Saturday, March 7, 2026
27.2 C
Jayapura

Siapkan Lima Kapal untuk Program Mudik Gratis

JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Perhubungan menyiapkan lima armada kapal untuk melayani program tiket kapal laut gratis bagi masyarakat selama periode Angkutan Laut Lebaran Tahun 2026.

Plt. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Mathius Wally menyampaikan, lima armada tersebut terdiri atas dua kapal besi dan tiga kapal cepat yang akan melayani rute intra Papua, baik sebelum maupun setelah Lebaran.

“Untuk rute Jayapura-Biak dilayani oleh Cantika Lestari 77 dengan dua kali pelayaran, masing-masing satu trip sebelum dan satu trip setelah Lebaran. Begitu juga rute Biak-Jayapura tersedia dua trip,” katanya kepada Cenderawasih Pos, Kamis (5/3).

Sementara itu, rute Jayapura-Kasonaweja akan dilayani Cantika Lestari 88 dengan total empat kali pelayaran, yakni dua trip sebelum dan dua trip setelah Lebaran. Untuk mempercepat mobilitas masyarakat antarpulau, Dishub Papua juga mengoperasikan tiga kapal cepat, yakni Express Bahari 99D, Express Bahari 9E, dan Marina Express 3.

Baca Juga :  Dua Kebakaran Beruntun Terjadi di Sentani

Ketiga armada tersebut difungsikan untuk melayani rute kepulauan seperti Waropen, Serui, dan Biak guna memaksimalkan waktu tempuh penumpang. “Program mudik gratis moda laut ini mulai diberlakukan sejak 7 Maret 2026 dan diperkirakan berlangsung hingga 1-2 April 2026, menyesuaikan arus mudik dan arus balik Lebaran,” terangnya.

Terkait mekanisme pengambilan tiket, Kepala Dinas Perhubungan Papua menjelaskan bahwa masyarakat tidak perlu lagi mendatangi Kantor Dishub. Tiket dapat diperoleh langsung di loket Belibis pada masing-masing operator di pelabuhan keberangkatan, seperti Pelabuhan Jayapura, Pelabuhan Biak, serta pelabuhan di Serui dan Waropen.

“Kami tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi terjadinya duplikasi penumpang seperti yang pernah terjadi pada periode Natal dan Tahun Baru,” katanya.

Baca Juga :  Lukas Enembe: Saya Mau hadir Langsung di Pengadilan

Ia menegaskan, program ini tidak memprioritaskan peserta berdasarkan latar belakang agama. Layanan terbuka bagi seluruh masyarakat yang ingin memanfaatkan momentum hari raya untuk pulang ke kampung halaman, dengan tetap menyesuaikan kuota yang telah ditetapkan.

JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Perhubungan menyiapkan lima armada kapal untuk melayani program tiket kapal laut gratis bagi masyarakat selama periode Angkutan Laut Lebaran Tahun 2026.

Plt. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Mathius Wally menyampaikan, lima armada tersebut terdiri atas dua kapal besi dan tiga kapal cepat yang akan melayani rute intra Papua, baik sebelum maupun setelah Lebaran.

“Untuk rute Jayapura-Biak dilayani oleh Cantika Lestari 77 dengan dua kali pelayaran, masing-masing satu trip sebelum dan satu trip setelah Lebaran. Begitu juga rute Biak-Jayapura tersedia dua trip,” katanya kepada Cenderawasih Pos, Kamis (5/3).

Sementara itu, rute Jayapura-Kasonaweja akan dilayani Cantika Lestari 88 dengan total empat kali pelayaran, yakni dua trip sebelum dan dua trip setelah Lebaran. Untuk mempercepat mobilitas masyarakat antarpulau, Dishub Papua juga mengoperasikan tiga kapal cepat, yakni Express Bahari 99D, Express Bahari 9E, dan Marina Express 3.

Baca Juga :  Di Papua, 76.181 siswa Terima Manfaat Program MBG

Ketiga armada tersebut difungsikan untuk melayani rute kepulauan seperti Waropen, Serui, dan Biak guna memaksimalkan waktu tempuh penumpang. “Program mudik gratis moda laut ini mulai diberlakukan sejak 7 Maret 2026 dan diperkirakan berlangsung hingga 1-2 April 2026, menyesuaikan arus mudik dan arus balik Lebaran,” terangnya.

Terkait mekanisme pengambilan tiket, Kepala Dinas Perhubungan Papua menjelaskan bahwa masyarakat tidak perlu lagi mendatangi Kantor Dishub. Tiket dapat diperoleh langsung di loket Belibis pada masing-masing operator di pelabuhan keberangkatan, seperti Pelabuhan Jayapura, Pelabuhan Biak, serta pelabuhan di Serui dan Waropen.

“Kami tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi terjadinya duplikasi penumpang seperti yang pernah terjadi pada periode Natal dan Tahun Baru,” katanya.

Baca Juga :  Kedepankan Pemilu Papua yang Aman dan Damai

Ia menegaskan, program ini tidak memprioritaskan peserta berdasarkan latar belakang agama. Layanan terbuka bagi seluruh masyarakat yang ingin memanfaatkan momentum hari raya untuk pulang ke kampung halaman, dengan tetap menyesuaikan kuota yang telah ditetapkan.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya