Saturday, January 10, 2026
29.9 C
Jayapura

11 Orang Tewas Dampak Konflik di Kwamki

Seorang ODGJ Juga Tewas Dihujani Panah

MIMIKA – Seorang perempuan berinisial AM menjadi korban atas konflik yang memanas di Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah, Senin (5/1/2026). Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini, Kapolsek Kwamki Narama, Iptu Yusak Sawaki, membenarkan hal tersebut.

Kapolsek mengatakan bahwa sebelum kejadian, aparat sempat memasuki area perang dan melakukan pembongkaran terhadap tenda-tenda pendukung perang. Saat itu, korban yang diduga merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) melintas di sekitar lokasi perang.

Ia sempat meminta air minum kepada aparat keamanan yang berada di lokasi. Setelah itu, korban kemudian lanjut berjalan ke arah kubu Newegalen.

“Saat anggota kami keluar, pihak Newegalen melakukan pembunuhan dengan cara memanah AM dan korban langsung meninggal di jalan raya—Jalan Maleo,” kata Yusak.

Baca Juga :  Kapolda Perintahkan Dua Oknum Polisi Diproses dan Ditahan

Setelah itu, korban lalu dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika. Namun, sampai saat ini belum diketahui apakah korban berasal dari pihak Dang atau masyarakat setempat yang hanya sekedar lewat di lokasi. Meninggalnya korban AM, total keseluruhan korban jiwa buntut konflik antara kubu Dang dan Newegalen di Distrik Kwamki Narama menjadi 11 orang.

Bupati Mimika, Johannes Rettob menyatakan pemerintah tidak tinggal diam dan tetap berupaya mengambil langkah-langkah untuk mendamaikan.

“Yang jelas bahwa persoalan Kwamki Narama itu hari ini saya akan rapat koordinasi. Forkopimda sudah datang semua. Dan ini tugas kita untuk melaksanakan,” kata Johannes saat ditemui di kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Mimika, Senin (5/1/2026).

Baca Juga :  JDP Minta Tarik Seluruh Personel Militer BKO, dan Berdayakan Babinsa

Johannes menyebut, saat ini aparat keamanan gabungan TNI Polri sudah berada di lokasi untuk melakukan penyisiran dan razia terhadap semua pernak-pernik perang, mulai dari tenda, hingga peralatan seperti senjata tajam dan lain-lain.

“Dan saat ini di Kwamki Narama sudah dilaksanakan swiping dan lain-lain terkait. Yang dilaksanakan oleh TNI Polri,” ujarnya.

Seorang ODGJ Juga Tewas Dihujani Panah

MIMIKA – Seorang perempuan berinisial AM menjadi korban atas konflik yang memanas di Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah, Senin (5/1/2026). Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini, Kapolsek Kwamki Narama, Iptu Yusak Sawaki, membenarkan hal tersebut.

Kapolsek mengatakan bahwa sebelum kejadian, aparat sempat memasuki area perang dan melakukan pembongkaran terhadap tenda-tenda pendukung perang. Saat itu, korban yang diduga merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) melintas di sekitar lokasi perang.

Ia sempat meminta air minum kepada aparat keamanan yang berada di lokasi. Setelah itu, korban kemudian lanjut berjalan ke arah kubu Newegalen.

“Saat anggota kami keluar, pihak Newegalen melakukan pembunuhan dengan cara memanah AM dan korban langsung meninggal di jalan raya—Jalan Maleo,” kata Yusak.

Baca Juga :  Sampai Kapan Pasal Makar Dialamatkan ke Orang Papua ?

Setelah itu, korban lalu dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika. Namun, sampai saat ini belum diketahui apakah korban berasal dari pihak Dang atau masyarakat setempat yang hanya sekedar lewat di lokasi. Meninggalnya korban AM, total keseluruhan korban jiwa buntut konflik antara kubu Dang dan Newegalen di Distrik Kwamki Narama menjadi 11 orang.

Bupati Mimika, Johannes Rettob menyatakan pemerintah tidak tinggal diam dan tetap berupaya mengambil langkah-langkah untuk mendamaikan.

“Yang jelas bahwa persoalan Kwamki Narama itu hari ini saya akan rapat koordinasi. Forkopimda sudah datang semua. Dan ini tugas kita untuk melaksanakan,” kata Johannes saat ditemui di kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Mimika, Senin (5/1/2026).

Baca Juga :  JDP Minta Tarik Seluruh Personel Militer BKO, dan Berdayakan Babinsa

Johannes menyebut, saat ini aparat keamanan gabungan TNI Polri sudah berada di lokasi untuk melakukan penyisiran dan razia terhadap semua pernak-pernik perang, mulai dari tenda, hingga peralatan seperti senjata tajam dan lain-lain.

“Dan saat ini di Kwamki Narama sudah dilaksanakan swiping dan lain-lain terkait. Yang dilaksanakan oleh TNI Polri,” ujarnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya