Pasien Meninggal Tanpa Penanganan Medis
SENTANI – Setelah sebelumnya ramai terkait kasus Irene Sokoy, RSUD Yowari pelan-pelan berbenah. Hanya saja upaya tersebut tak serta merta mereduksi kejadian yang tidak diinginkan. Dan akhirnya terjadi lagi dimana seorang pasien di RSUD Yowari diduga tidak mendapatkan penanganan medis dan akhirnya meninggal.
Kejadian pada Minggu (8/3) malam itu akhirnya ramai menyedot perhatian publik. Dalam video siaran langsung yang beredar di Facebook melalui akun Soleng Soll, diceritakan kronologi singkat meninggalnya seorang mahasiswa perempuan asal Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan yang sempat dibawa ke RSUD Yowari, Kabupaten Jayapura.
Dalam video tersebut, pihak keluarga menyampaikan kekecewaan karena korban diduga tidak segera mendapatkan perawatan dari perawat maupun dokter yang bertugas hingga akhirnya meninggal dunia. Kondisi itu kemudian memicu emosi keluarga yang menuntut pertanggungjawaban dari pihak manajemen rumah sakit.
Direktur RSUD Yowari, drg. Maryen Braweri, M.Kes, saat ditemui di RSUD Yowari mengakui adanya kejadian tersebut. Namun pihaknya masih melakukan koordinasi dengan berbagai pihak sebelum memberikan penjelasan lebih lanjut. “Untuk saat ini kami masih melakukan koordinasi dengan Bupati Jayapura, Dinas Kesehatan, serta perawat dan dokter yang bertugas saat kejadian itu,” ujarnya, Senin (9/3).
Maryen menjelaskan, pihak rumah sakit juga sedang mengumpulkan data terkait riwayat pengobatan pasien yang bersangkutan di RSUD Yowari. “Pasien tersebut memang memiliki riwayat berobat di RSUD Yowari. Saat ini kami sedang mengumpulkan data-data medis pasien. Untuk keterangan lebih lanjut kami masih berkoordinasi dengan Bupati Jayapura,” tambahnya.
Pasien Meninggal Tanpa Penanganan Medis
SENTANI – Setelah sebelumnya ramai terkait kasus Irene Sokoy, RSUD Yowari pelan-pelan berbenah. Hanya saja upaya tersebut tak serta merta mereduksi kejadian yang tidak diinginkan. Dan akhirnya terjadi lagi dimana seorang pasien di RSUD Yowari diduga tidak mendapatkan penanganan medis dan akhirnya meninggal.
Kejadian pada Minggu (8/3) malam itu akhirnya ramai menyedot perhatian publik. Dalam video siaran langsung yang beredar di Facebook melalui akun Soleng Soll, diceritakan kronologi singkat meninggalnya seorang mahasiswa perempuan asal Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan yang sempat dibawa ke RSUD Yowari, Kabupaten Jayapura.
Dalam video tersebut, pihak keluarga menyampaikan kekecewaan karena korban diduga tidak segera mendapatkan perawatan dari perawat maupun dokter yang bertugas hingga akhirnya meninggal dunia. Kondisi itu kemudian memicu emosi keluarga yang menuntut pertanggungjawaban dari pihak manajemen rumah sakit.
Direktur RSUD Yowari, drg. Maryen Braweri, M.Kes, saat ditemui di RSUD Yowari mengakui adanya kejadian tersebut. Namun pihaknya masih melakukan koordinasi dengan berbagai pihak sebelum memberikan penjelasan lebih lanjut. “Untuk saat ini kami masih melakukan koordinasi dengan Bupati Jayapura, Dinas Kesehatan, serta perawat dan dokter yang bertugas saat kejadian itu,” ujarnya, Senin (9/3).
Maryen menjelaskan, pihak rumah sakit juga sedang mengumpulkan data terkait riwayat pengobatan pasien yang bersangkutan di RSUD Yowari. “Pasien tersebut memang memiliki riwayat berobat di RSUD Yowari. Saat ini kami sedang mengumpulkan data-data medis pasien. Untuk keterangan lebih lanjut kami masih berkoordinasi dengan Bupati Jayapura,” tambahnya.