Saturday, March 7, 2026
26.3 C
Jayapura

TNI dan OPM Saling Berbalas Pantun

TNI Klaim Amankan 7 Anggota Kelompok Bersenjata, OPM Klaim Rampas 1 Pucuk Senjata

MIMIKA – Eskalasi operasi yang dilakukan aparat keamanan TNI Polri maupun aksi yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata maupun Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) di Papua Pegunungan maupun Papua Tengah terus menghangat. Kedua pihak mengklaim sama-sama berhasil menjalankan misi atau target.

Dari pihak TNI menyatakan upaya penyerangan yang dilakukan kelompok bersenjata di kawasan Tembagapura, Kabupaten Mimika pada Senin 2 Maret 2026 berhasil digagalkan Tim Patroli Koops TNI Papua. Kepala Penerangan Koops TNI Papua, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, Rabu (4/3) mengonfirmasi bahwa satu anggota kelompok bersenjata tewas dan enam lainnya ditangkap dalam insiden tersebut.

Ia juga menyebutkan bahwa seorang ibu rumah tangga yang diklaim menjadi korban penembakan oleh OPM berhasil diselamatkan. “Aksi bermula saat kelompok bersenjata melepaskan tembakan di sekitar permukiman warga. Seorang ibu rumah tangga mengalami luka tembak dibagian tangan dan kaki akibat serangan OPM,” Letkol Inf. Wirya. Lebih lanjut, tim patroli yang menerima laporan warga langsung bergerak cepat menuju lokasi, mengamankan situasi, serta mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan.

Baca Juga :  8.000 Koperasi Desa Merah Putih Akan Didirikan di Tanah Papua

Ia menyatakan kelompok bersenjata kembali melakukan penyerangan saat aparat tengah mengamankan korban. “Kelompok bersenjata menembaki personel yang sedang melaksanakan pengamanan dan evakuasi. Tim patroli membalas tembakan secara terukur, sehingga satu pelaku tewas dan enam lainnya berhasil diamankan,” ujarnya.

Dalam patroli kemanan tersebut, Tim Patroli Koops TNI Papua juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa 1 pucuk pistol FN, 3 butir munisi kaliber 9 mm, 1 pucuk senapan angin, panah dan busur, 1 unit power bank, serta barang lainnya yang masih dalam proses pendataan. Koops TNI Papua menegaskan pengamanan wilayah akan terus diperkuat guna menjamin keselamatan masyarakat dan menjaga stabilitas keamanan di Papua Tengah.

Sementara TPN OPM melalui juru bicaranya, Sebby Sembom menyatakan bahwa Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari Komandan Operasi Umum TPNPB Mayor Jenderal Lekagak Telenggen bahwa mereka berhasil merampas satu pucuk senjata api SS 1 di Tolikara pada hari Rabu, 4 Maret 2026 sekitar jam 12.00 WIT. Ini dilakukan atas perintah Jenderal Goliath Tabuni.

Baca Juga :  Gubernur Papua Imbau Anak-anak Papua Tidak Termakan Hoax

Perampasan dilakukan oleh kelompok Botak Wanimbo dan Botak sendiri telah memberikan statemen dalam videonya bahwa ialah yang bertanggung atas perampasan senjata tersebut. Botak bahkan menantang aparat bahwa bila ingin mengambil senjata tersebut maka silahkan mendatangi markas TPNPB. “Kami siap mati dan anda juga harus siap mati,” wanti Botak Wanimbo.

TNI Klaim Amankan 7 Anggota Kelompok Bersenjata, OPM Klaim Rampas 1 Pucuk Senjata

MIMIKA – Eskalasi operasi yang dilakukan aparat keamanan TNI Polri maupun aksi yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata maupun Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) di Papua Pegunungan maupun Papua Tengah terus menghangat. Kedua pihak mengklaim sama-sama berhasil menjalankan misi atau target.

Dari pihak TNI menyatakan upaya penyerangan yang dilakukan kelompok bersenjata di kawasan Tembagapura, Kabupaten Mimika pada Senin 2 Maret 2026 berhasil digagalkan Tim Patroli Koops TNI Papua. Kepala Penerangan Koops TNI Papua, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, Rabu (4/3) mengonfirmasi bahwa satu anggota kelompok bersenjata tewas dan enam lainnya ditangkap dalam insiden tersebut.

Ia juga menyebutkan bahwa seorang ibu rumah tangga yang diklaim menjadi korban penembakan oleh OPM berhasil diselamatkan. “Aksi bermula saat kelompok bersenjata melepaskan tembakan di sekitar permukiman warga. Seorang ibu rumah tangga mengalami luka tembak dibagian tangan dan kaki akibat serangan OPM,” Letkol Inf. Wirya. Lebih lanjut, tim patroli yang menerima laporan warga langsung bergerak cepat menuju lokasi, mengamankan situasi, serta mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan.

Baca Juga :  Tiga Pelaku Sindikat Curanmor Diringkus

Ia menyatakan kelompok bersenjata kembali melakukan penyerangan saat aparat tengah mengamankan korban. “Kelompok bersenjata menembaki personel yang sedang melaksanakan pengamanan dan evakuasi. Tim patroli membalas tembakan secara terukur, sehingga satu pelaku tewas dan enam lainnya berhasil diamankan,” ujarnya.

Dalam patroli kemanan tersebut, Tim Patroli Koops TNI Papua juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa 1 pucuk pistol FN, 3 butir munisi kaliber 9 mm, 1 pucuk senapan angin, panah dan busur, 1 unit power bank, serta barang lainnya yang masih dalam proses pendataan. Koops TNI Papua menegaskan pengamanan wilayah akan terus diperkuat guna menjamin keselamatan masyarakat dan menjaga stabilitas keamanan di Papua Tengah.

Sementara TPN OPM melalui juru bicaranya, Sebby Sembom menyatakan bahwa Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari Komandan Operasi Umum TPNPB Mayor Jenderal Lekagak Telenggen bahwa mereka berhasil merampas satu pucuk senjata api SS 1 di Tolikara pada hari Rabu, 4 Maret 2026 sekitar jam 12.00 WIT. Ini dilakukan atas perintah Jenderal Goliath Tabuni.

Baca Juga :  Bawa 16 Butir Amunisi, Kurir KKB Segera Disidang

Perampasan dilakukan oleh kelompok Botak Wanimbo dan Botak sendiri telah memberikan statemen dalam videonya bahwa ialah yang bertanggung atas perampasan senjata tersebut. Botak bahkan menantang aparat bahwa bila ingin mengambil senjata tersebut maka silahkan mendatangi markas TPNPB. “Kami siap mati dan anda juga harus siap mati,” wanti Botak Wanimbo.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya