MERAUKE– Terkait dengan banjir rob yang melanda sejumlah kampung di Distrik Waan dan Kontuar, Kabupaten Merauke, Kepala Distrik Waan Viktor Mawen dan Kepala Distrik Kontuar serta sejumlah kepala kampung dari kedua distrik itu menemui Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo, di Grand Mandala Merauke, Selasa (6/1) malam.
Kedua kepala distrik dan sejumlah kepala kampung itu didampingi Ketua Komisi III DPRP Papua Selatan Dominikus Ulukyanan.
Di hadapan Gubernur Apolo Safanpo, Kepala Distrik Waan mengajukan 7 aspirasi kepada gubernur Papua Selatan. Salah satunya terkait dengan banjir rob yang dialami masyarakat 6 kampung dan 2 dusun di Distrik Wan serta sejumlah kampung di Kontuar. Kampung-kampung ini hampir seluruhnya berada di pesisir pantai yang ada di Distrik Waan dan Kontuar.
‘’Kalau banjir robnya kali ini lebih tinggi dari sebelum-sebelumnya,’’ kata Viktor Mawen.
Selain meminta bantuan jangka pendek, juga kebijakan untuk jangka panjang. Viktor menjelaskan bahwa musibah banjir rob tersebut merupakan musibah tahunan. Namun masyarakat tidak bisa dipindahkan dari tanah adatnya ke tanah adat orang lain karena itu akan menjadi masalah baru. Karena sekitar tahun 1970-an, sudah pernah diakukan.
Tapi karena tinggal di bukan tanah adat mereka sehingga sulit mencari makanan. Salah satu yang bisa dilakukan pemerintah adalah mendorong perusahaan perikanan untuk ke Waan, karena ikan di Waan cukup melimpah.
MERAUKE– Terkait dengan banjir rob yang melanda sejumlah kampung di Distrik Waan dan Kontuar, Kabupaten Merauke, Kepala Distrik Waan Viktor Mawen dan Kepala Distrik Kontuar serta sejumlah kepala kampung dari kedua distrik itu menemui Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo, di Grand Mandala Merauke, Selasa (6/1) malam.
Kedua kepala distrik dan sejumlah kepala kampung itu didampingi Ketua Komisi III DPRP Papua Selatan Dominikus Ulukyanan.
Di hadapan Gubernur Apolo Safanpo, Kepala Distrik Waan mengajukan 7 aspirasi kepada gubernur Papua Selatan. Salah satunya terkait dengan banjir rob yang dialami masyarakat 6 kampung dan 2 dusun di Distrik Wan serta sejumlah kampung di Kontuar. Kampung-kampung ini hampir seluruhnya berada di pesisir pantai yang ada di Distrik Waan dan Kontuar.
‘’Kalau banjir robnya kali ini lebih tinggi dari sebelum-sebelumnya,’’ kata Viktor Mawen.
Selain meminta bantuan jangka pendek, juga kebijakan untuk jangka panjang. Viktor menjelaskan bahwa musibah banjir rob tersebut merupakan musibah tahunan. Namun masyarakat tidak bisa dipindahkan dari tanah adatnya ke tanah adat orang lain karena itu akan menjadi masalah baru. Karena sekitar tahun 1970-an, sudah pernah diakukan.
Tapi karena tinggal di bukan tanah adat mereka sehingga sulit mencari makanan. Salah satu yang bisa dilakukan pemerintah adalah mendorong perusahaan perikanan untuk ke Waan, karena ikan di Waan cukup melimpah.