RSUD Yowari Diprotes Lagi

Sementara itu, Bupati Jayapura Yunus Wonda memilih belum memberikan komentar terkait kasus tersebut. Ia menegaskan perlu mengetahui kronologi secara lengkap dari kedua belah pihak sebelum memberikan pernyataan kepada media. “Saya tidak mau memberikan komentar terkait kasus tersebut karena saya belum mengetahui cerita pastinya. Saya harus mengetahui kronologis kejadian secara jelas terlebih dahulu sebelum berkomentar di media,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, dr. Anton Mote. Ia mengatakan saat ini pihaknya masih mengumpulkan informasi dari berbagai pihak agar tidak terjadi kesalahan dalam penyampaian informasi kepada publik. “Saya takut memberikan komentar yang nantinya malah keliru. Saat ini kami masih mengumpulkan informasi dari kedua belah pihak,” ujarnya.

Baca Juga :  Jokowi Singgah Beli Mangga di Pasar Doyo Baru

Anton menambahkan, sebagai upaya meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura telah mengoptimalkan sejumlah puskesmas di wilayah Sentani untuk memberikan pelayanan selama 24 jam.

Beberapa puskesmas yang telah melayani masyarakat selama 24 jam di antaranya Puskesmas Sentani, Puskesmas Waibu, dan Puskesmas Harapan, serta beberapa puskesmas lainnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar dapat memanfaatkan layanan UGD di puskesmas terdekat terlebih dahulu jika mengalami keluhan kesehatan, sehingga tidak langsung menuju rumah sakit.

“Kalau ada keluhan kesehatan, masyarakat bisa terlebih dahulu datang ke UGD di puskesmas yang beroperasi 24 jam. Hal ini juga untuk mengurangi beban pelayanan di UGD RSUD Yowari yang cukup tinggi,” pungkasnya. (ana/ade)

Baca Juga :  Lukas Tak Pernah Tahu dengan Saksi Yang Dipanggil KPK

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Sementara itu, Bupati Jayapura Yunus Wonda memilih belum memberikan komentar terkait kasus tersebut. Ia menegaskan perlu mengetahui kronologi secara lengkap dari kedua belah pihak sebelum memberikan pernyataan kepada media. “Saya tidak mau memberikan komentar terkait kasus tersebut karena saya belum mengetahui cerita pastinya. Saya harus mengetahui kronologis kejadian secara jelas terlebih dahulu sebelum berkomentar di media,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, dr. Anton Mote. Ia mengatakan saat ini pihaknya masih mengumpulkan informasi dari berbagai pihak agar tidak terjadi kesalahan dalam penyampaian informasi kepada publik. “Saya takut memberikan komentar yang nantinya malah keliru. Saat ini kami masih mengumpulkan informasi dari kedua belah pihak,” ujarnya.

Baca Juga :  Pasca Tewasnya Juru Tembak KKB, Pengamanan di Diperketat

Anton menambahkan, sebagai upaya meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura telah mengoptimalkan sejumlah puskesmas di wilayah Sentani untuk memberikan pelayanan selama 24 jam.

Beberapa puskesmas yang telah melayani masyarakat selama 24 jam di antaranya Puskesmas Sentani, Puskesmas Waibu, dan Puskesmas Harapan, serta beberapa puskesmas lainnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar dapat memanfaatkan layanan UGD di puskesmas terdekat terlebih dahulu jika mengalami keluhan kesehatan, sehingga tidak langsung menuju rumah sakit.

“Kalau ada keluhan kesehatan, masyarakat bisa terlebih dahulu datang ke UGD di puskesmas yang beroperasi 24 jam. Hal ini juga untuk mengurangi beban pelayanan di UGD RSUD Yowari yang cukup tinggi,” pungkasnya. (ana/ade)

Baca Juga :  Ditangani Gerald Pangkali, Persidafon Siap Berlaga di Liga 4

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya