager Witel Papua, Antonius Joko Sritomo siang kemarin.

Baca Juga :  Golkar Bantah ABR Jadi Tim Sukses BTM

Selama proses penanganan, TelkomGroup mengaktifkan jalur cadangan melalui kabel laut alternatif untuk menjaga keberlangsungan layanan. Prioritas kapasitas jaringan difokuskan pada layanan publik, khususnya jaringan mobile, guna memastikan komunikasi masyarakat tetap berjalan.

Sebagai langkah perbaikan, tim teknis telah mengganti perangkat penguat sinyal di lokasi CLS Amai. Upaya ini membuahkan hasil, di mana saat ini seluruh layanan TelkomGroup di Jayapura telah kembali normal dan dapat diakses seperti biasa.

Ditambahkan TelkomGroup tetap melakukan monitoring secara intensif guna memastikan stabilitas layanan tetap terjaga serta meminimalkan potensi gangguan serupa di kemudian hari. “TelkomGroup juga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang sempat dialami pelanggan dan mengapresiasi dukungan seluruh pihak selama proses pemulihan berlangsung.

Baca Juga :  Sanksi Guru Malas, Potong Gaji, Turun Jabatan Hingga Pemecatan

Sementara itu meski jaringan kini telah normal namun warga sempat mengeluh. Warga kesulitan beraktivitas terutama yang bergantung pada aplikasi transportasi online. Salah seorang warga, Indah, mengatakan dirinya tidak dapat memesan ojek online karena jaringan tidak tersedia. “Biasanya saya pakai Maxim untuk bepergian, tapi tadi tidak bisa dipesan karena jaringan hilang. Jadi mau ke mana-mana jadi susah,” ujarnya saat ditemui di Mal Jayapura.

Indah mengaku sempat mengira gangguan berasal dari telepon genggam miliknya. Namun setelah beberapa waktu, ia menyadari bahwa gangguan terjadi secara luas.

“Awalnya saya pikir HP saya yang bermasalah, ternyata memang jaringannya yang hilang sejak sekitar pukul delapan lewat,” katanya.

Sementara surat resmi dari TelkomGroup menindaklanjuti gangguan layanan telekomunikasi menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan, gangguan disebabkan oleh pertama, kendala pada perangkat penguat sinyal (Amplifier) di fasilitas Cable Landing Station (CLS) Amai, yang merupakan titik terminasi jaringan kabel laut SKKL PATARA di Papua.

Kedua, kendala tersebut sempat menyebabkan penurunan kapasitas jaringan yang berdampak pada sebagian layanan internet, IPTV, layanan data korporat, serta penyesuaian kapasitas pada layanan mobile di wilayah terdampak.

Ketiga, selama proses penanganan berlangsung, TelkomGroup telah mengaktifkan jalur cadangan melalui sistem kabel laut alternatif guna menopang layanan sementara, dengan prioritas kapasitas jaringan yang difokuskan pada layanan publik khususnya jaringan mobile agar komunikasi masyarakat tetap terjaga.

“Saat ini, Tim Teknis telah melakukan penggantian perangkat penguat sinyal di lokasi CLS Amai sebagai bagian dari langkah penanganan atas kendala teknis yang terjadi. Dengan selesainya proses penggantian perangkat tersebut, kondisi layanan TelkomGroup di wilayah Jayapura telah kembali normal dan saat ini seluruh layanan dapat diakses sebagaimana mestinya,” bunyi poin penjelasan yang disampaikan oleh General Manager Witel Papua, Antonius Joko Sritomo siang kemarin.

Baca Juga :  Sanksi Guru Malas, Potong Gaji, Turun Jabatan Hingga Pemecatan

Selama proses penanganan, TelkomGroup mengaktifkan jalur cadangan melalui kabel laut alternatif untuk menjaga keberlangsungan layanan. Prioritas kapasitas jaringan difokuskan pada layanan publik, khususnya jaringan mobile, guna memastikan komunikasi masyarakat tetap berjalan.

Sebagai langkah perbaikan, tim teknis telah mengganti perangkat penguat sinyal di lokasi CLS Amai. Upaya ini membuahkan hasil, di mana saat ini seluruh layanan TelkomGroup di Jayapura telah kembali normal dan dapat diakses seperti biasa.

Ditambahkan TelkomGroup tetap melakukan monitoring secara intensif guna memastikan stabilitas layanan tetap terjaga serta meminimalkan potensi gangguan serupa di kemudian hari. “TelkomGroup juga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang sempat dialami pelanggan dan mengapresiasi dukungan seluruh pihak selama proses pemulihan berlangsung.

Baca Juga :  Bukti Lemahnya Negara Melindungi HAM di Papua

Sementara itu meski jaringan kini telah normal namun warga sempat mengeluh. Warga kesulitan beraktivitas terutama yang bergantung pada aplikasi transportasi online. Salah seorang warga, Indah, mengatakan dirinya tidak dapat memesan ojek online karena jaringan tidak tersedia. “Biasanya saya pakai Maxim untuk bepergian, tapi tadi tidak bisa dipesan karena jaringan hilang. Jadi mau ke mana-mana jadi susah,” ujarnya saat ditemui di Mal Jayapura.

Indah mengaku sempat mengira gangguan berasal dari telepon genggam miliknya. Namun setelah beberapa waktu, ia menyadari bahwa gangguan terjadi secara luas.

“Awalnya saya pikir HP saya yang bermasalah, ternyata memang jaringannya yang hilang sejak sekitar pukul delapan lewat,” katanya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya